<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730</id><updated>2012-01-23T14:39:52.504+07:00</updated><category term='Zona Thariqoh'/><category term='Zona Hijib'/><category term='Zona Hadist'/><category term='Zona Tokoh Sufi'/><category term='Zona Hikam 1'/><category term='Zona Tafsir'/><category term='Zona Maqam'/><category term='Zona Artikel 2'/><category term='Zona Tafakur'/><category term='Zona Doa'/><category term='Zikrul Qolbi'/><category term='Terjemah Kitab Tasawuf'/><category term='Marketing Sufizone'/><category term='Zona Sufi Books'/><category term='Imam Ghazali'/><category term='Zona Download'/><category term='Zona Manakib'/><category term='Zona Wali'/><category term='Zona Artikel 1'/><category term='Zona Kyai Imron Jamil'/><category term='Zona Pledoi Sufi'/><category term='Artikel 2'/><category term='Zona Hikam 2'/><category term='Humor Sufi'/><category term='Zona Sastra Sufistik'/><category term='Zona Hikam Mp3'/><category term='Zona Mahabbah'/><category term='Zona Hikam'/><category term='Zona Artikel'/><category term='Zona Maqom'/><category term='Terjemah Sirr Al-Asrarr'/><category term='Zona Hikayat'/><category term='Zona Hikmah'/><category term='Zona Tasawuf'/><title type='text'>Sufi Zone</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>624</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-7968236310886495136</id><published>2011-08-30T14:47:00.003+07:00</published><updated>2011-08-30T14:55:55.189+07:00</updated><title type='text'>Ucapan Idul Fitri 1432 H</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-hA_n1X3yO4g/TlyWEn9BW-I/AAAAAAAAASo/53Ek0BsPpt0/s1600/www.sufi-zone.blogspot.com.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 148px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-hA_n1X3yO4g/TlyWEn9BW-I/AAAAAAAAASo/53Ek0BsPpt0/s320/www.sufi-zone.blogspot.com.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5646553039004326882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Segenap Pimpinan dan Staf Karyawan&lt;br /&gt;Pondok Pesantren Subulus Salam&lt;br /&gt;Madrasah Diniyah Wustha dan Ulya Mambaul Huda&lt;br /&gt;&amp;amp;&lt;br /&gt;www.sufi-zone.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengucapkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MINAL 'AIDIN WAL FAIZIN&lt;br /&gt;TAQOBBALLAHU MINNA WAMINKU TAQOBBAL YA KARIM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MOHON MA'AF LAHIR DAN BAYHIN.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-7968236310886495136?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/7968236310886495136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2011/08/segenap-pimpinan-dan-staf-karyawan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/7968236310886495136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/7968236310886495136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2011/08/segenap-pimpinan-dan-staf-karyawan.html' title='Ucapan Idul Fitri 1432 H'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-hA_n1X3yO4g/TlyWEn9BW-I/AAAAAAAAASo/53Ek0BsPpt0/s72-c/www.sufi-zone.blogspot.com.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-7310740223266344877</id><published>2010-11-09T13:07:00.003+07:00</published><updated>2010-11-09T13:10:51.440+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Hikam Mp3'/><title type='text'>sufizone : Download MP3 Pengajian Al-Hikam</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;span&gt;DOWNLOAD PENGAJIAN KITAB AL-HIKAM&lt;br /&gt;OLEH BAPAK KH. Drs. IMRON JAMIL&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di era perkembangan zaman dan teknologi yang sangat cepat seperti sekarang ini  tentu sangat menguntungkan bagi kemaslahatan manusia seperti adanya sarana internet yang dapat dengan mudah mengakses data walaupun di belahan bumi yang berbeda hanya dengan hitungan detik. Namun disisi lain akibat dari kemajuan tersebut timbullah berbagai hal yang sangat merugikan dan mengawatirkan yaitu masuk dan tumbuh berkembangnya budaya-budaya asing yang notabenenya bertentangan dengan syariat islam seperti  free sex, tawuran, mempertontonkan aurat, budaya berbohong, mengadu domba, budaya nifak, minum-minuman keras, narkotika dan lain sebagainya. Dan itu semua jika diteliti secara implisit disebabkan rendahnya pemahaman agama Islam yang mereka miliki sehingga kadar keimanan mereka pun rendah dan berakibat tidak adanya filter yang mengantisipasi hal-hal di atas. Dan akibat hal tersebut hati (al-Qalb) mereka menjadi ter-contamination dan akhirnya keruh akan kenikmatan dunia yang sesaat melupakan al-Hayat al-Abada yaitu akhirat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pengajian “Al-Hikam” atau kebanyakan masyarakat menyebutnya dengan Pengajian Tombo Ati. Adalah suatu perwujudan dari rasa keingintahuan dan kehausan akan ilmu agama Islam terutama dalam bidang tasawuf dan juga rasa keprihatinan akan dekadensi moral yang terjadi di masyarakat Ponorogo pada khususnya dan masyarakat Jawa Timur pada umumnya. Mengapa demikian, karena pengajian ini khusus membahas tentang bagaimana cara menata hati dan sekaligus juga membersihkan hati (Tazkiyah al-Qalb) dari akhlak-akhlak yang tercela.  &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Alhamdulillah berkat hidayah dan nikmat Allah jama’ah pengajian “Al-Hikam” semakin hari semakin bertambah mulai dari anak kecil sampai orang dewasa. Dan prasarana dan sarana digunakan untuk menampung para jama’ah pun semakin banyak. Sedangkan prasarana dan sarana kami gunakan itu notabenenya masih status pinjaman kepada warga sekitar dan itu pun dirasa masih kurang untuk menampung jumlah jama’ah yang semakin bertambah. Sadar dengan perkembangan keadaan dan perubahan berarti sadar akan kelebihan, kelemahan, kesempatan dan tantangan. Dari permasalahan tersebut di atas itu yang kami jadikan landasan dalam menyusun proposal ini. Secara lebih terperinci akan disampaikan dalam bagian-bagain selanjutnya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pengajian kitab “Al-Hikam” adalah pengajian yang bersifat umum dalam artian ditujukan untuk masyarakat luas sebagai sarana untuk menambah serta memperdalam pemahaman masyarakat tentang Agama Islam khusunya ilmu tasawuf. Dinamakan pengajian kitab “Al-Hikam” karena pengajian ini menggunakan kitab “Al-Hikam” yang merupakan salah satu kitab yang termasyhur dalam bidang tasawuf yang dikarang oleh Ibnu ‘Athailah asy-Syakandary.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pengajian ini merupakan pengajian rutin yang dilaksanakan setiap Malam Ahad Wage mulai ba’da Maghrib sampai dengan selesai bertempat di Pondok Pesantren Subulus Salam Ngunut Babadan Ponorogo. Dan dalam pemahaman dan pengkajian kitab tersebut langsung dibimbing oleh Bapak Drs. KH. Imron Jamil dari Kabupaten Jombang Jawa Timur. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jama’ah pengajian kitab “Al-Hikam” berasal dari berbagai penjuru kabupaten Ponorogo seperti dari Slahung, Jetis, Ngebel, Badegan, Kauman, Sumoroto, Babadan, dan lain sebagainya. Mulai dari anak-anak, pemuda-pemudi, bapak-ibu, dan kakek-nenek.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bagi para penggermar pengajian Kitab "Al-Hikam" disini kami telah menyediakan rekaman pengajian kitab 'Al-Hikam' oleh Bapak KH. Drs. Imron Jamil dari Jombang :&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Silahkan Klik &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);font-size:100%;" &gt;ICON&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; di bawah ini untuk mendonwnload (mengunduh).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.4shared.com/file/84078418/110d5883/Al_Hikam_KHImron_Jamil_edisi_1a.html?s=1"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 58px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Suedjag6QKI/AAAAAAAAAFo/Zq0nPkySw-o/s400/Hikam+1.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397455910165168290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.4shared.com/file/84074112/bdc5ccce/Al_Hikam_KH_Imron_Jamil_edisi_1b_.html?s=1"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 58px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/SuedjlZ1G9I/AAAAAAAAAFw/mcHOp-R8WQk/s400/Hikam+2.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397455913088261074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.4shared.com/file/84068765/1fdb2510/Al_Hikam_KH_Imron_Jamil_edisi_2a_.html?s=1"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 58px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Suedj3yMBPI/AAAAAAAAAF4/A4LwB3U34gc/s400/Hikam+3.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397455918022264050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.4shared.com/file/84062552/c6abd77a/Al_Hikam_KH_Imron_Jamil_edisi_2b_.html?s=1"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 58px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/SuedkHORCLI/AAAAAAAAAGA/jz0_KMsZV4g/s400/Hikam+4.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397455922166565042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.4shared.com/file/84078544/640e8ada/Al_Hikam_KH_Imron_Jamil_edisi_3a_.html?s="&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 58px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Suedkf9XtOI/AAAAAAAAAGI/MyAlTLVhG18/s400/Hikam+5.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397455928806585570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.4shared.com/file/84072261/4ca0ea36/Al_Hikam_KH_Imron_Jamil_edisi_3b_.html?s=1"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 58px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Sued0hY0FVI/AAAAAAAAAGQ/Fbi1dDG4Q30/s400/Hikam+6.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397456204068033874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.4shared.com/file/84060986/d77b5cc1/Al_Hikam_KH_Imron_Jamil_edisi_4b_.html?s=1"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 58px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Sued02JskqI/AAAAAAAAAGY/yNMExRUW9sk/s400/Hikam+7.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397456209641771682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.4shared.com/file/84050679/8ca06072/Al_Hikam_KH_Imron_Jamil_edisi_5a_.html?s=1"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 58px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Sued1fBHmuI/AAAAAAAAAGg/FAZnKJvYF_0/s400/Hikam+8.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397456220611648226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.4shared.com/file/84049040/9ab4919d/Al_Hikam_KH_Imron_Jamil_edisi_5b_.html?s=1"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 58px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Sued1lhMngI/AAAAAAAAAGo/L4NhxOP8hrw/s400/Hikam+9.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397456222356807170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.4shared.com/file/84047442/936c2f5e/Al_Hikam_KH_Imron_Jamil_edisi_6a_.html?s=1"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 58px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Sued2CMngYI/AAAAAAAAAGw/7K3xz7QmapU/s400/Hikam+10.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397456230055117186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 255, 51);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;Terima kasih atas kunjungan anda, kami akan berusaha menyempurnakan data kami demi kemaslahatan umat Islam dalam pemahaman Agama Islam terutama dalam Ilmu Tasawuf.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed src="http://www.4shared.com/embed/150577588/348d0ffc/preview.swf" autostart="TRUE" loop="TRUE" align="CENTER" height="0" width="0"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-7310740223266344877?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/7310740223266344877/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/03/sufizone-download-pengajian-al-hikam.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/7310740223266344877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/7310740223266344877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/03/sufizone-download-pengajian-al-hikam.html' title='sufizone : Download MP3 Pengajian Al-Hikam'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Suedjag6QKI/AAAAAAAAAFo/Zq0nPkySw-o/s72-c/Hikam+1.png' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-7522100486688888116</id><published>2010-11-09T13:07:00.002+07:00</published><updated>2010-11-09T13:10:48.188+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Kyai Imron Jamil'/><title type='text'>Sufizone : Semangat Yang Menggelora Tidak Bisa Menerobos Tirai Takdir.(Bagian kedua)</title><content type='html'>&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12pt;"  &gt;Takdir tidak harus persis dengan kemauan sampean.  Oleh karena itu, tata krama orang yang mempunyai himmah harus mengucapkan &lt;em&gt;Insya Alloh&lt;/em&gt;. Kalau sampean sering mengucakan insya Alloh, insya Alloh sampean tidak mudah setress. Tetapi harus dikembalikan lagi kepada soal &lt;em&gt;I'timad&lt;/em&gt;, soal &lt;em&gt;tajrid&lt;/em&gt; dan soal &lt;em&gt;asbab&lt;/em&gt; yang lalu. Halah, &lt;em&gt; wong semua sudah di takdirkan&lt;/em&gt;, maka tidak perlu ikhtiar, jangan begitu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12pt;"  &gt;Himmah itu pasti ada. Itu sudah manusiawi. Setiap orang mempunyai himmah. Tetapi jangan sekali-kali himmahmu itu &lt;em&gt;nglamak&lt;/em&gt; (keterlaluan), sampai menyaingi &lt;em&gt;irodah&lt;/em&gt; Alloh (jangan mendahului kehendak Alloh). Itu penting. Kalau tidak disadari dengan pemhaman seperti itu, pikiran anda akan mudah rancu. Alloh sering memberikan sesuatu ketika seseorang itu sudah tidak berharap. Terkadang, lain profesi kyai dengan seksama, sampean mengajar, santri yang datang diajar. Ada orang bodoh diajari. Diundang mengaji, berangkat, secara tidak sengaja mendapat kenalan, "&lt;em&gt;Nganu Yi &lt;/em&gt;(begini Kyai), ada orang yang membutuhkan tanah cukup luas. &lt;em&gt;Panjenengan&lt;/em&gt; (anda) sering mengaji dimana-mana, pasti banyak informasi. Barang kali ada orang yang menjual tanahnya pak kyai?" kemudian anda menjawab; " Ada, kemudian anda menjawab; " Ada, di Jombang ada orang yang menjual tnah 40 hektar sampai sekarang belum laku. Saya hanya memberikan informasi saja." Secara tidak sengaja, transaksi pun dilakukan sendiri, kemudian mendapatkan uang, sehingga dengan tidak terasa Kyai merangkap menjadi biro jasa &lt;em&gt;makelar&lt;/em&gt; tanah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12pt;"  &gt;Tetapi contoh diatas bukan kehendak sendiri. Hal seperti itu tidak apa-apa. Seandainya sampean sudah berada pada kedudukan &lt;em&gt;tajrid&lt;/em&gt;. Usaha sudah dipadati semu. &lt;em&gt;Lha kok tahu-tahu ada Orang ngajak petung dilalah petunge jodo&lt;/em&gt; (tahu-tahu ada orang yang mengajak transaksi dan cocok). &lt;em&gt;Tur yo barokah &lt;/em&gt;(bahkan juga barokah). Contohnya, &lt;em&gt;nalikane enak-enakan wiridan ono tamu&lt;/em&gt; (ketika anda sedang asyik membaca wirid, kemudian ada tamu). &lt;em&gt;Nganu lho mas, sampean kan dulu pernah di pasar sepeda sana tho&lt;/em&gt;? (begini mas, anda dulu pernah berdagang di pasar sepedah sana kan). Ketika dia sudah tidak memiliki harapan atas sesuatu, barulah ia diberi oleh Alloh. Sebaliknya, ketika orang itu masih &lt;em&gt;karep&lt;/em&gt; (berharap) justru tidak diberi. Itulah salah satu bentuk &lt;em&gt;sunnatullah&lt;/em&gt;, seperti itulah kebiasaan Alloh member.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12pt;"  &gt;Hal seperti itu juga sulit. &lt;em&gt;Lek ngono aku tak gak karep wae &lt;/em&gt;(wah, kalau begitu aku nggak usah berharap sekalian (biar diberi oleh Alloh). &lt;em&gt;Ngono kuwi yo malah karep&lt;/em&gt; (seperti itu malah menunjukkan harapan yang kuat).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12pt;"  &gt;Orang yang sudah tidak berharap, biasanya oleh Alloh malah diberi. Karena Alloh &lt;em&gt;welas&lt;/em&gt; (belas kasih) kepada sampean. Akan tetapi, jika anda mempunyai keinginan langsung diberi, punya keinginan langsung diberi, punya keinginan langsung terwujud, jangan-jangan sampean nanti akan mengaku menjadi "Gusti Alloh". Padahal sampean tidak akan mampu bertanggungjawab menjadi "Gusti Alloh". Nanti akan berbenturan dengan kodrat, esensi, atau asli posisi anda sebagai hamba itu hilang. &lt;em&gt;Wong petrok kok dadi ratu&lt;/em&gt; (Petrok kok menjadi raja). Petrok itu menjadi &lt;em&gt;Punokawan&lt;/em&gt; (empat sekawan) saja. Yang menjadi raja biar &lt;em&gt;Kresno&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;Puntodewo&lt;/em&gt; saja. Itu namanya &lt;em&gt;Nglenggono&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;ing urip, nrimo ing pandum&lt;/em&gt; (lapang dalam hidup, menerima pemberian apa adanya). Mengerti tugasnya menjadi manusia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12pt;"  &gt;Penjelasan di atas sebenarnya erat hubungannya dengan soal &lt;em&gt;tajrid&lt;/em&gt; dan soal &lt;em&gt;asbab.&lt;/em&gt; Himmah sangat erat hubungannya dengan &lt;em&gt;asbab &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;tajrid&lt;/em&gt;. Meskipun himmah sampean melalui &lt;em&gt;tajrid&lt;/em&gt; sangat keras, "&lt;em&gt;Jika aku mententeng &lt;/em&gt;(serius) lewat tajrid pasti aku cepat &lt;em&gt;mukasyafah&lt;/em&gt;, cepat mendapatkan karomah. Karena aku tidak mengurus dunia sama sekali. Aku menjadi orang yang zuhud, &lt;em&gt;sembarang karir&lt;/em&gt; (segala sesuatu) dicukupi oleh Alloh". Kalau kata-kata itu berasal dari dirimu sendiri berarti sampean secara langsung tidak sadar, bahwa sampean yang sedang membalik posisi Alloh menjadi buruh, dan sampean menjadi &lt;em&gt;Juragan&lt;/em&gt; (tuan). Bagaimana tidak, &lt;em&gt;wong angger karep keturutan&lt;/em&gt; (setiap keinginan terwujud), &lt;em&gt;kapan-kapan karep keturutan&lt;/em&gt; (ketika berkeinginan terwujud).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12pt;"  &gt;Lama-lama anda akan punya mental "&lt;em&gt;pokok aku karep kudu dituruti"&lt;/em&gt; (kalau aku mau harus terwujud), '&lt;em&gt;Aku'&lt;/em&gt; harus dituruti. Segala sesuatu '&lt;em&gt;kudu'&lt;/em&gt; (harus), itu siapa yang sampean paksa? Memaksa orang? Apakah orang itu bisa menuruti kemauan sampean?, Siapa yang bisa menuruti kemauan sampean? Ya hanya Alloh.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12pt;"  &gt;Apabila anda keterlaluan seperti halnya diatas, terus memaksa Alloh, bagaimana bisa? Setiap mempunyai &lt;em&gt;himmah&lt;/em&gt; harus &lt;em&gt;keturutan&lt;/em&gt;. Terkadang &lt;em&gt;malah mekso&lt;/em&gt; (memaksa), &lt;em&gt;pokok niki kedah keturutan Gusti!&lt;/em&gt; (pokoknya ini harus dikabulkan Gusti!), "karena yang sakit keponakan saya, dukunnya saya sendiri. Jika tidak sembuh saya malu Gusti". Akhirnya, diam-diam tidak terasa Gusti Alloh sampean jadikan pelayan, sampean yang memerintah Alloh. Itu namanya &lt;em&gt;su'ul adab&lt;/em&gt; (buruk tatakrama), &lt;em&gt;sampean ora duwe unggah-ungguh&lt;/em&gt; (anda tidak mempunyai tata karma), &lt;em&gt;wong kawulo kok mekso bendoro &lt;/em&gt;(hamba kok memaksa tuannya).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12pt;"  &gt;Oleh karena itu, apapun himmah anda, sampean harus terus menyadari bahwa himmah apapun yang ada pada otak ini merupakan pantulan &lt;em&gt;irodah&lt;/em&gt; dari Alloh ta'ala. Soal &lt;em&gt;irodah&lt;/em&gt; yang terjadi yang mana, yang tidak terjadi yang mana, terserah Alloh. Karena Alloh yang mempunyai wewenang. "Alloh menghapus apa yang Dia kehendaki dan menetapkan apa yang Dia kehendaki").&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12pt;"  &gt;Sebenarnya hal itu sudah biasa kita lakukan. Bahka cita-cita setinggi apapun, dan secepat apapun itu terselenggara, sebenarnya itu bukan sebab cita-citanya. Akan tetapi hal itu masuk dalam lingkaran takdir, Berarti, cita-cita itu tidak bisa menembus batas-batas takdir.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12pt;"  &gt;Sudahlah kalau memang sampean ditakdirkan menjadi Kyai, tetap saja posisimu yang benar adalah sebagai Kyai. Meskipun sampean mempuyai cita-cita bisnis, tidak juga berhasil. Namun terkadang sesuatu yang tidak sengaja malah ada hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12pt;"  &gt;Kemudian sampean menjawabnya, ada apa? &lt;em&gt;Sampean kan pengalaman menaksir sepeda &lt;/em&gt;(anda berpengalaman menaksir sepeda). Ini ada sepeda. Kalau menurut taksiran sampean harganya berapa? Kemunian anda mentaksir, itu paling mahal lima juta, &lt;em&gt;yo tulung sampean dolno pisan&lt;/em&gt; (ya saya minta tolong dijualkan sekalian). Kemudian ada teman anda yang butuh sepedah. Sepeda itu pun terjual dengan harga enam juta rupiah. Jadi tanpa sengaja, duduk dirumah mendapat uang satu juta. Hal itu bisa saja terjadi jika memang ditakdirkan oleh Alloh.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12pt;"  &gt;Himmah itu jangan dipaksa menembus takdir. Kalau sampean paksakan, maka sampean akan sengsara sendiri. Himmah cukup erat kaitannya dengan takdir dan ikhtiar. Kadang-kadang tidak perlu ikhtiar, kalau ditakdir sukses oleh Alloh , ya sukses. Meskipun ikhtiar sampean &lt;em&gt;njleput &lt;/em&gt;(usaha keras) kalau ditakdirkan tidak jadi, ya tidak jadi. Kenapa harus repot-repot bekerja. Benturannya pasti seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12pt;"  &gt;Takdir pasti terjadi, &lt;em&gt;Himmah &lt;/em&gt;adalah manusiawi yang wajar  adanya. &lt;em&gt;Tumandang&lt;/em&gt; (bekerja) adalah kewajiban yang ditetapkan oleh Tuhannya. Sudah jelas, &lt;em&gt;Tumandang iku perintah kang kudu dilakoni&lt;/em&gt; (bekerja adalah perintah yang harus dijalankan). Himmah atau cita-cita merupakan sinyal irodah dari Alloh yang harus diterima. Takdir &lt;em&gt;sing dumadi&lt;/em&gt; (yang terjadi) merupakan keputusan akhir dari Alloh yang harus diyakini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12pt;"  &gt;Persoalannya, terkadang sinyal tadi dihubungkan begini, ikhtiar, qodho'-qodar itu menjadi satu saling terkait. Ini yang menyebabkan &lt;em&gt;konslet&lt;/em&gt;. Ikhtiar adalah perintah. Takdir merupakan keputusan Alloh.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12pt;"  &gt;Takdir pasti terjadi, sedangkan ikhtiar merupakan perintah yang harus dijalani. Ketika ikhtiar tidak seseuai dengan hasilnya, jangan terbiasa bilang, "&lt;em&gt;wah, saya terlanjur melakukan ini" &lt;/em&gt;terlanjur itu merupakan bagian dari takdir Alloh, jangan bilang terlanjur'. Kalau kamu melakukan ikhtiar, trus kok tidak cocok dengan angan-anganmu. Memang kamu ditakdirkan tidak cocok. Begitu saja. Enak, tidak perlu dipikir rumit.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12pt;"  &gt;Artinya apa? Kamu itu &lt;em&gt;kawulo&lt;/em&gt; (hamba) &lt;em&gt;kudu nglenggono &lt;/em&gt; (harus legawa), menerima segala keputusan dari Alloh dengan penuh ridlo. Tapi mengapa terasa berat dan sulit untuk menembus hal semacam itu? Hal itu tidak lain karena &lt;em&gt;nafsu&lt;/em&gt;. Nafsu sering kali ingin mendapat nama atau posisi. Meskipun tidak ikut memiliki, tapi ingin mengakui, itu kebiasaan nafsu manusia. Meskipun tidak ikut memiliki yang penting ikut punya nama. Contohnya, nafsu menuntun ikut berkata "&lt;em&gt;Ngono oku lek gak aku mosok iso"&lt;/em&gt; (hal seperti itu kalau bukan aku tidak akan bisa) &lt;em&gt;Lek gak aku &lt;/em&gt;(kalau bukan aku). Itulah kata-kata nafsu yang selalu ikut mengakui, sehingga terkadang kita sulit untuk mau dan mampu menerima takdir dari Alloh.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12pt;"  &gt;(&lt;em&gt;Bersambung…….)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12pt;"  &gt;&lt;em&gt;KH. Imron Jamil&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:12pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Sufizone &amp;amp; Hikamzone By Pondok Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;color:blue;" &gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-7522100486688888116?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/7522100486688888116/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/04/sufizone-semangat-yang-menggelora-tidak_05.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/7522100486688888116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/7522100486688888116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/04/sufizone-semangat-yang-menggelora-tidak_05.html' title='Sufizone : Semangat Yang Menggelora Tidak Bisa Menerobos Tirai Takdir.(Bagian kedua)'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-4331562026273125452</id><published>2010-11-09T13:06:00.001+07:00</published><updated>2010-11-09T13:13:43.268+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Artikel 1'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel 2'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Artikel 2'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Artikel'/><title type='text'>15 Sebab Dicabutnya Berkah</title><content type='html'>&lt;span class="by"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;" class="entry"&gt;&lt;p&gt;&lt;a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.2lisan.com/wp-content/uploads/2010/10/Yeh-Allah.jpg"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-2989" title="Yeh Allah" src="http://www.2lisan.com/wp-content/uploads/2010/10/Yeh-Allah.jpg" alt="Yeh Allah 15 Sebab Dicabutnya Berkah" height="288" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berkah adalah sesuatu yang tumbuh dan bertambah, sedangkan tabarruk adalah do’a seorang manusia atau selainnya untuk memohon berkah. Allah SWT menjadikan berkah hanya bagi &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/hamba/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with hamba"&gt;hamba&lt;/a&gt;-Nya yang beriman, bertaqwa dan shaleh. Firman Allah dalam surat Al-A’raaf ayat 96 yang artinya “Jikalau sekiranya penduduk negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi…”&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Beberapa sebab dicabutnya Berkah :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Tidak adanya Taqwa dan Tidak takut kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;2. Tidak Ikhlas dalam beramal.&lt;br /&gt;3. Tidak menyebut nama Allah SWT dalam setiap perbuatan dan tidak melakukan Dzikir serta Ibadah kepada-Nya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setiap perbuatan yang tidak diawali dengan Bismillah, maka perbuatan itu terputus untuk memperoleh kebaikan dan berkah, bahkan perbuatan anda tersebut akan disertai syetan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Memakan barang yang &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/haram/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with haram"&gt;haram&lt;/a&gt; dan yang dihasilkan dari perbuatan &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/haram/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with haram"&gt;haram&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;5. Tidak berbakti kepada kedua &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD3"&gt;orang&lt;/span&gt; tua dan menyia-nyiakan &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/hak-anak/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with hak anak"&gt;hak anak&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;6. Memutus tali silaturahmi dan hubungan kekerabatan.&lt;br /&gt;7. Sikap Bakhil dan tidak mau ber-infaq.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Allah SWT &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/tidak-akan/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with tidak akan"&gt;tidak akan&lt;/a&gt; memberkahi harta yang hanya disimpan oleh pemiliknya dan enggan untuk menginfakkannya, karena perbuatan tersebut adalah perbuatan bakhil yang sangat tercela dan dibenci.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Allah SWT Berfirman : “Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepadaorang – orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan – kesalahanmu dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” ( QS.Al-Baqarah(2): 271 )&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Fiman Allah SWT : “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh)orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir, Seratus &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/biji/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with biji"&gt;biji&lt;/a&gt;. Allah melipat gandakan(&lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/ganjaran/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with ganjaran"&gt;ganjaran&lt;/a&gt;) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (&lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/kurnia/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with kurnia"&gt;kurnia&lt;/a&gt;-Nya) lagi Maha Mengetahui” ( QS.Al-Baqarah(2): 261 )&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;8. Tidak bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;9. Tidak Ridha terhadap apa yang diberikan Allah dan tidak pernah merasa puas (tidak qana’ah).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;10. Melakukan perbuatan maksiat dan dosa, serta enggan bertaubat dan beristighfar.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;11. Tidak mendidik anak dengan ajaran Diennullaah.&lt;br /&gt;Anak kita adalah tumpuan hati kita, pengharum jantung kita, pewangi aroma dunia dan buah kehidupan kita. Siapa saja yang berlaku buruk terhadap anak maka ia telah merugi dan telah melakukan ketidak patutan. Anak kita adalah madu kehidupan kita.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;12. Berbuat kerusakan dan keburukan dimuka bumi.&lt;br /&gt;13. Tidak bersyukur kepada Allah atas nikmat-Nya.&lt;br /&gt;14. Pertengkaran dan perselisihan antara suami-istri.&lt;br /&gt;15. Mendoakan kecelakaan bagi diri sendiri, anak-anak dan harta benda.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tidak ada kebaikan dan keberkahan pada dirimu, anakmu atau harta bendamu jika engkau mendoakannya dengan kecelakaan, karena terkadang Allah mengabulkan doamu pada saat itu, maka terjadilah musibah dan engkau menyesal ketika penyesalan tak berguna lagi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Semoga bermanfaat bagi kita semua,,!!!Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma wabihamdika AsyaduAllahilaha &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD7"&gt;illa&lt;/span&gt; Anta Astagfiruka wa’atubu Ilaik&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.2lisan.com&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-4331562026273125452?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/4331562026273125452/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/11/15-sebab-dicabutnya-berkah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/4331562026273125452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/4331562026273125452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/11/15-sebab-dicabutnya-berkah.html' title='15 Sebab Dicabutnya Berkah'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-4965604482101842538</id><published>2010-11-09T13:05:00.000+07:00</published><updated>2010-11-09T13:16:37.369+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Artikel 1'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel 2'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Artikel 2'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Artikel'/><title type='text'>10 Nama-Nama Sahabat yang Dijamin Masuk Surga</title><content type='html'>&lt;span class="by"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;" class="entry"&gt;&lt;p&gt;&lt;a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://cdn.2lisan.com/wp-content/uploads/2010/07/Muhammad-arabic.jpg"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-2433" title="Muhammad arabic" src="http://cdn.2lisan.com/wp-content/uploads/2010/07/Muhammad-arabic.jpg" alt="Muhammad arabic 10 Nama Nama Sahabat yang Dijamin Masuk Surga" height="208" width="383" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sahabat Rasulullah SAW yang dijamin masuk surga berdasarkan &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/hadits/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with hadits"&gt;hadits&lt;/a&gt; berikut: Tercatat dalam “&lt;em&gt;ARRIYADH  ANNADHIRAH FI MANAQIBIL ASYARAH&lt;/em&gt;“ &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD6"&gt;dari&lt;/span&gt; sahabat Abu Dzar ra, bahwa  Rasulullah masuk ke &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/rumah/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with rumah"&gt;rumah&lt;/a&gt; Aisyah ra dan bersabda: “Wahai Aisyah, inginkah engkau mendengar kabar gembira?” Aisyah menjawab : “Tentu, ya Rasulullah.” Lalu &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD1"&gt;Nabi&lt;/span&gt; SAW bersabda, ”Ada &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/sepuluh/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with sepuluh"&gt;sepuluh&lt;/a&gt; &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD4"&gt;orang&lt;/span&gt; yang mendapat kabar  gembira masuk surga, yaitu : Ayahmu masuk surga dan kawannya &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD3"&gt;adalah&lt;/span&gt;  Ibrahim; Umar masuk surga dan kawannya Nuh; Utsman masuk surga dan  kawannya adalah aku; Ali masuk surga dan kawannya adalah Yahya bin  Zakariya; Thalhah masuk surga dan kawannya adalah Daud; Azzubair masuk  surga dan kawannya adalah Ismail; Sa’ad masuk surga dan kawannya adalah  Sulaiman; Said bin Zaid masuk surga dan kawannya adalah Musa bin Imran;  Abdurrahman bin Auf masuk surga dan kawannya adalah Isa bin Maryam; Abu  Ubaidah ibnul &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD2"&gt;Jarrah&lt;/span&gt; masuk surga dan kawannya adalah Idris  Alaihissalam.”&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/kisah/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kisah"&gt;Kisah&lt;/a&gt; singkat 10 Sahabat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. &lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.2lisan.com/agama/sahabat-agama/abu-bakar-as-sidiq/" target="_blank"&gt;Abu Bakar bin Abi  Qahafah (As siddiq)&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;, adalah seorang Quraisy dari kabilah yang  sama dengan Rasulullah, hanya berbeda keluarga. Bila &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/abu-bakar/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Abu Bakar"&gt;Abu Bakar&lt;/a&gt; berasal  dari keluarga Tamimi, maka Rasulullah berasal dari keluarga Hasyimi.  Keutamaannya, &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/abu-bakar/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Abu Bakar"&gt;Abu Bakar&lt;/a&gt; adalah seorang pedagang yang selalu menjaga  kehormatan diri. Ia seorang yang kaya, pengaruhnya besar &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD8"&gt;serta&lt;/span&gt; &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD11"&gt;memiliki&lt;/span&gt;  akhlaq yang &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/mulia/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with mulia"&gt;mulia&lt;/a&gt;. Sebelum datangnya &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD7"&gt;Islam&lt;/span&gt;, beliau adalah sahabat  Rasulullah yang memiliki karakter yang mirip dengan Rasulullah. Belum  pernah ada orang yang menyaksikan &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/abu-bakar/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Abu Bakar"&gt;Abu Bakar&lt;/a&gt; minum arak atau pun  menyembah berhala. Dia tidak pernah berdusta. Begitu &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD9"&gt;banyak&lt;/span&gt; kemiripan antara beliau dengan Rasulullah sehingga tak heran kemudian beliau menjadi khalifah pertama setelah Rasulullah wafat. Rasulullah selalu mengutamakan &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/abu-bakar/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Abu Bakar"&gt;Abu Bakar&lt;/a&gt; ketimbang para sahabatnya yang lain sehingga  tampak menojol di tengah tengah orang lain.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Jika ditimbang &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/keimanan/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with keimanan"&gt;keimanan&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/abu-bakar/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Abu Bakar"&gt;Abu Bakar&lt;/a&gt; dengan &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/keimanan/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with keimanan"&gt;keimanan&lt;/a&gt; seluruh &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/ummat/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with ummat"&gt;ummat&lt;/a&gt; niscaya akan lebih berat &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/keimanan/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with keimanan"&gt;keimanan&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/abu-bakar/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Abu Bakar"&gt;Abu Bakar&lt;/a&gt;. ”(HR. Al Baihaqi)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Al Qur’an pun banyak mengisyaratkan sikap dan tindakannya seperti  yang dikatakan dalam firmanNya, QS Al Lail 5-7, 17-21, Fushilat 30, At  Taubah 40. Dalam masa yang singkat sebagai Khalifah, &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/abu-bakar/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Abu Bakar"&gt;Abu Bakar&lt;/a&gt; &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD10"&gt;telah&lt;/span&gt;  banyak memperbarui kehidupan &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD12"&gt;kaum&lt;/span&gt; muslimin, memerangi &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/nabi/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with nabi"&gt;nabi&lt;/a&gt; palsu, dan  kaum muslimin yang tidak mau membayar zakat. Pada masa pemerintahannya  pulalah penulisan AlQur’an dalam lembaran-lembaran dimulai.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. &lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.2lisan.com/agama/sahabat-agama/umar-bin-khatab/" target="_blank"&gt;Umar Ibnul Khattab&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;, ia  berasal dari kabilah yang sama dengan Rasulullah SAW dan masih satu  kakek yakni Ka’ab bin Luai. Umar masuk Islam setelah bertemu dengan  adiknya Fatimah daan suami adiknya Said bin Zaid pada tahun keenam  kenabian dan sebelum Umar telah ada 39 orang lelaki dan 26 wanita yang  masuk Islam. Di kaumnya Umar dikenal sebagai seorang yang pandai  berdiskusi, berdialog, memecahkan permasalahan serta bertempramen kasar.  Setelah Umar masuk Islam, da’wah kemudian dilakukan secara  terang-terangan, begitupun di saat hijrah, Umar adalah segelintir orang  yang berhijrah dengan terang-terangan. Ia sengaja berangkat pada siang hari dan melewati gerombolan Quraisy. Ketika melewati mereka, Umar berkata, ”Aku akan meninggalkan Mekah dan menuju Madinah. Siapayang ingin menjadikan ibunya kehilangan putranya atau ingin anaknya menjadi yatim, silakan menghadang aku di belakang lembah ini!” Mendengar perkataan Umar tak seorangpunyang berani membuntuti apalagi mencegah  Umar. Banyak pendapat Umar yang dibenarkan oleh Allah dengan menurunkan firmanNya seperti saat peristiwa kematian Abdullah bin Ubay (QS 9:84), ataupun saat penentuan perlakuan terhadap tawanan saat perang Badar, pendapat Umar dibenarkan Allah dengan turunnya ayat 67 surat Al Anfal.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebagai khalifah, Umar adalah seorang yang sangat memperhatikan  kesejahteraan ummatnya, sampai setiap malam ia berkeliling khawatir  masih ada yang belum terpenuhi kebutuhannya, serta kekuasaan Islam pun  semakin meluas keluar jazirah Arab.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. &lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.2lisan.com/agama/sahabat-agama/utsman-bin-affan/" target="_blank"&gt;Utsman bin Affan&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;, sebuah  Hadits yang menggambarkan pribadi Utsman : “Orang yang paling kasih  sayang diantara ummatku adalah &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/abu-bakar/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Abu Bakar"&gt;Abu Bakar&lt;/a&gt;, dan paling teguh dalam menjaga  ajaran Allah adalah Umar, dan yang paling bersifat pemalu adalah  Utsman. (HR Ahmad, Ibnu Majah, Al Hakim, At Tirmidzi) Utsman adalah  seorang yang sangat dermawan, dalam sebuah persiapan pasukan pernah  Utsman yang membiayainya seorang diri. Setelah kaum muslimin hijrah,  saat kesulitan air, Utsmanlah yang membeli sumur dari seorang Yahudi  untuk kepentingan kaum muslimin. Pada masa kepemimpinannya Utsman  merintis penulisan Al Qur’an dalam bentuk mushaf, dari lembaran-lembaran  yang mulai ditulis pada masa pemerintahan Khalifah &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/abu-bakar/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Abu Bakar"&gt;Abu Bakar&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Sahabat berikutnya adalah &lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.2lisan.com/agama/sahabat-agama/ali-bin-abu-tholib/" target="_blank"&gt;Ali bin  Abi Thalib&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;, pemuda pertama yang masuk Islam, ia yang  menggantikan posisi Rasulullah di tempat tidurnya saat beliau hijrah,  Ali yang dinikahkan oleh Rasulullah dengan putri kesayangannya Fatimah,  Ali yang sangat sederhana kehidupannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;5. Sahabat kelima yang  dijamin oleh Rasulullah SAW masuk surga adalah &lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.2lisan.com/agama/sahabat-agama/abu-thalhah/" target="_blank"&gt;Thalhah bin Ubaidillah&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; yang pada Uhud  terkena lebih dari tujuh puluh tikaman atau panah serta jari tangannya  putus. Namun Thalhah yang berperawakan kekar serta sangat kuat inilah  yang melindungi Rasulullah disaat saat genting, beliau memapah  Rasulullah yang tubuhnya telah berdarah menaiki bukit Uhud yang berada  di ujung medan pertempuran saat kaum musyrikin pergi meninggalkan medan  peperangan karena mengira Rasulullah telah wafat. Saat itu Thalhah  berkata kepada Rasulullah, ”Aku tebus engkau ya Rasulullah dengan ayah  dan ibuku.” Nabi tersenyum seraya berkata, ”Engkau adalah Thalhah kebajikan.” Sejak itu Beliau mendapat julukan Burung Elang hari Uhud. Rasulullah pernah berkata kepada para sahabatnya, ”Orang ini termasuk  yang gugur dan barang siapa yang senang melihat seorang yang syahid  berjalan di muka bumi maka lihatlah Thalhah.”&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;6. &lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.2lisan.com/agama/sahabat-agama/az-zubair-bin-al-awwam/" target="_blank"&gt;Azzubair bin Awwam&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;,  sahabat yang berikutnya, adalah sahabat karib dari Thalhah. Beliau  muslim pada usia lima belas tahun dan hjrah pada usia delapan belas  tahun, dengan siksaan yang ia terima dari pamannya sendiri. Kepahlawanan Azzubair ibnul Awwam pertama terlihat dalam Badar saat ia berhadapan dengan Ubaidah bin Said Ibnul Ash. Azzubair ibnul Awwam berhasil menombak kedua matanya sehingga akhirnya ia tersungkur tak bergerak lagi, hal ini membuat pasukan Quraisy ketakutan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah sangat mencintai Azzubair ibnul Awwam beliau pernah  bersabda, ”Setiap &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/nabi/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with nabi"&gt;nabi&lt;/a&gt; memiliki pengikut pendamping yang setia (hawari),  dan hawariku adalah Azzubair ibnul Awwam.” Azzubair ibnul Awwam adalah  suami Asma binti &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/abu-bakar/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Abu Bakar"&gt;Abu Bakar&lt;/a&gt; yang mengantarkan makanan pada Rasul saat beliau hijrah bersama ayahnya. Pada masa pemerintahan Umar, saat panglima perang menghadapi tentara Romawi di Mesir Amr bin Ash meminta bala bantuan pada Amirul Mu’minin, Umar mengirimkan empat ribu prajurityang dipimpin oleh empat orang komandan, dan ia menulis surat yang  isinya, ”Aku mengirim empat ribu prajurit bala bantuan yang dipimpin  empat orang sahabat terkemuka dan masing-masing bernilai seribu orang.  Tahukah anda siapa empat orang komandan itu? Mereka adalah Ubadah ibnu Assamit, Almiqdaad ibnul Aswad, Maslamah bin Mukhalid, dan Azzubair bin Awwam.” Demikianlah dengan izin Allah, pasukankaum muslimin berhasil  meraih kemenangan. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;7. Adalah &lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.2lisan.com/agama/sahabat-agama/abdurrahman-bin-auf/" target="_blank"&gt;Abdurrahman bin Auf&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;,  yang disebutkan berikutnya, adalah seorang pedagang yang sukses, namun  saat berhijrah ia meninggalkan semua harta yang telah ia usahakan sekian  lama. Namun saat telah di Madinahpun beliau kembali menjadi seorang  yang kaya raya, dan saat beliau meninggal, wasiat beliau adalah agar setiap peserta perang Badar yang masih hidup mendapat empat ratus dinar, sedang yang masih hidup saat itu sekitar seratusorang , termasuk Ali dan Utsman. Beliaupun berwasiat agar sebagian hartanya diberikan kepada ummahatul muslimin, sehingga Aisyah berdoa: “Semoga Allah memberi minum kepadanya airdari mata air Salsabil di surga.” &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;8. Sahabat yang disebutkan berikutnya adalah &lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.2lisan.com/agama/sahabat-agama/saad-bin-abu-waqas/" target="_blank"&gt;Saad bin Abi Waqqash&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;, orang pertama yang terkena panah fisabilillah, seorang yang keislamannya sangat dikecam oleh ibunya, namun tetap tabah, dan kukuh pada keislamannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;9. &lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.2lisan.com/agama/sahabat-agama/said-bin-zaid/" target="_blank"&gt;Said bin Zaid&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;, adik ipar  Umar, adalah orang yang dididik oleh seorang ayah yang beroleh bihayah  Islam tanpa melalui kitab atau &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/nabi/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with nabi"&gt;nabi&lt;/a&gt; mereka seperti halnya Salman Al  Farisi, dan Abu Dzar Al Ghifari. Banyak orang yang lemah berkumpul di &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/rumah/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with rumah"&gt;rumah&lt;/a&gt; mereka untuk memperoleh ketenteraman dan keamanan, serta  penghilang rasa lapar, karena Said adalah seorang sahabat yang dermawan  dan murah tangan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;10. Nama terakhir yang meraih jaminan surga adalah &lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.2lisan.com/agama/sahabat-agama/abu-ubaidah-bin-al-jarrah/" target="_blank"&gt;Abu Ubaidah Ibnul Jarrah&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;, yang akhirnya terpaksa membunuh ayahnya saat Badar, sehingga Allah menurunkan QS Al Mujadilah : 22. Begitupun dalam perang Uhud, Abu Ubaidahlah yang mencabut besi tajam yang menempel pada kedua rahang Rasulullah, dan dengan begitu beliau rela kehilangan giginya. Abu Ubaidah mendapat gelar dari Rasulullah sebagai pemegang amanat &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/ummat/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with ummat"&gt;ummat&lt;/a&gt;, seperti dalam sabda  beliau : “Tiap-tiap &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/ummat/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with ummat"&gt;ummat&lt;/a&gt; ada orang pemegang amanat, dan pemegang amanat &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/ummat/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with ummat"&gt;ummat&lt;/a&gt; ini adalah Abu Ubaidah Ibnul Jarrah.”&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.2lisan.com&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-4965604482101842538?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/4965604482101842538/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/11/10-nama-nama-sahabat-yang-dijamin-masuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/4965604482101842538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/4965604482101842538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/11/10-nama-nama-sahabat-yang-dijamin-masuk.html' title='10 Nama-Nama Sahabat yang Dijamin Masuk Surga'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-2234586420301816083</id><published>2010-11-09T13:03:00.002+07:00</published><updated>2010-11-09T13:12:56.463+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Artikel 1'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel 2'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Artikel 2'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Artikel'/><title type='text'>25 Pertanyaan untuk calon istri</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://cdn.2lisan.com/wp-content/uploads/2010/03/smile0111.jpg"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-558" title="smile011" src="http://cdn.2lisan.com/wp-content/uploads/2010/03/smile0111.jpg" alt="smile0111 25 Pertanyaan untuk calon istri" height="359" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Dzikrullah dan Khadijah Haawarij dalam Majalah Alia No.02 th IV.&lt;br /&gt;————————————————————————————————————————–&lt;br /&gt;Anda tertarik pada semua karakternya. anda ingin berkenalan lebih dalam. Tujuannya untuk menjajaki apakah hubungan suami isteri yg suci dan dahsyat itu bisa dibangun bersama anda. Anda berdua sudah saling bertukar &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD3"&gt;curriculum&lt;/span&gt; vitae, kawan-kawan dan kerabat sudah saling bertukar&lt;p style="text-align: justify;"&gt;informasi kepada anda dan dia. Anda ingin bertemu dan mengajukan beberapa pertanyaan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berwudhu’-lah dulu, laksanakan shalat sunnat dua rakaat, mintalah Allah merengkuh anda dan mengendalikan lisan serta gerak-gerik anda.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ucapkanlah ta’awudz, dan bismillah dg jelas di hadapannya, lalu ajukan pertanyaan2 dibawah ini sambil menggantungkan diri anda hanya kepada Allah yg telah menciptakan anda dan dia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Bagaimana anda pertama kali mengenal Allah? Tolong ceritakan sedetil mungkin.&lt;br /&gt;2. Siapakah laki2 yg paling anda cintai? (jawabannya haruslah &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/rasulullah-shallallohu/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Rasulullah Shallallohu"&gt;Rasulullah Shallallohu&lt;/a&gt; ‘&lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/alaihi-wa-sallam/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with alaihi wa sallam"&gt;alaihi wa sallam&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;3. Bagaimana cara anda mempelajari al-qur-an dan bagaimana cara anda mengajarkan al-quran kepada &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD2"&gt;orang&lt;/span&gt; lain.&lt;br /&gt;4. Seorang suami bertanggung jawab atas keselamatan istrinya dunia-akherat. Pada saat yg sama, dia harus menempatkan ibunya sebagai wanita utama dalam hidupnya, yg merupakan kuncinya mendapatkan syurga. &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/apa-saran-anda/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with apa saran anda"&gt;apa saran anda&lt;/a&gt; supaya keduanya bisa terjaga dengan baik.&lt;br /&gt;5. Tolong sebutkan 5 hal terpenting yg anda harapkan dari &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/seorang-suami/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with seorang suami"&gt;seorang suami&lt;/a&gt;. Apapun jawabannya akan menggambarkan akidahnya, akhlaqnya, wawasannya, dan cita2 hidupnya.&lt;br /&gt;6. Apa saja kelemahan yg menurut anda tdk bisa &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/anda-terima/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with anda terima"&gt;anda terima&lt;/a&gt; dari seorang calon suami.&lt;br /&gt;7. Apa yang anda fahami tentang taat kepada suami karena Allah Subhanahu wa ta’ala? Bagaimana anda akan melaksanakannya?&lt;br /&gt;8. Kalau suami anda menyakiti anda dengan kata-katanya, apa yg akan anda lakukan?&lt;br /&gt;9. Kalau suami anda memukul anda dengan tangannya, &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/apa-yang/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with apa yang"&gt;apa yang&lt;/a&gt; akan anda lakukan?&lt;br /&gt;10. kalau suami anda tertarik pada wanita lain, &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/apa-yang/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with apa yang"&gt;apa yang&lt;/a&gt; akan anda lakukan?&lt;br /&gt;11. Tolong ceritakan bagaimana hubungan anda dengan Allah saat ini&lt;br /&gt;12. Dalam seminggu terakhir, Berapa kali anda gagal bangun shalat malam/ tahajjud?13. Dalam seminggu terakhir, Berapa hari yg anda lewatkan tanpa bershodaqoh atau berinfaq untukorang miskin dan sabilillah?&lt;br /&gt;14. Tolong sebutkan 5 langkah pertama dan yang akan anda lakukan secara istiqomah untuk membangun rumah tangga yang taat kpada Allah dan Rasul-Nya? Kenapa anda memilih ke-5 langkah tersebut ? Bagaimana cara anda melaksanakannya?&lt;br /&gt;15. Sebagai suami, ada 3 hal yg insyaAllah akan selalu saya perbaiki dalam diri saya secara bersungguh2 sampai saya mati yaitu ibadah, ilmu dan ‘amal shalih saya. Apa saran anda untuk saya?&lt;br /&gt;16. Tentang Ayah dan Ibu anda, ceritakan sebanyak mungkin hal penting yg menurut anda perlu saya ketahui tentang beliau?&lt;br /&gt;17. Sejak anda dewasa, pernahkah anda membuat beliau berdua sangat marah? Apa sebabnya? Apa yg anda lakukan setelah itu?&lt;br /&gt;18. Dalam seminggu terakhir, berapa kali anda mencium tangan dan memeluknya dengan mesra? Kalau anda tinggal kota dengan beliau, berapa kali anda menelponnya dalam seminggu terakhir? Apa kata2 yang paling sering anda sampaikan ke beliau sebelum anda menutup telepon?&lt;br /&gt;19. Jika Ayah anda melakukan kesalahan, apa yg anda lakukan utk mengingatkannya?&lt;br /&gt;20. Menurut anda, adakah hal tertentu dari Ayah anda- apakah itu perkataan maupun perbuatan- yang sangat mempengaruhi cara anda menghadapi &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/dan-memperlakukan/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with dan memperlakukan"&gt;dan memperlakukan&lt;/a&gt; lelaki, terutama kelak suami anda? Apakah itu?&lt;br /&gt;21. Jika kelak terjadi pertengkaran atau ketegangan antara Ayah anda dan suami anda, apa yg akan anda lakukan?&lt;br /&gt;22. Apa saja yg menurut anda bisa menghancurkan sebuah hubungan suami isteri? Apa rencana anda untuk menghindarinya?&lt;br /&gt;23. Apa saja menurut anda bisa menggagalkan sebuah rumah tangga dalam menghasilkan anak2 yg shalih? Apa rencana anda utk menghindarinya?&lt;br /&gt;24. Ttg mencari nafkah, kalau pendapatan ekonomi RT anda kurang memadai, Apa yg akan anda lakukan?&lt;br /&gt;25. Bagaimana mati yg anda inginkan? Apa rencana2 anda utk itu?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mudah-mudahan Allah &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/subhanahu-wa/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with subhanahu wa"&gt;subhanahu wa&lt;/a&gt; ta’ala membuka segala sesuatu yang paling mendasar, untuk anda ketahui tentang dia, lewat pertanyaan-pertanyaan diatas. Tetapi ada satu hal kecil yang perlu anda lakukan sebelum anda bertemu dia. Pergilah kedepan cermin, pandangilah bayangan&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;mata anda, lalu tanyakan satu persatu pertanyaan diatas tadi kepada diri anda sendiri, dan jawablah dengan jujur.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;www.2lisan.com&lt;br /&gt;       &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-2234586420301816083?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/2234586420301816083/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/11/25-pertanyaan-untuk-calon-istri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/2234586420301816083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/2234586420301816083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/11/25-pertanyaan-untuk-calon-istri.html' title='25 Pertanyaan untuk calon istri'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-6212367358090657784</id><published>2010-11-09T13:00:00.002+07:00</published><updated>2010-11-09T13:13:11.365+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Artikel 1'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel 2'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Artikel 2'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Artikel'/><title type='text'>25 Pertanyaan untuk calon suami</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="by"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;" class="entry"&gt;&lt;p&gt;&lt;a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://cdn.2lisan.com/wp-content/uploads/2010/03/2Lisan-21.jpg"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-562" title="2Lisan (2)" src="http://cdn.2lisan.com/wp-content/uploads/2010/03/2Lisan-21.jpg" alt="2Lisan 21 25 Pertanyaan untuk calon suami" height="346" width="264" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Penulis: Dzikrullah dan Khadijah Haawarij dalam Majalah Alia No.02 th IV&lt;br /&gt;————————————————————————————————————————–&lt;br /&gt;Jangan hanya bertanya tentang penghasilan, &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/hobby-atau/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with hobby atau"&gt;hobby atau&lt;/a&gt; dimana akan &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/membangun-rumah/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with membangun rumah"&gt;membangun rumah&lt;/a&gt;. Tanyakanlah hal2 yg jauh lebih penting kepada calon suami- misalnya, sedalam apa cintanya kepada Allah…&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dia ingin berkenalan lebih jauh dengan anda. Tujuannya untuk menjajaki apakah hubungan suami isteri ygsuci dan dahsyat itu bisa dibangun bersama anda. Anda berdua sudah saling bertukar &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD1"&gt;curriculum&lt;/span&gt; vitae, kawan-kawan dan kerabat sudah saling bertukar informasi kepada anda dan dia. Dia ingin bertemu dan mengajukan beberapa pertanyaan. Sebaliknya, dia juga siap membuka dirinya untuk ditanya-tanya oleh anda.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berwudhu’-lah dulu, laksanakan shalat sunnat dua rakaat, mintalah Allah merengkuh anda dan mengendalikan lisan serta &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/gerak-gerik-anda/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with gerak-gerik anda"&gt;gerak-gerik anda&lt;/a&gt;. Ucapkanlah ta’awudz, dan &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/bismillah/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with bismillah"&gt;bismillah&lt;/a&gt; dg jelas di hadapannya, lalu ajukan pertanyaan2 dibawah ini sambil menggantungkan diri anda hanya kepada Allah yg telah menciptakan anda dan dia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Bagaimana anda pertama kali mengenal Allah? Tolong ceritakan sedetil mungkin.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/kapan-pertama/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Kapan pertama"&gt;Kapan pertama&lt;/a&gt; kali anda bertaubat yg sungguh sungguh? Kalau boleh tahu, kesalahan apakah yang anda mintakan ampun kpada Allah waktu itu? Pernahkah anda mengulangi kesalahan itu? Apa yg akan mungkin membuat anda terjerumus lagi pada kesalahan itu di masa mendatang? (jika dia menganggap itu aib yang anda tak perlu tahu, jangan sekali-kali anda mendesaknya untuk menjawab. Tunjukkan rasa hormat anda atas pilihannya untuk tidak menjawab).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Adakah kesalahan kepada Allah yang selalu anda lakukan dan sampai &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/hari-ini/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with hari ini"&gt;hari ini&lt;/a&gt; belum anda mintakan ampun kpada Allah? Kalau boleh tahu kesalahan apakah itu? (Begitu juga yang ini)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Seberapa sering anda ingkar kepada Allah terutama kalau sedang sendirian? Dalam bentuk apa keingkaran anda itu? (Begitu juga yang ini)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;5. Tolong ceritakan bagaimana hubungan anda dengan Allah saat ini&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;6. Dalam seminggu terakhir, Berapa kali anda gagal mengikuti shalat fardhu berjamaah sesudah adzan berkumandang? Kenapa?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;7. Dalam seminggu terakhir, Berapa kali anda gagal membaca Quran minimal 50 ayat per hari? Kenapa?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;8. Dalam seminggu terakhir, Berapa kali anda gagal bangun shalat malam/ tahajjud?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;9. Dalam seminggu terakhir, Berapa hari yg anda lewatkan tanpa bershodaqoh atau berinfaq untuk &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD2"&gt;orang&lt;/span&gt; miskin dan sabilillah?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;10. Tolong sebutkan 5 langkah pertama dan yang akan anda lakukan secara istiqomah untuk &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/membangun-rumah/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with membangun rumah"&gt;membangun rumah&lt;/a&gt; tangga yang taat kpada Allah dan Rasul-Nya? Kenapa anda memilih ke-5 langkah tersebut ? Bagaimana cara anda melaksanakannya?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;11. Saya mau buka rahasia. Sebenarnya, saya sudah memiliki seorang laki-laki yang sangat saya cintai. Orangnya kalem, pintar, ganteng, dan sangat sopan. Hanya kepada dia saya memberikan cinta saya lebih dari kepada lelaki lain. Bersediakah anda mengizinkan saya melanjutkan cinta saya kepada lelaki ini, kalau anda suami saya? (Biarkan dia salah tingkah dulu. Mungkin juga dia akan menjawab secara emosional. Perhatikan mimic wajahnya, wajah seperti itulah yang akan anda lihat setiap kali kelak anda bertengkar dan mengingatkan dia dengan ayat Allah atau hadist Rasulullah. Setelah anda merekam mimic wajahnya, barulah anda katakana…)laki-laki itu bernama Muhammad shallallohu ‘alaihi wa sallam. Bagaimana caranya supaya saya semakin mencintai beliau, lebih dari saya mencintai suami saya?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;12. Apa saja rencana anda dalam menghidupkan sunnah nabi Muhammad Shallallohu ‘alaihi wa sallam dalam rumah tangga yang akan anda bangun? Bagaimana anda akan melaksanakannya?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;13. Ada 3 hal yg insyaAllah akan selalu saya perbaiki dalam diri saya secara bersungguh2 sampai saya mati yaitu ibadah, ilmu dan ‘amal shalih saya. Apa saran anda untuk saya?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;14. Tentang Ibu anda, ceritakan sebanyak mungkin hal penting yg menurut anda perlu saya ketahui tentang beliau?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;15. Sejak anda dewasa, pernahkah anda membuat beliau sangat marah? Apa sebabnya? Apa yg anda lakukan setelah itu?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;16. Dalam seminggu terakhir, berapa kali anda mencium tangan dan memeluknya dengan mesra? Kalau anda tinggal kota dengan beliau, berapa kali anda menelponnya dalam seminggu terakhir? Apa kata2 &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/yang-paling/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with yang paling"&gt;yang paling&lt;/a&gt; sering anda sampaikan ke beliau sebelum anda menutup telepon?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;17. Jika Ibu anda melakukan kesalahan, apa yg anda lakukan utk mengingatkannya?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;18. Menurut anda, adakah hal tertentu dari ibu anda- apakah itu perkataan maupun perbuatan- yang sangat mempengaruhi cara anda memperlakukan wanita, terutama kelak isteri anda? Apakah itu?&lt;br /&gt;19. Jika kelak terjadi pertengkaran atau ketegangan antara Ibu dan isteri anda, apa yg akan anda lakukan?&lt;br /&gt;20. Tentang Ayah anda, ceritakan hal2 penting yg menurut anda perlu saya ketahui ttg beliau?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;21. Apa saja yg menurut anda bisa menghancurkan sebuah hubungan suami isteri? Apa rencana anda untuk menghindarinya?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;22. Apa saja menurut anda bisa menggagalkan sebuah rumah tangga dalam menghasilkan anak2 yg shalih? Apa rencana anda utk menghindarinya?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;23. Ttg mencari nafkah, kalau pendapatan ekonomi RT anda kurang memadai, jenis pekerjaan apa yg sebaiknya dilakukan oleh isteri anda utk membantu mencari nafkah?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;24. Ta’adud ( menikahi lebih dari satu isteri) merupakan salah satu aturan Allah yg &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/maha-sempurna/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Maha sempurna"&gt;Maha sempurna&lt;/a&gt;, berikut syarat dan akibat2nya baik utk laki2 dan perempuan. Apa pandangan anda ttg ta’addud?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;25. Bagaimana mati yg &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/anda-inginkan/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with anda inginkan"&gt;anda inginkan&lt;/a&gt;? Apa rencana2 anda utk itu?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mudah-mudahan Allah subhanahu wa ta’ala membuka segala sesuatu &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/yang-paling/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with yang paling"&gt;yang paling&lt;/a&gt; mendasar, untuk anda ketahui tentang dia, lewat pertanyaan-pertanyaan diatas. Tetapi ada satu hal kecil yang perlu anda lakukan sebelum anda bertemu dia. Pergilah kedepan cermin, pandangilah bayangan mata anda, lalu tanyakan satu persatu pertanyaan diatas tadi kepada diri anda sendiri, dan jawablah dengan jujur.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.2lisan.com&lt;br /&gt;      &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-6212367358090657784?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/6212367358090657784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/11/25-pertanyaan-untuk-calon-suami.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/6212367358090657784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/6212367358090657784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/11/25-pertanyaan-untuk-calon-suami.html' title='25 Pertanyaan untuk calon suami'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-3233288265713646933</id><published>2010-11-09T12:59:00.002+07:00</published><updated>2010-11-09T13:13:26.660+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Artikel 1'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel 2'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Artikel 2'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Artikel'/><title type='text'>Penyebab Kebanyakan Wanita Masuk Neraka</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="highslide"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-2982" title="neraka21" src="http://cdn.2lisan.com/wp-content/uploads/2010/10/neraka21.jpg" alt="neraka21 Penyebab Kebanyakan Wanita Masuk Neraka" height="278" width="424" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sahabat yang dirahmati Allah,&lt;br /&gt;Suatu perkara yang pasti bahawa Syurga dan Neraka adalah dua tempat &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/balasan/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with balasan"&gt;balasan&lt;/a&gt; yang Allah s.w.t. ciptakan. Syurga diciptakanNya sebagai tempat tinggal yang abadi bagi kaum Muslimin dan Muslimat dan Neraka sebagai tempat tinggal bagi kaum Musyrikin, Musyrikat dan pelaku dosa yang Allah s.w.t. telah melarang darinya. Setiap Muslim yang mengerti keadaan Syurga dan Neraka tentunya sangat berharap untuk dapat menjadi penghuni Syurga dan terhindar jauh dari Neraka, inilah &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/fitrah/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with fitrah"&gt;fitrah&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Membicarakan tentang Neraka dan penghuninya, yang mana mayoritas penghuninya adalah wanita kerana sebab-sebab yang akan dijelaskan nanti.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebelum kita mengenal wanita-wanita penghuni Neraka alangkah baiknya jika kita menoleh kepada peringatan-peringatan Allah s.w.t. di dalam Al Quran tentang Neraka dan azab yang tersedia di dalamnya dan perintah untuk menjaga diri daripadanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Allah s.w.t. berfirman yang maksudnya :&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/kasar/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with kasar"&gt;kasar&lt;/a&gt;, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Surah At Tahrim ayat 6)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Imam At-Tobari (rahimahu ‘Llah) menyatakan di dalam tafsirnya : “Ajarkanlah kepada keluargamu amalan ketaatan yang dapat menjaga diri mereka dari Neraka.”&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ibnu Abbas r.a juga mentafsirkan ayat ini : “Beramallah kamu dengan ketaatan kepada Allah, takutlah kamu untuk bermaksiat kepadaNya dan perintahkan &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/keluarga/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with keluarga"&gt;keluarga&lt;/a&gt; kamu untuk berzikir, nescaya Allah menyelamatkan  kamu dari Neraka.”&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Masih banyak tafsir para sahabat dan ulama lainnya yang menganjurkan  kita untuk menjaga diri dan &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/keluarga/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with keluarga"&gt;keluarga&lt;/a&gt; dari Neraka dengan mengerjakan  amalan &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/soleh/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with soleh"&gt;soleh&lt;/a&gt; dan menjauhi maksiat kepada Allah s.w.t.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di dalam &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/surah/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with surah"&gt;surah&lt;/a&gt; lainnya Allah s.w.t. berfirmanyang bermaksud :&lt;br /&gt;“Peliharalah dirimu dari Neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (Surah Al Baqarah ayat 24)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sahabat yang dimuliakan, Begitu pula dengan ayat-ayat lainnya yang juga menjelaskan keadaan Neraka dan perintah untuk menjaga diri daripadanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kedahsyatan dan kengerian Neraka juga dinyatakan Rasulullah s.a.w di  dalam hadis yang sahih dari &lt;a title="Abu Hurairah" href="http://www.2lisan.com/agama/sahabat-agama/abu-hurairah/"&gt;Abu Hurairah&lt;/a&gt; r.a bahawasanya baginda  bersabdayang bermaksud :&lt;br /&gt;“Api kamu yang dinyalakan oleh anak cucu Adam ini hanyalah satu bahagian dari 70 bahagian Neraka Jahanam.”&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jikalau api dunia saja dapat menghanguskan tubuh kita, bagaimana dengan api Neraka yang panasnya 70 kali ganda dibandingkan dengan panas api dunia? Semoga Allah S.W.T. menyelamatkan kita dari api Neraka.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;WANITA PENGHUNI NERAKA&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mengenai hal ini, Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud :&lt;br /&gt;“Aku melihat ke dalam Syurga maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah fuqara’ (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam Neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penghuninya adalah wanita.” (Hadis Riwayat Al- Bukhari dan Muslim)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hadis ini menjelaskan kepada kita apa yang disaksikan oleh Rasulullah s.a.w tentang penghuni Syurga yang majoritinya adalah fuqara (para fakir miskin) dan Neraka yang majoriti penghuninya adalah wanita. Tetapi hadis ini tidak menjelaskan sebab-sebab yang menyebabkan mereka dimasukkan ke dalam Neraka dan menjadi majoriti penghuninya, namun demikian sebab-sebab tersebut disebutkan dalam hadis lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di dalam kisah solat gerhana matahari, Rasulullah s.a.w. dan para sahabatnya melakukan solat gerhana padanya dengan solat yang panjang , Rasulullah s.a.w melihat Syurga dan Neraka. Ketika beginda melihat Neraka beginda bersabda kepada para sahabatnya:&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“ … dan aku melihat Neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita. Para sahabat pun bertanya : “Mengapa (demikian) wahai Rasulullah?” Baginda s.a.w menjawab : “Kerana kekufuran mereka.” Kemudian ditanya lagi : “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Baginda menjawab : “Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) nescaya dia akan berkata : ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (Hadis Riwayat Imam Al-Bukhari)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam hadis yang lain, Rasulullah s.a.w menjelaskan tentang wanita penghuni Neraka, baginda bersabda :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“ … dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya mereka telanjang, melenggak-lenggokkan kepala mereka kerana sombong dan berpaling dari ketaatan kepada Allah dan suaminya, kepala mereka seakan-akan seperti bunggul unta. Mereka tidak masuk Syurga dan tidak mendapatkan wanginya Syurga padahal wanginya boleh didapati dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (Hadis Riwayat Muslim dan Ahmad)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari Imran bin Husain dia berkata, Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud :&lt;br /&gt;“Sesungguhnya penduduk Syurga yang paling sedikit adalah wanita.”&lt;br /&gt;(Hadis Riwayat Muslim dan Ahmad)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Imam Qurthubi (rahimahu ‘Llah) menjelaskan maksud hadis di atas dengan pernyataannya :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Penyebab sedikitnya kaum wanita yang masuk Syurga adalah hawa nafsu yang mendominasi pada diri mereka, kecondongan mereka kepada kesenangan-kesenangan dunia, dan berpaling dari akhirat kerana kurangnya akal mereka dan mudahnya mereka untuk tertipu dengan kesenangan-kesenangan dunia yang menyebabkan mereka lemah untuk beramal. Kemudian mereka juga sebab yang paling kuat untuk memalingkan kaum lelaki dari akhirat disebabkan adanya hawa nafsu dalam diri mereka, kebanyakan dari mereka memalingkan diri-diri mereka dan selain mereka dari akhirat, cepat tertipu jika diajak kepada penyelewengan terhadap agama dan sulit menerima jika diajak kepada akhirat.”&lt;br /&gt;(Jahannam Ahwaluha wa Ahluha halaman 29-30 dan At Tazkirah halaman 369)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jika kita perhatikan keterangan dan hadith di atas dengan insaf, nescaya kita akan dapati beberapa sebab yang menjerumuskan kaum wanita ke dalam Neraka bahkan menjadi majoriti penghuniya dan yang menyebabkan mereka menjadi golongan minoriti dari penghuni Syurga.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;1. Kufur Terhadap Suami dan Kebaikan-Kebaikannya : &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah s.a.w menjelaskan hal ini pada sabda baginda di atas tadi. Kekufuran seumpama ini terlalu banyak kita dapati di tengah-tengah &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/keluarga/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with keluarga"&gt;keluarga&lt;/a&gt; kaum muslimin, iaitu seorang isteri yang mengingkari kebaikan-kebaikan suaminya selama sekian waktu yang panjang hanya dengan sikap suami yang tidak sesuai dengan kehendak isteri sebagaimana kata pepatah,’panas setahun dihapus oleh hujan sehari’. Padahal yang harus dilakukan oleh seorang isteri ialah bersyukur terhadap apa yang diberikan suaminya, janganlah ia mengkufuri kebaikan-kebaikan suami kerana Allah s.w.t. tidak akan melihat isteri seumpama ini sebagaimana dijelaskan Rasulullah s.a.w :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Allah tidak akan melihat kepada wanita yang tidak mensyukuri apa yang ada pada suaminya dan tidak merasa cukup dengannya.”&lt;br /&gt;(Hadis Riwayat Nasaie)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hadis di atas adalah peringatan keras bagi kaum wanita muslimah yang menginginkan keredhaan Allah s.w.t. dan SyurgaNya. Maka tidak layaklah bagi wanita yang mengharapkan akhirat untuk mengkufuri kebaikan-kebaikan suaminya dan nikmat-nikmat yang diberikannya atau meminta dan banyak mengadukan hal-hal kekurangan yang tidak sepatutnya untuk diperbesar-besarkan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jika sedemikian keadaannya, maka sangat tidak sesuai sekali jika wanita yang kufur terhadap suaminya serta kebaikan-kebaikannya dikatakan Rasulullah s.a.w sebagai majoriti kaum yang masuk ke dalam Neraka walaupun mereka tidak kekal didalamnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Cukup sekiranya isteri-isteri Rasulullah s.a.w dan para sohabiyah sebagai suri tauladan bagi isteri-isteri kaum muslimin dalam mensyukuri kebaikan-kebaikan yang diberikan suaminya kepadanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;2. Durhaka Terhadap Suami &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kedurhakaan yang dilakukan seorang isteri terhadap suaminya pada umumnya berupa tiga bentuk kedurhakaan yang sering kita jumpai pada kehidupan masyarakat kaum Muslimin. Tiga bentuk kedurhakaan itu adalah :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Derhaka dengan ucapan.&lt;br /&gt;2. Derhaka dengan perbuatan.&lt;br /&gt;3. Derhaka dengan ucapan dan perbuatan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bentuk pertama ialah seorang isteri yang biasanya berucap dan bersikap baik kepada suaminya serta segera memenuhi panggilannya, tiba-tiba berubah sikap dengan berbicara &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/kasar/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with kasar"&gt;kasar&lt;/a&gt; dan tidak segera memenuhi panggilan suaminya. Atau ia memenuhinya tetapi dengan wajah yang menunjukkan rasa tidak senang atau lambat mendatangi suaminya. Kederhakaan seperti ini sering dilakukan seorang isteri ketika ia lupa atau memang sengaja melupakan ancaman-ancaman Allah terhadap sikap ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Termasuk bentuk kederhakaan ini ialah apabila seorang isteri membicarakan perbuatan suami yang tidak ia sukai kepada teman-teman atau keluarganya tanpa sebab yang dibenarkan oleh syara’. Atau ia menuduh suaminya dengan tuduhan-tuduhan yang bermaksud untuk menjatuh dan merosak kehormatannya sehingga suaminya dipandang hina di mata orang lain. Begitu juga apabila seorang isteri meminta talak atau di khulu’ (dicerai) tanpa sebab syar’i. Atau ia mendakwa telah dianiaya atau dizalimi suaminya atau lain-lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Permintaan cerai biasanya di awali dengan pertengkaran antara suami dan isteri kerana ketidakpuasan isteri terhadap kebaikan dan usaha suami. Atau yang lebih menyedihkan lagi bila hal itu dilakukannya kerana suaminya berusaha mengamalkan syari’at-syari’at Allah s.w.t. dan sunnah-sunnah Rasulullah s.a.w. Sungguh hina sekali apa yang dilakukan isteri seperti ini terhadap suaminya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ingatlah sabda Rasulullah s.a.w :&lt;br /&gt;“Wanita mana saja yang meminta cerai pada suaminya tanpa sebab (yang syar’ie) maka haram baginya mencium wangi Syurga.” (Hadis Riwayat Abu Daud dan At-Tirmizi )&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bentuk kederhakaan kedua yang dilakukan para isteri terjadi apabila seorang isteri tidak mahu melayani keperluan batiniyah suaminya atau bermuka masam ketika melayaninya atau menghindari suami ketika hendak disentuh dan dicium atau menutup pintu ketika suami hendak mendatanginya dan yang seumpamanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Termasuk dari bentuk ini ialah apabila seorang isteri keluar rumah tanpa izin suaminya walaupun hanya untuk mengunjungi kedua orang tuanya. Tindakan ini sebenarnya adalah seakan-akan seorang isteri lari dari rumah suaminya tanpa sebab syar’ie. Demikian pula jika isteri enggan untuk bersafar (melakukan perjalanan) bersama suaminya, mengkhianati suami dan hartanya, membuka dan menampakkan apa yang seharusnya ditutupi dari anggota tubuhnya (aurat), menerima tetamu tanpa izin suaminya, berjalan di tempat umum dan pasar-pasar tanpa mahram, bersenda gurau atau berbicara lemah-lembut penuh mesra kepada lelaki yang bukan mahramnya dan yang lain-lain.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Begiti juga apabila seorang isteri tidak mau berdandan atau mempercantikkan diri untuk suaminya padahal suaminya menginginkan hal-hal itu, melakukan puasa sunat tanpa izin suaminya, meninggalkan hak-hak Allah seperti solat atau puasa Ramadhan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Maka setiap isteri yang melakukan perbuatan-perbuatan seperti tersebut adalah isteri yang durhaka terhadap suami dan telah melakukan maksiat kepada Allah s.w.t. Jika kedua bentuk kederhakaan ini dilakukan sekaligus oleh seorang isteri maka ia dikatakan sebagai isteri yang derhaka dengan ucapan dan perbuatannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sungguh rugi wanita yang melakukan kederhakaan ini. Mereka lebih memilih jalan ke Neraka daripada jalan ke Syurga kerana memang biasanya wanita yang melakukan kederhakaan-kederhakaan ini tergoda oleh angan-angan dan kesenangan dunia yang menipu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jalan menuju Syurga tidaklah dihiasi dengan bunga-bunga yang indah, melainkan dipenuhi dengan rintangan-rintangan yang berat untuk dilalui oleh manusia kecuali orang-orang yang diberi ketegaran iman oleh Allah. Tetapi ingatlah di hujung jalan ini ada Syurga yang Allah sediakan untuk hamba-hambaNya yang sabar menempuhnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketahuilah pula bahawa jalan menuju ke Neraka memang indah, penuh dengan syahwat dan kesenangan dunia yang setiap manusia tertarik untuk menjalaninya. Tetapi ingat dan sedarlah bahawa Neraka menanti orang-orang yang menjalani jalan ini dan tidak mahu berpaling darinya semasa ia hidup di dunia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hanya wanita yang bijaksanalah yang mahu bertaubat kepada Allah s.w.t. dan meminta maaf kepada suaminya dari kederhakaan-kederhakaan yang pernah ia lakukan. Ia akan kembali berusaha mencintai suaminya dan sabar dalam mentaati perintahnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;3. Tabarruj &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Yang dimaksud dengan tabarruj ialah seorang wanita yang menampakkan perhiasannya dan keindahan tubuhnya serta apa-apa yang wajib ditutupnya dari pandangan lelaki bukan mahramnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hal ini kita dapati pada sabda Rasulullah s.a.w tentang wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang disebabkan pakaian yang mereka pakai tipisnya, berseluar ketat menampakkan bahagian-bahagian tubuh tertentu, tidak menutup aurat sepertimana yang berlaku di dalam masyarakat kita. Sebagaimana yang dihuraikan oleh Ibnul ‘Abdil Barr rahimahu ‘Llah ketika menjelaskan sabda Rasulullah s.a.w tersebut. Ibnul ‘Abdil Barr menyatakan :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Wanita-wanita yang dimaksudkan Rasulullah s.a.w adalah yang memakai pakaian yang tipis yang menampakkan tubuhnya atapun yang menunjukkan bentuk tubuhnya dan tidak menutupinya, maka mereka adalah wanita-wanita yang berpakaian pada zahirnya dan telanjang pada hakikatnya … .”&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mereka adalah wanita-wanita yang suka dan amat gembira apabila berjaya menampakkan perhiasan mereka, padahal Allah s.w.t. telah melarang hal ini dalam firmanNya yang bermkasud :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan-perhiasan mereka.” (Surah An Nur ayat 310)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Imam Az-Zahabi rahimahu ‘Llah menyatakan di dalam kitab Al Kabair :&lt;br /&gt;“Termasuk dari perbuatan-perbuatan yang menyebabkan mereka dilaknat ialah menampakkan hiasan emas dan permata yang dipakai oleh mereka, memakai minyak wangi dengan yang seumpanya jika mereka keluar rumah … .”&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan perbuatan seperti ini bererti mereka secara tidak langsung menyeret kaum lelaki ke dalam Neraka, kerana pada diri kaum wanita terdapat daya tarik syahwat yang sangat kuat yang dapat menggoncang keimanan yang kukuh sekalipun, apa lagi iman yang lemah yang tidak dikuatkan dengan ilmu Al Qur’an dan As Sunnah. Rasulullah sendiri menyatakan di dalam hadis yang sahih bahwa :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“ Fitnah yang paling besar yang paling ditakutkan atas kaum lelaki adalah fitnahnya wanita.”&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sahabat yang dirahmati Allah,&lt;br /&gt;Sejarah sudah membuktikan bahawa betapa banyak tokoh-tokoh dunia yang tidak beriman kepada Allah s.w.t. hancur hanya disebabkan pujuk-rayu wanita. Bahkan berapa banyak persaudaraan di antara kaum muslimin terputus hanya disebabkan wanita. Berapa banyak anak yang menderhaka kepada ibunya demi mencari cinta seorang wanita, dan masih banyak lagi gejala-gejala lainnya yang dapat membuktikan bahawa wanita seumpama mereka ini memang layak untuk tidak mendapatkan wanginya Syurga.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hanya dengan ucapan dan rayuan seorang wanita mampu menjerumuskan kaum lelaki ke dalam lembah dosa yang hina, terlebih lagi jika mereka bersolek dan menampakkan tubuh mereka kepada kaum lelaki. Tidak menghairankan lagi jika di sana-sini terjadi jenayah dan kezaliman terhadap kaum wanita, kerana yang demikian adalah hasil perbuatan mereka sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hindarilah tabarruj dan berhiaslah dengan pakaian yang disaran oleh Islam yang akan menyelamatkan kaum wanita dari dosa di dunia ini dan azab di akhirat kelak. Jangan diikut pemikiran sekular pemimpin-pemimpin wanita Islam yang cuba mempertikaikan hukum-hukum Allah dan mempertikaikan hak-hak wanita yang telah dinyatakan di dalam al-Qur’an.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Allah s.w.t. berfirman yang bermaksud :&lt;br /&gt;“Dan tinggallah kamu di rumah-rumah kamu dan janganlah kamu bertabarruj dengan tabarrujnya orang-orang jahiliyyah pertama dahulu.” (Surah Al Ahzab ayat 33)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Masih banyak sebab-sebab lainnya yang menyebabkan wanita menjadi penghuni majoriti Neraka. Tetapi cukuplah dengan tiga sebab ini sahaja yang dijelaskan di sini kerana memang tiga perkara inilah yang sering kita dapati di dalam kehidupan masyarakat kita.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah s.a.w pernah menerangkan satu amalan yang dapat menyelamatkan kaum wanita dari azab Neraka. Ketika beginda selesai berkhutbah hari raya yang berisikan perintah untuk bertakwa kepada Allah s.w.t. dan anjuran untuk mentaatiNya. Baginda pun bangkit mendatangi kaum wanita, baginda menasihati mereka dan mengingatkan mereka tentang akhirat kemudian baginda bersabda :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Bersedekahlah kamu semua. Kerana kebanyakan kamu adalah kayu api Jahanam!”&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Maka berdirilah seorang wanita yang duduk di antara wanita-wanita lainnya yang berubah kehitaman kedua pipinya, iapun bertanya : “Mengapa demikian, wahai Rasulullah?”&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Baginda menjawab : “Kerana kamu banyak mengeluh dan kamu kufur terhadap suami!” (Hadis Riwayat Al- Bukhari)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bersedekahlah kerana sedekah adalah satu jalan untuk menyelamatkan kaum wanita dari azab Neraka. Semoga Allah s.w.t. menyelamatkan kita dari azab-Nya. Amin.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.2lisan.com&lt;br /&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-3233288265713646933?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/3233288265713646933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/11/penyebab-kebanyakan-wanita-masuk-neraka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/3233288265713646933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/3233288265713646933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/11/penyebab-kebanyakan-wanita-masuk-neraka.html' title='Penyebab Kebanyakan Wanita Masuk Neraka'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-2949974493977600546</id><published>2010-11-09T12:56:00.002+07:00</published><updated>2010-11-09T13:09:50.685+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel 2'/><title type='text'>101 Alasan Mengapa Saya Pakai Jilbab</title><content type='html'>&lt;span class="by"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;" class="entry"&gt;&lt;p&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-1234" title="Muslimah-2lisan" src="http://cdn.2lisan.com/wp-content/uploads/2010/04/Muslimah2lisan.jpg" alt="Muslimah2lisan 101 Alasan Mengapa Saya Pakai Jilbab" height="371" width="255"&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;1. Menjalankan syi’ar Islam.&lt;br /&gt;2. Berniat untuk ibadah.&lt;br /&gt;3. Menutup aurat terhadap &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/yang-bukan/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with yang bukan"&gt;yang bukan&lt;/a&gt; muhrim.&lt;br /&gt;4. Karena saya ingin ta’at kepada Allah yang telah menciptakan saya, menyempurnakan kejadian, memberi rizki, melindungi, dan menolong saya.&lt;br /&gt;5. Karena saya ingin ta’at kepada Rasul-Nya, pembimbing ummat dengan risalah beliau.&lt;br /&gt;6. Untuk memperoleh Ridho Allah (InsyaAllah).&lt;br /&gt;7. Merupakan wujud tanda bersyukur atas &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/nikmat-nya-yang/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with nikmat-Nya yang"&gt;nikmat-Nya yang&lt;/a&gt; tiada putus.&lt;br /&gt;8. Seluruh ulama sepakat bahwa hukum mengenakan &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/jilbab/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with jilbab"&gt;jilbab&lt;/a&gt; itu wajib.&lt;br /&gt;9. Agar kaum wanita menutup auratnya.&lt;br /&gt;10. Bukan karena gaya-gayaan.&lt;br /&gt;11. Bukan karena mengikut trend.&lt;br /&gt;12. Bukan karena berlagak sok suci.&lt;br /&gt;13. Lebih baik sok suci dari pada sok zholim ^_^ .&lt;br /&gt;14. Tidak sekadar bermaksud agar berbeda dari yang lain.&lt;br /&gt;15. Meninggikan derajat wanita dari belenggu kehinaan yang hanya menjadi objek nafsu semata.&lt;br /&gt;16. Jilbab cocok untuk semua &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/wanita-yang-mau/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with wanita yang mau"&gt;wanita yang mau&lt;/a&gt; menjaga dirinya dari objek nafsu semata.&lt;br /&gt;17. Saya ingin menjadi wanita solihah.&lt;br /&gt;18. Saya tengah berusaha mencapai derajat teqwa.&lt;br /&gt;19. Jilbab adalah pakaian taqwa.&lt;br /&gt;20. Jilbab adalah identitas wanita muslimah.&lt;br /&gt;21. Diawali dengan mengenakan &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/jilbab/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with jilbab"&gt;jilbab&lt;/a&gt;, saya ingin menapak jalan ke surga.&lt;br /&gt;22. Menjauhkan diri dari azab panasnya api neraka di hari kemudian.&lt;br /&gt;23. Istri-istri &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/rasulullah-berbusana/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Rasulullah berbusana"&gt;Rasulullah berbusana&lt;/a&gt; muslimah.&lt;br /&gt;24. Para sahabiah (sahabat Rasulullah yang wanita) juga berbusana muslimah.&lt;br /&gt;25. Mereka merupakan panutan seluruh muslimah, begitu juga saya.&lt;br /&gt;26. Semoga Allah memberikan kepada kita balasan &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/jannah/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with jannah"&gt;jannah&lt;/a&gt; yang sama seperti mereka.&lt;br /&gt;27. Untuk meninggikan izzah Islam.&lt;br /&gt;28. Untuk meninggikan izzah (kemuliaan) diri sebagai wanita (muslimah).&lt;br /&gt;29. Jilbab lebih melindungi diri.&lt;br /&gt;30. Membuat saya lebih merasa aman.&lt;br /&gt;31. Menjaga diri dari gangguan lelaki usil.&lt;br /&gt;32. Menjaga diri dari obyek pandangan lelaki yang hanya ingin ‘&lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/cuci/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with cuci"&gt;cuci&lt;/a&gt; mata’.&lt;br /&gt;33. Menjaga diri dari objek syahwat lelaki.&lt;br /&gt;34. Menjaga diri dari mata lelaki &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/yang-jelalatan/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with yang jelalatan"&gt;yang jelalatan&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;35. Menjaga diri dari tangan-tangan usil yang ingin menjamah.&lt;br /&gt;36. Menghin dari zina mata dan zina hati.&lt;br /&gt;37. Merupakan pencegahan dari perbuatan zina itu sendiri.&lt;br /&gt;38. Jilbab dapat menghindari saya dari sikap-sikap yang negatif.&lt;br /&gt;39. Jilbab dapat menghapus keinginan-keinginan yang menyimpang.&lt;br /&gt;40. Membuat saya lebih bersahaja.&lt;br /&gt;41. Membuat saya lebih khusyu’.&lt;br /&gt;42. Mejauhkan saya dari perbuatan dosa (insyaAllah).&lt;br /&gt;43. Membuat saya malu bila berbuat dosa.&lt;br /&gt;44. Mendekatkan saya pada Allah.&lt;br /&gt;45. Mendekatkan saya pada Rasulullah.&lt;br /&gt;46. Mendekatkan saya pada nabi-nabi-Nya.&lt;br /&gt;47. Mendekatkan saya pada sesama muslim.&lt;br /&gt;48. Mendekatkan saya pada ajaran Islam.&lt;br /&gt;49. Membuat saya tetap ingin belajar tentang Islam.&lt;br /&gt;50. Membuat saya selalu merasa haus akan ajaran Islam.&lt;br /&gt;51. Membuat saya tetap ingin menjalankan ajaran Islam.&lt;br /&gt;52. Ajaran Islam berlaku sepanjang masa, tidak ada yang kuno.&lt;br /&gt;53. Berjilbab bukan sesuatu yang kuno.&lt;br /&gt;54. Mengatakan berjilbab itu kuno berarti telah menggugat otoritas Allah.&lt;br /&gt;55. Allah Yang Maha Mengetahui lebih tahu apa yang terbaik bagi ummat-Nya.&lt;br /&gt;56. Berjilbab, berarti menandakan kemajuan penerapan ajaran Islam di masa kini.&lt;br /&gt;57. Merupakan satu &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD3"&gt;barometer&lt;/span&gt; telah terbentuknya suatu lingkungan yang Islami.&lt;br /&gt;58. Membedakan diri dari penganut agama lain.&lt;br /&gt;59. &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/memudahkan/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Memudahkan"&gt;Memudahkan&lt;/a&gt; dalam pengidentifikasian sesama saudari seiman.&lt;br /&gt;60. Memperkuat tali silaturahmi dan ukuwah sesama muslimah.&lt;br /&gt;61. Menghilangkan keraguan saya bila ingin menyapa saudari muslimah.&lt;br /&gt;62. &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/memudahkan/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Memudahkan"&gt;Memudahkan&lt;/a&gt; menanamkan rasa sayang-menyayangi sesama saudara/saudari seiman.&lt;br /&gt;63. Membuat saya lebih terlihat anggun.&lt;br /&gt;64. Membuat saya terlihat menyenangkan.&lt;br /&gt;65. Membuat saya lebih terlihat wanita.&lt;br /&gt;66. Tidak terlihat seperti laki-laki.&lt;br /&gt;67. Membuat saya selalu berada dalam lingkungan yang Islami.&lt;br /&gt;68. Jilbab menjaga saya dari pergaulan yang salah.&lt;br /&gt;69. &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/memudahkan/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Memudahkan"&gt;Memudahkan&lt;/a&gt; saya, dengan ijin Allah, mengenal lelaki yang salih.&lt;br /&gt;70. Wanita yang baik (salihah) dengan lelaki yang baik (salih) pula.&lt;br /&gt;71. Mudah-mudahan saya diberi jodoh lelaki yang salih.&lt;br /&gt;72. Jodoh merupakan urusan Allah.&lt;br /&gt;73. Dengan keta’atan pada Allah, Allah akan memberikan kemudahan-Nya.&lt;br /&gt;74. &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/memudahkan/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Memudahkan"&gt;Memudahkan&lt;/a&gt; saya dalam beraktifitas..&lt;br /&gt;75. Membuat lebih mudah bergerak.&lt;br /&gt;76. Jilbab menjagaku sehingga tidak terlihat lekuk-lekuk tubuh&lt;br /&gt;77. Sangat repot bila memakai pakaian wanita seperti trend saat ini (yang ketat).&lt;br /&gt;78. Saya tidak suka memakai celana jeans.&lt;br /&gt;79. Celana jeans yang ketat dapat menyebabkan kanker &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/rahim/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with rahim"&gt;rahim&lt;/a&gt; karena suhu di sekitar &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/rahim/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with rahim"&gt;rahim&lt;/a&gt; tidak beraturan.&lt;br /&gt;80. Menghemat waktu dalam berpakaian.&lt;br /&gt;81. Menghemat waktu dalam berhias.&lt;br /&gt;82. Tidak perlu repot-repot selalu berusaha mengikuti trend mode yang berkembang.&lt;br /&gt;83. Menghemat biaya untuk membeli pakaian yang sedang trend.&lt;br /&gt;84. Menghemat biaya untuk membeli &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD4"&gt;make up&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;85. Melindungi kulit wajah dari make up yang dapat merusak kulit.&lt;br /&gt;86. Melindungi kulit dari sengatan sinar matahari.&lt;br /&gt;87. Meminimalkan penyakit kanker kulit.&lt;br /&gt;88. Sengatan matahari dapat mengurangi kelembaban kulit sehingga kulit jadi kering.&lt;br /&gt;89. Meminimalkan munculnya bintik-bintik hitam pada permukaan kulit akibat perubahan pigmen di usia tertenu.&lt;br /&gt;90. Melindungi rambut dari debu-debu yang berterbangan.&lt;br /&gt;91. Debu-debu itu dapat mengotori rambut dan menyebabkan rambut mudah rontok yang berakibat kebotakan.&lt;br /&gt;92. Menuntun saya untuk hidup lebih sederhana.&lt;br /&gt;93. Menghindari hidup yang konsumtif.&lt;br /&gt;94. Membuat diri tidak silau dengan kemegahan dunia dan segala perhiasannya.&lt;br /&gt;95. Membuat saya lebih memikirkan hal lain selain mode dan perhiasan.&lt;br /&gt;96. Menempatkan wanita menjadi subjek dalam proses pembangunan ummat.&lt;br /&gt;97. Lebih mudah dalam menabung.&lt;br /&gt;98. Memiliki kesempatan untuk melakukan ibadah haji.&lt;br /&gt;99. Memiliki kesempatan lebih banyak untuk berinfaq dan sedekah.&lt;br /&gt;100. Itu berarti lebih banyak beramal untuk bekal di hari kemudian.&lt;br /&gt;101. Membuat saya merasa menjadi wanita seutuhnya.&lt;p&gt;Sebenarnya, pasti alasannya lebih dari 101, lebih banyak dari itu.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;www.2lisan.com&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" face="arial" size="3"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-2949974493977600546?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/2949974493977600546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/11/101-alasan-mengapa-saya-pakai-jilbab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/2949974493977600546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/2949974493977600546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/11/101-alasan-mengapa-saya-pakai-jilbab.html' title='101 Alasan Mengapa Saya Pakai Jilbab'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-3629134167277424832</id><published>2010-11-09T12:53:00.002+07:00</published><updated>2010-11-09T13:09:50.690+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel 2'/><title type='text'>Makna Kurban dan Sebab Pensyari’atannya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="by"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;" class="entry"&gt;&lt;p&gt;&lt;a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://cdn.2lisan.com/wp-content/uploads/2010/11/Kurban1.jpg"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-3116" title="Kurban" src="http://cdn.2lisan.com/wp-content/uploads/2010/11/Kurban1.jpg" alt="Kurban1 Makna Kurban dan Sebab Pensyariatannya" height="400" width="339"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Binatang kurban adalah &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/binatang/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with binatang"&gt;binatang&lt;/a&gt; yang disembelih pada hari-hari Nahr dengan syarat-syarat khusus untuk mendekatkan diri kepada Allah ta’ala. Adapun hewan yang disembelih bukan untuk mendekatkan diri kepada Allah ta’ala, maka ia tidak disebut sebagai kurban, seperti ternak yang disembelih untuk dijual, dimakan dan untuk jamuan tamu. Di samping itu ternak &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/yang-yang/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with yang yang"&gt;yang yang&lt;/a&gt; disembelih bukan pada hari-hari Nahr juga tidak bisa disebut sebagai &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/hewan-kurban/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with hewan kurban"&gt;hewan kurban&lt;/a&gt;, walaupun diniatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah ta’ala. Juga tidak bisa disebut sebagai kurban hewan yang disembelih dengan niat akikah, dam haji Tamattu’, dam haji Qiran, hukuman karena meninggalkan salah satu kewajiban haji ataupun melakukan salah satu larangan haji. Juga tidak bisa disebut kurban hewan yang disembelih sebagai &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/hadiah/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with hadiah"&gt;hadiah&lt;/a&gt; untuk tanah Haram dan para fakir miskin di dalamnya.&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tujuan dari penyembelihan &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/hewan-kurban/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with hewan kurban"&gt;hewan kurban&lt;/a&gt; adalah bersyukur kepada Allah ta’ala atas nikmat hidup yang Dia berikan hingga hari-hari utama pada bulan Dzulhijjah. Hal ini sebagaimana kesyukuran Nabi Ibrahim a.s. dengan menyembelih seekor &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/domba/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with domba"&gt;domba&lt;/a&gt; jantan yang besar karena kehidupan anaknya, Isma’il a.s.. Di samping itu, penyembelihan kurban sebagai implementasi dari rasa syukur kepada Allah ta’ala atas izin-Nya untuk menyaksikan hari-hari besar tersebut dan atas &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/taufik/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with taufik"&gt;taufik&lt;/a&gt;-Nya untuk beramal saleh. Karena hari-hari tersebut termasuk hari-hari terbaik Allah ta’ala yang Dia gunakan untuk bersumpah di dalam firman-Nya,&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (al-Fajr: 1-2).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah saw. juga bersabda tentangnya,&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;((مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ)). يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَلاَ الْجِهَادُ في سَبِيلِ اللَّهِ؟ قَالَ: ((وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلاً خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ)).&lt;br /&gt;“Tidak ada satu hari pun yang amal saleh di dalamnya lebih disukai Allah ‘azza wajalla dari hari-hari ini”. Maksudnya sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah. Lalu para sahabat bertanya, “Apakah tidak juga &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD2"&gt;jihad&lt;/span&gt; fi sabilillah?” Rasulullah saw. menjawab, “Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali seorang lelaki yang pergi berjihad dengan membawa jiwa dan hartanya kemudian keduanya tidak kembali sama sekali”. (HR. Bukhari dan yang lainnya dari Ibnu Abbas).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Islam sebagai agama yang benar mengajarkan kepada para pengikutnya agar kebahagiaan mereka hanya untuk Allah, karena Allah dan berkat anugerah Allah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Katakanlah, “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (Yunus: 58).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Maka hari raya Idul Fitri dan Idul Adha merupakan hari bahagia karena seorang muslim telah mampu menunaikan ketaatan kepada Allah dan mendapatkan &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/taufik/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with taufik"&gt;taufik&lt;/a&gt;-Nya serta ridha-Nya. Hal ini agar seorang muslim terbiasa menjadikan kebahagiaannya, kesedihannya dan pemberiannya murni karena Allah semata. Juga agar dia hidup dan mati untuk Allah semata.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ibadah kurban disyariatkan berdasarkan Alquran, Sunnah dan Ijma’.&lt;br /&gt;Dalam Alquran Allah berfirman,&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Maka dirikanlah salat karena Rabbmu; dan berkorbanlah.” (al-Kautsar: 2).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di antara tafsir ayat ini adalah lakukanlah salat Ied dan sembelihlah kurban berupa unta dan sebagainya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Adapun dalil dari Sunnah, maka ada yang berupa Sunnah Qauliyah dan ada juga Sunnah Fi’liyah. Diriwayatkan dari &lt;a title="Abu Hurairah" href="http://www.2lisan.com/agama/sahabat-agama/abu-hurairah/"&gt;Abu Hurairah&lt;/a&gt; r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda,&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا&lt;br /&gt;“Barang siapa memiliki kemampuan sedangkan dia tidak menyembelih kurban, maka jangan mendekati tempat salat kami”.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Diriwayatkan juga dari &lt;a title="Anas bin Malik" href="http://www.2lisan.com/agama/sahabat-agama/anas-bin-malik/"&gt;Anas bin Malik&lt;/a&gt; r.a., dia berkata, “Nabi saw. menyembelih kurban berupa dua ekor kambing jantan yang besar dan bertanduk. Beliau menyembelih sendiri keduanya. Dan ketika menyembelih, beliau membaca basmalah dan bertakbir. Dan beliau meletakkan kaki beliau di atas sisi tubuh keduanya”.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Umat Islam juga berijmak tentang masyruknya menyembelih kurban.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Adapun hukumnya, maka menurut jumhur ulama ia adalah sunnah mu’akkad, yaitu tidak berdosa jika meninggalkannya, namun seorang muslim yang mampu kehilangan kebaikan yang banyak jika tidak melakukannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Diriwayatkan dari Aisyah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda,&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ، إِنَّهَا لَتَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُوْنِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلَافِهَا، وَإنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنَ الْأَرْضِ فَطِيْبُوا بِهَا نَفْسًا&lt;br /&gt;“Tidak ada ibadah yang dilakukan seorang manusia pada hari Nahr yang lebih Allah sukai melebihi mengalirkan darah. Sesungguhnya kelak pada hari kiamat, &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/hewan-kurban/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with hewan kurban"&gt;hewan kurban&lt;/a&gt; itu akan datang utuh dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya darah itu diterima di sisi Allah sebelum ia jatuh ke bumi. Oleh karena itu, hendaklah hati kalian rela dengan ibadah kurban itu.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Hakim. Dan Tirmidzi berkata, “Ini adalah hadis hasan gharib”, dia ia dishahihkan oleh Hakim”).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebagian ulama berpendapat bahwa hukum meyembelih kurban adalah wajib. Di antara ulama yang berpendapat wajib adalah Abu Hanifah dan Malik dalam salah satu pendapatnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di antara para ulama yang berpendapat bahwa hukumnya sunah, ada yang berpendapat bahwa ia adalah sunah ‘ain yang hanya berlaku untuk pelakunya saja. Ada juga yang berpendapat bahwa hukumnya adalah sunah ‘ain bagi &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD1"&gt;orang&lt;/span&gt; yang sendirian dan sunah kifayah bagi satu keluarga. Dan ini adalah pendapat para ulama Mazhab Syafi’i dan para ulama Mazhab Hambali. Dan pendapat inilah yang kami pilih. Dengan ini, maka satuorang bisa menyembelih kurban untuk dirinya sendiri dan untuk anggota keluarganya walaupun dengan seekor kambing. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Abu Ayub al-Anshari r.a. berkata, “Dulu kami menyembelih seekor kambing atas nama diri kami dan anggota keluarga kami. Setelah ituorang-orang saling membanggakan diri, sehingga penyembelihan kurban menjadi alat untuk berbangga-bangga”. (HR Malik dan dishahihkan oleh Nawawi dalam al-Majmû’).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anggota keluarga yang dimaksud adalah orang-orang yang menjadi tanggung jawab penyembelih tersebut. Dan maksud dari sunah kifayah adalah gugurnya tuntutan untuk melakukannya dari semuaorang jika telah dilakukan oleh salah seorang dari mereka, bukan setiap mereka mendapatkan pahala dari kurban itu, kecuali jika orang yang menyembelih berniat mengikutkan mereka dalam pahala kurban tersebut. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Wallahu subhânahu wa ta’âlâ a’lam.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;www.2lisan.com&lt;br /&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" face="arial" size="3"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-3629134167277424832?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/3629134167277424832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/11/makna-kurban-dan-sebab-pensyariatannya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/3629134167277424832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/3629134167277424832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/11/makna-kurban-dan-sebab-pensyariatannya.html' title='Makna Kurban dan Sebab Pensyari’atannya'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-3836945244082211030</id><published>2010-11-09T12:49:00.002+07:00</published><updated>2010-11-09T13:09:50.698+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Tokoh Sufi'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="by"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="entry"&gt;&lt;a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://cdn.2lisan.com/wp-content/uploads/2010/03/MUHAMMAD2.jpg"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-707" title="MUHAMMAD2" src="http://cdn.2lisan.com/wp-content/uploads/2010/03/MUHAMMAD2.jpg" alt="MUHAMMAD2 Puteri Puteri Rasulullah SAW" height="516" width="377"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;1. ZAINAB BINTI RASULULLAH SAW.&lt;br /&gt;Zainab adalah putri tertua Rasulullah SAW.. Rasulullah SAW. telah menikahkannya dengan sepupu beliau, yaitu Abul ‘Ash bin Rabi’ sebelum beliau diangkat menjadi Nabi, atau ketika &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/islam/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Islam"&gt;Islam&lt;/a&gt; belum tersebar di tengah-tengah mereka. lbu Abul ‘Ash adalah Halah binti Khuwaylid, bibi Zainab dari pihak ibu. Dari pernikahannya dengan Abul ‘Ash mereka mempunyai dua &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD2"&gt;orang&lt;/span&gt; anak: Ali dan Umamah. Ali meninggal ketika masih kanak-kanak dan Umamah tumbuh dewasa dan kemudian menikah dengan Ali bin Abi Thalib ra. setelah wafatnya Fatimah ra.&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah berumah tangga, Zainab tinggal bersama Abul ‘Ash bin Rabi’ suaminya. Hingga pada suatu ketika, pada saat suaminya pergi bekerja, Zainab mengunjungi ibunya. Dan ia dapatkan keluarganya telah mendapatkan suatu karunia dengan diangkatnya, ayahnya, Muhammad SAW. menjadi Nabi akhir jaman. Zainab mendengarkan keterangan tentang &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/islam/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Islam"&gt;Islam&lt;/a&gt; dari ibunya,  Khadijah ra.. Keterangan ini membuat hatinya lembut dan menerima hidayah &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/islam/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Islam"&gt;Islam&lt;/a&gt;. Dan keislamannya ini ia pegang dengan teguh, walaupun ia belum  menerangkan keislamannya kepada suaminya, Abul ‘Ash.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan Abul ‘Ash bin Rabi’  adalah termasuk orang-orang musyrik yang menyembah berhala. Pekerjaan sehari-harinya adalah sebagai peniaga. Ia sering meninggalkan Zainab untuk keperluan dagangnya. la sudah mendengar tentang pengakuan Muhammad sebagai Nabi SAW.. Namun, ia tidak mengetahui bahwa istrinya, Zainab sudah memeluk &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/islam/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Islam"&gt;Islam&lt;/a&gt;. Pada tahun ke-6 setelah &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/hijrah/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with hijrah"&gt;hijrah&lt;/a&gt; Nabi SAW. ke  Madinah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Abul ‘Ash bin Rabi’ pergi ke Syria beserta kafilah-kafilah Quraisy untuk berdagang. Ketika Rasulullah SAW. mendengar bahwa ada kafilah Quraisy yang sedang kembali dari Syria, beliau mengirim &lt;a title="Zaid bin Haritsah" href="http://www.2lisan.com/agama/sahabat-agama/zaid-bin-haritsah/"&gt;Zaid bin Haritsah&lt;/a&gt; ra. bersama 313 pasukan muslimin untuk menyerang kafilah Quraisy ini. Mereka menghadang kafilah ini di dekat Al-is di Badar pada bulan jumadil Awal. Mereka menangkap kafilah itu dan barang-barang yang dibawanya serta menahan beberapaorang dari kafilah itu, termasuk Abul ‘Ash bin Rabi’. Ketika penduduk Mekkah datang unluk menebus para tawanan, maka saudara laki-laki Abul ‘Ash, yaitu Amar bin Rabi’, telah datang untuk menebus dirinya. Ketika itu, Zainab istri Abul ‘Ash masih tinggal di Mekkah. la pun telah mendengar berita serangan kaum muslimin atas kafilah-kafilah Quraisy termasuk berita tertawannya Abul ‘Ash.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berita ini sangat meiiyedihkannya. Lalu ia mengirimkan kalungnya yang terbuat dari batu onyx Zafar hadiah dari ibunya, Khadijah binti Khuwaylid ra.. Zafar adalah sebuah gunung di Yaman. Khadijah binti Khuwaylid telah memberikan kalung itu kepada Zainab ketika ia akan menikah dengan Abul ‘Ash bin Rabi’. Dan kali ini, Zainab mengirimkan kalung itu sebagai tebusan atas suaminya, Abul ‘Ash. Kalung itu sampai di tangan Rasulullah SAW. Ketika beliau SAW. melihat kalung itu, beliau segera mengenalinya. Dan kalung itu mengingatkan beliau kepada istrinya yang sangat ia sayangi, Khadijah. Beliau berkata, ‘Seorang Mukmin adatah penolong bagiorang Mukmin lainnya. Setidaknya  mereka memberikan perlindungan. Kita lindungi orang yang dilindungi oleh Zainab. jika kalian bisa mencari jalan untuk niembebaskan Abul ‘Ash kepada Zainab dan mengembalikan kalungnya itu kepadanya, maka lakukaniah.’ Mereka menjawab, ‘Baik, ya Rasulullah SAW’ Maka mereka segera membebaskan Abul ‘Ash dan mengembalikan kalung itu kepada Zainab.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian Rasulullah SAW. menyuruh Abul ‘Ash agar berjanji untuk membiarkan Zainab bergabung bersama Rasulullah SAW. Dia pun berjanji dan memenuhi janjinya itu. Ketika Rasulullah SAW. pulang ke rumahnya, Zainab datang menemuinya dan meminta untuk mengembalikan kepada Abul ‘Ash apa yang pernah diambil darinya. Beliau mengabulkannya. Pada kesempatan itu, Beliau pun telah melarang Zainab agar tidak mendatangi Abul ‘Ash, karena dia tidak halal bagi Zainab selama dia masih kafir. lalu Abul ‘Ash kembali ke Mekkah dan menyelesaikan semua kewajibannya. Kemudian dia masuk &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/islam/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Islam"&gt;Islam&lt;/a&gt; dan kembali  kepada Rasulutiah SAW sebagai seorang &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/muslim/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Muslim"&gt;Muslim&lt;/a&gt;. Dia berhijrah pada bulan Muharram, 7 Hijriyah. Maka Rasulullah SAW. pun mengembalikan Zainab kepadanya, berdasarkan pernikahannya yang pertama.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Zainab wafat &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/pada-tahun/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with pada tahun"&gt;pada tahun&lt;/a&gt; 8 Hijriyah.  Orang-orang yang memandikan jenazahnya ketika itu, antara lain ialah;  Ummu Aiman, Saudah binti Zam’ah, &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/ummu-athiyah/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Ummu Athiyah"&gt;Ummu Athiyah&lt;/a&gt; dan Ummu Salamah ra.. Rasulullah SAW. berpesan kepada mereka yang akan memandikan jenazahnya ketika itu, ‘Basuhiah dia dalarn jumlah Vang ganjil, 3 atau 5 kali atau iebih jika kalian merasa lebih baik begitu. Mulailah dari sisi kanan dan anggota-anggota wudhu. Mandikan dia dengan air dan bunga. Bubuhi sedikit kapur barus pada air siraman yang terakhir. Jika kalian sudah selesai beritahukaniah kepadaku.’ Ketika itu, rambut jenazah dikepang meniadi tiga kepangan, di samping dan di depan lalu dikebelakangkan. Setelah selesai dari memandikan jenazah, &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/ummu-athiyah/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Ummu Athiyah"&gt;Ummu Athiyah&lt;/a&gt; memberitahukan  kepada Nabi SAW. Lalu Nabi SAW memberikan selimutnya dan berkata,  ‘Kafanilah dia dengan &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD1"&gt;kain&lt;/span&gt; ini.’&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. RUQAYYAH BINTI  RASULULLAH SAW.&lt;br /&gt;Ruqayyah telah menikah dengan Utbah bin Abu lahab sebelum masa kenabian. Sebenarnya hat itu sangat tidak disukai oleh Khadijah ra.. Karena ia telah mengenal perilaku ibu Utbah, yaitu Umrnu jamil binti Harb, yang terkenal berperangai buruk dan jahat. ta khawatir putrinya akan memperoleh sifat-sifat buruk dari ibu mertuanya tersebut. Dan ketika Rasulullah SAW. telah diangkat menjadi Nabi, maka Abu Lahablah,orang  yang paling memusuhi Rasulullah SAW. dan  &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/islam/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Islam"&gt;Islam&lt;/a&gt;. Abu Lahab telah banyak  menghasut orang-orang Mekkah agar memusuhi Nabi SAW. dan para sahabat  ra.. Begitu &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD3"&gt;pufa&lt;/span&gt; istrinya, Ummu Jamil yang senantiasa berusaha mencelakakan Rasulullah SAW. dan memfitnahnya. Atas perilaku Abu lahab dan permusuhannya yang keras terhadap Rasulullah SAW., maka Allah telah menurunkan wahyu-Nya, ‘Maka celakalah kedu,7 tangan Abu lahab, (Al lahab: 1) Setelah ayat ini turun, maka Abu lahab berkata kepada keduaorang putranya, Utbah dan Utaibah, ‘Kepalaku tidak haial bagi kepalamu  selama kamu tidak menceraikan  &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/putri-muhammad/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Putri Muhammad"&gt;Putri Muhammad&lt;/a&gt;.’ Atas perintah bapaknya itu, maka Utbah mericeraikan istrinya tanpa alasan. Setelah bercerai dengan Utbah, kemudian Ruqayyah dinikahkan oleh Rasulullah SAW. dengan &lt;a title="Utsman bin Affan" href="http://www.2lisan.com/agama/sahabat-agama/utsman-bin-affan/"&gt;Utsman bin Affan&lt;/a&gt; ra.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hati Ruqayyah pun berseri-seri dengan pernikahannya ini. Karena  Utsman adalah seorang &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/muslim/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Muslim"&gt;Muslim&lt;/a&gt; yang beriman teguh, berbudi luhur, tampan, kaya raya, dan dari golongan bangsawan Quraisy. Setelah pernikahan itu, penderitaan kaum muslimin bertambah berat, dengan tekanan dan penindasan dari kafirin Quraisy. Ketika semakin hari penderitaan kaum muslimin, termasuk keluarga Rasulutlah SAW. bertambah berat, maka dengan berat hati Nabi SAW. mengijinkan Utsman beserta keluarganya dan beberapa muslim lainnya untuk berhijrah ke negeri Habasyah. Ketika itu Rasulullah SAW. bersabda, ‘Pergilah ke negeri Habasyah, karena di sana ada seorang raja yang terkenal baik budinya, tidak suka menganiaya siapapun, Di sana adalah bumi yang melindungi kebenaran. Pergilah kalian ke sana. Sehingga Allah akan membebaskan kalian dari penderitaan ini.’&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Maka berangkatlah satu kafilah untuk berhijrah dengan diketuai oleh Utsman bin Affan ra. Rasulullah SAW. bersabda tentang mereka, Mereka adalahorang yang pertama kali  &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/hijrah/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with hijrah"&gt;hijrah&lt;/a&gt; karena Allah setelah Nabi Luth as.’ Setibanya di Habasyah mereka memperoleh perlakuan yang sangat baik dari Raja Habasyah. Mereka hidup tenang dan tenteram, hingga datanglah berita bahwa keadaan kaum muslimin di Mekkah telah aman. Mendengar berita tersebut, disertai kerinduan kepada kampung halaman, maka Utsman memutuskan bahwa kafilah muslimin yang dipimpimnya itu akan kembali lagi ke kampung halamannya di Mekkah. Mereka pun kembali. Namun apa yang dijumpai adalah berbeda dengan apa yang mereka dengar ketika di Habasyah. Pada masa itu, mereka mendapati keadaan kaum muslimin yang mendapatkan penderitaan lebih parah lagi. Pembantaian dan penyiksaan atas kaum muslimin semakin meningkat. Sehingga rombongan ini tidak berani memasuki Mekkah pada siang hari. Ketika malam telah menyelimuti kota Mekkah, barulah mereka mengunjungi rumah masingmasing yang dirasa aman. Ruqayyah pun masuk ke rumahnya, melepas rindu terhadaporang tua dan saudara-saudaranya. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun ketika matanya beredar ke sekeliling rumah, ia tidak menjumpai satu sosok manusia yang sangat ia rindukan. la bertanya, ‘Mana ibu?….. mana ibu?….’ Saudara-saudaranya terdiam tidak menjawab. Maka Ruqayyah pun sadar, orang yang sangat berarti dalam hidupnya itu telah tiada. Ruqayyah menangis. Hatinya sangat bergetar, bumi pun rasanya berputar atas kepergiannya. Penderitaan hatinya, ternyata tidak berhenti sampai di situ. Tidak lama berselang, anak lelaki satu-satunya, yaitu Abdullah yang lahir ketika &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/hijrah/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with hijrah"&gt;hijrah&lt;/a&gt; pertama, telah meninggal dunia pula. Padahal nama Abdullah adalah kunyah bagi Utsman ra., yaitu Abu Abdullah. Abdullah masih berusia dua tahun, ketika seekor ayam jantan mematuk mukanya sehingga mukanya bengkak, maka Allah mencabut nyawanya. Ruqayyah tidak mempunyai anak lagi setelah itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dia &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/hijrah/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with hijrah"&gt;hijrah&lt;/a&gt; ke Madinah setelah Rasulullah SAWj. &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/hijrah/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with hijrah"&gt;hijrah&lt;/a&gt;. Ketika Rasulullah SAW. bersiap-siap untuk perang Badar, Ruqayyah jatuh sakit, sehingga Rasulullah SAW. menyuruh Utsman bin Affan agar tetap tinggal di Madinah untuk merawatnya. Namun maut telah menjemput Ruqayyah ketika Rasulullah SAW. masih berada di medan Badar pada bulan Ramadhan. Kemudian berita wafatnya ini dikabarkan oleh Zaid bin Haritsah ke Badar. Dan kemenangan kaum muslimin yang dibawa oleh Rasulullah SAW. beserta pasukannya dari Badar, ketika masuk ke kota Madinah, telah disambut dengan berita penguburan Ruqayyah ra. Pada saat wafatnya Ruqayyah, Rasulullah SAW. berkata, Bergabunglah dengan pendahulu kita, Utsman bin Maz’un.’&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Para wanita menangisi kepergian Ruqayyah. Sehingga Umar bin Khattab ra. datang kepada para wanita itu dan memukuli mereka dengan cambuknya agar mereka tidak keterlaluan dalam menangisi jenazah Ruqayyah. Akan tetapi Rasulullah SAW. menahan tangan Umar ra. dan berkata, ‘Biarkaniah mereka menangis, ya Umar. Tetapi hati-hatilah dengan bisikan syaitan. Yang datang dari hati dan mata adalah dari Allah dan merupakan rahmat. Yang datang dari tangan dan lidah adalah dari syaitan.’&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. UMMU KULTSUM  BINTI RASULULLAH SAW.&lt;br /&gt;Ummu Kultsum adalah adik Ruqayyah ra., putri Rasulullah SAW. Ia telah menikah dengan Utaibah bin Abu Lahab, saudara Utbah yang telah menikahi Ruqayyah, sebelurn mereka mengenal &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/islam/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Islam"&gt;Islam&lt;/a&gt;. Lalu ketika  Rasulullah SAW. telah diangkat menjadi Nabi, ia dan saudara-saudaranya  memeluk &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/islam/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Islam"&gt;Islam&lt;/a&gt; dengan lapang dada. Dan dakwah Nabi SAW. yang selalu ditentang oleh Abu lahab beserta keluarganya ini, menyebabkan Allah telah mewahyukan kepada Nabi SAW. firman-Nya yang berbunyi, Maka celakalah kedua tangan Abu lahab’(Al-lahab: 1) ‘ Setelah tutun ayat ini, Abu lahab berkata kepads Utaibah anaknya, “Kepalaku tidak halal bagi kepalamu selama kamu tidak menceraikan putri Nabi. Maka dia pun menceraikan istrinya, Ummu Kultsum begitu saja. Utaibah mendatangi Nabi SAW. dan mengatakan kata-kata yang menyakitkan hati Rasulullah SAW. Atas periakuan itu, maka Rasulullah SAW. telah berdoa kepada Allah, agar mengirimkan anjing-anjing-Nya untuk membinasakan Utaibah. Dan apa yang telah didoakan oleh Nabi SAW. terhadap Utaibah itu benar-benar teriadi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam suatu perjalanan, seekor singa yang ganas teiah memilih Utaibah di antara teman-temannya untuk diterkam kepalanya. Utaibah mati dalam keadaan yang sangat mengerikan. Setelah bercerai, maka Ummu Kultsum kembali tinggal bersama Rasulullah SAW. di Mekkah. Dia ikut &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/hijrah/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with hijrah"&gt;hijrah&lt;/a&gt; ke Madinah ketika Rasulullah SAW. berhijrah, kemudian tinggal di sana bersama keluarga Rasulullah SAW. Ruqayyah dan Ummu Kultsum adalah dua orang saudara yang perjalanan hidup mereka hampir sama. Mereka berdua teriahir dari bapak yang sama, ibu yang sama, suami mereka pun kakak beradik yang namanya mempunyai arti yang sama; Utbah dan Utaibah, mempunyai mertua yang sama, masuk &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/islam/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Islam"&gt;Islam&lt;/a&gt; pada hari yang sama, bercerai pada hari yang sama, dan setelah  perceraian itu, mereka mempunyai suami yang sama pula.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika Ruqayyah meninggal dunia, maka Utsman bin Affan ra. menikahi Ummu Kultsum yang masih perawan yang belum terjamah oleb Utaibah. Pada waktu itu adalah bulan Rabi’ul-Awwal, tahun ke-3 Hijriyah. Dan keduanya baru berkumpul pada bulan Jumadits-Tsani. Mereka hidup bersama sampai Ummu Kultsum meninggal dunia tanpa mendapatkan seorang anak pun. Ummu Kultsum meninggal dunia pada bulan Sya’ban tahun ke-9 Hijriyah. Rasulullah SAW. berkata, ‘Seandainya aku mempunyai sepuluh orang putri, maka aku akan tetap menikahkan mereka dengan Utsman.’ Ummu Kultsum adaiah seorang wanita yang cantik. la senang memakai jubah sutra yang bergaris. Pada hari wafatnya, jenazahnya telah dimandikan oleh Asma’ binti Umais dan Shafiah binti Abdul Muthalib. jenazahnya ditempatkan di atas sebuah keranda yang terbuat dari batang polgon palem yang baru dipotong. Dan pada saat penguburannya, Rasulullah SAW. duduk di dekat kuburan Ummu Kultsum dengan berlinangan air mata. Beliau berkata, siapa di antara kalian yang tidak bercampur dengan istrinya tadi malam?’ &lt;a title="Abu Thalhah" href="http://www.2lisan.com/agama/sahabat-agama/abu-thalhah/"&gt;Abu Thalhah&lt;/a&gt; ra. berkata, ‘Aku, ya Rasulullah SAW’ lalu Beliau menyuruhnya, “Turunlah kamu.” Maka Abu Thalhah turun dan menguburkan Ummu Kultsum ra.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. FATIMAH BINTI  RASULULLAH SAW.&lt;br /&gt;Pada suatu ketika, Abu Bakar ra. pernah datang kepada Rasulullah SAW. dan meminang Fatimah ra. untuk dijadian sebagai istrinya. Hal itu dijawab oleh Beliau SAW. dengan halus, “Wahai Abu Bakar, tunggulah ketetapan tentang Fatimah.’ Jawaban Rasulullah SAW. ini diceritakan oleh Abu Bakar ra. kepada Umar bin Khattab ra.. Umar berkata, itu artinya beliau menolakmu, wahai Abu Bakar. Kemudian Abu Bakar ra. menyarankan kepada Umar ra, ‘Sekarang cobalah kamu yang menanyai Rasulullah SAW. untuk meminang Fatimah.’ Atas anjuran tersebut, maka Umar ra. pergi menjumpai Rasulullah SAW. dan meminta kepada Beliau SAW. untuk menikahkan Fatimah ra. dengannya. Pada kali itu pun Rasulullah SAW. menjawab, ‘Wahai Umar, Tunggulah ketetapan tentangnya.’ Setelah dijawab demikian, Umar ra. menemui Abu Bakar dan menceritakan hal ini kepadanya. ‘Berarti beliau juga telah menolakmu wahai Umar.’ Kata Abu Bakar ra.. Selanjutnya keluarga Ali ra. telah menyarankan kepada Ali ra., ‘Mintalah kepada Rasulullah SAW. agar kamu dapat meminang Fatimah.’ Maka Ali ra. mendatangi Rasulullah SAW. untuk meminang Fatimah. Pinangan ini diterima oleh beliau dengan baik. Dan pada hari itu juga Rasulullah SAW. telah menikahkannya dengan Fatimah ra. dengan mahar beberapa pakaian bekas dan kulit domba.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan ketika itu, perlengkapan pengantin wanitanya antara lain adalah tempat tidur dari dedaunan kurma, bantal kulit berisi jerami, bejana kulit kecil dan kantong air dari kulit. Untuk pernikahan itu, Ali ra. telah menjual seekor unta miliknya dan sebagian barang-barangnya, sehingga terkumpul 480 dirham. Setelah terkumpul Rasulullah SAW. menyuruh Ali, “Belikaniah dua pertiga dari uang itu untuk wangi-wangian dan yang sepertiganya untuk barang-barang.’ Setelah menikahi Fatimah, maka Nabi SAW. berkata kepada Ali ra., ‘Carilah rumah’. Maka Ali pun mencari sebuah rurnah untuk tempat tinggainya bersama keluarga baru. la menemukan sebuah rumah yang agak jauh dari kediaman Rasulullah SAW. Karena rasa sayang Rasulullah SAW. kepada Fatimah, beliau berkata kepada Fatimah, ‘Aku ingin kalian pindah agar berdekatan denganku.’ Fatimah menjawab, ‘Sebaiknya ayahanda, meminta kepada Haritsa bin Nu’man untuk pindah demi aku.’ Rasulullah SAW. menjawab, ‘Haritsa dulu pernah pindah demi kita, jadi aku enggan untuk memintanya kembali.’ Hal ini telah terdengar oleh Haritsa, sehingga ia datang menemui Rasulullah SAW. dan berkata, ‘Ya Rasulullah SAW, aku telah mendengar bahwa engkau ingin agar Fatirnah pindah ke dekat rumahmu. Rumah-rumahku adalah rumah Bani Najjar yang paling dekat ke rumahmu. Aku dan hartaku adalah untuk Allah dan Rasul-Nya. Demi Allah, Ya Rasulullah SAW. aku lebih menyukai uang yang engkau ambil dariku daripada yang tinggal.’ Rasulullah SAW. berkata, ‘Engkau telah berkata dengan sebenarnya, semoga Allah memberkatimu.’ Maka Rasulullah SAW. memindahkan Fatimah ke rumah Haritsa.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ali dan Fatimah ra. adalah pasangan suami istri yang hidup dengan penuh kesederhanaan. Tempat tidur mereka terbuat dari kulit domba. jika mereka akan tidur, mereka harus membalikkan bulunya terlebih dahulu. Sedangkan bantainya terbuat dari kulit yang diisi jerami. Walaupun demikian, hari-hari mereka telah diisi dengan kebahagiaan. Pada suatu ketika, Fatimah berkata, ‘Demi Allah, aku telah menumbuk gandum sampai tanganku lecet.’ Maka Ali ra. menganjurkan kepada istrinya, agar menjumpai Rasulullah SAW. untuk meminta tawanan-tawanan perang sebagai pembantu di rumahnya. Fatimah pun segera menemui Rasulullah SAW.. Sesampainya di sana, banyak sahabat sedang berkumpul di sisi Rasulullah SAW.. Rasulullah SAW. bertanya, ‘Ada apa, wahai putriku?’ Fatimah menjawab, ‘Aku datang untuk mengucapkan salam untukmu.’ Fatimah terlalu segan untuk mengutarakan maksudnya, sehingga ia kembali pulang tanpa tertunaikan maksud kedatangannya. Sesampainya di rumah Ali bertanya, “Bagaimana haslinya?’ Fatimah menjawab, ‘Aku terlalu malu untuk meminta kepada beliau.’ Kemudian mereka berdua datang menghadap Rasulullah SAW.. Ali ra. berkata, ‘Ya Rasulullah SAW., Fatimah telah menimba air sampai dadanya luka.ia telah menumbuk (gandum) sampai tangannya lecet. Dan Allah telah memberimu rampasan perang dan kekayaan, berilah kami seorang pelayan.’ Namun Rasulullah SAW. menjawab, ‘Demi Allah, aku tidak akan memberimu pelayan, dan membiarkan ahli Shuffah menahan perutnya karena kelaparan. Aku tidak mempunyai sesuatu untuk mereka, jadi aku akan menjual barang rampasan itu dan memberikannya kepada mereka. Maukah kalian kuceritakan sesuatu yang lebih baik daripada yang kalian minta tadi? Mereka menjawab, ‘Ya, tentu saja.’ Beliau berkata, ‘Yaitu beberapa kalimat yang diajarkan Jibril kepadaku. Ketika kalian beristirahat di tempat tidur ucapkanlah Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, dan Allahu Akbar 34 kali. Dan nasehat itu telah menjadi amalan rutin keluarga Fatimah ra.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ali ra. berkata, ‘Demi Allah, aku tidak pernah mengabaikan bacaan itu sejak Rasulullah SAW. mengajarkannya kepada kami.’ lbnu Kiwa’ berkata kepadanya, ‘Bahkan pada malam perang Siffin?’ Ali menjawab, ‘Semoga Allah murka pada kalian, wahai penduduk lrak.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Suatu ketika, Ali ra. pernah berbuat kasar kepada Fatimah ra. Lalu Fatimah ra. mengancam Ali ra., Demi Allah, aku akan mengadukanmu kepada Rasulullah SAW.!’ Fatimah pun pergi kepada Nabi SAW. dan Ali ra. mengikutinya. Sesampainya di sana, Fatimah mengeluhkan tentang kekasaran Ali ra.. Nabi SAW. menyabarkannya, ‘Wahai putriku, dengarkanlah, pasang telinga dan pahami. Bahwa tidak ada kepandaian sedikit pun bagi wanita yang tidak membalas kasih sayang suaminya ketika dia tenang.’ Ali ra. berkata, ‘Kalau begitu aku akan menahan diri dari yang telah kulakukan.’ Fatimah pun berkata, Demi Allah, aku tidak akan berbuat apapun yang tidak engkau sukai.’&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Juga disebutkan dalam riwayat lain, Pernah terjadi pertengkaran antara Ali dan Fatimah. Lalu Rasulullah SAW. datang, dan Ali ra. menyediakan tempat untuk Rasulullah SAW. berbaring. Kemudian Fatimah datang dan berbaring di samping Nabi SAW.. lalu Ali pun berbaring di sisi lainnya. Rasulullah SAW. mengambil tangan Ali dan meletakkannya di atas perut beliau, lalu beliau mengambil tangan Fatimah dan meletakkannya di atas perut beliau. Selanjutnya beliau mendamaikan keduanya sehingga rukun kembali, Setelah itu barulah beliau keluar. Ada orang yang melihat kejadian itu lalu berkata kepada Rasulullah SAW., ‘Tadi engkau masuk dalam keadaan demikian, lalu engkau keluar dalam keadaan berbahagia di wajahmu.’Beliau menjawab, ‘Apa yang menahanku dari kebahagiaan, jika aku dapat mendamaikan kedua orang yang paling aku cintai?’&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu ketika, ‘Aisyah ra. sedang duduk bersama Rasulullah SAW., kemudian datanglah Fatimah dengan gaya berjalannya yang sama dengan gaya berjalan Rasulullah SAW. Nabi SAW. menyambutnya, ‘Selamat datang, Putriku.’ Lalu Beliau mendudukkan Fatimah di sampingnya dan membisikkan sesuatu kepadanya sehingga Fatimah menangis. Kemudian beliau kembali membisiki lagi kepada Fatimah, dan dia tertawa. Melihat hal ini, ‘Aisyah bertanya, ‘Mengapa engkau menangis lalu tertawa setelah dibisiki oleh Rasulullah SAW. Apa gerangan yang telah dibisikkan Rasulullah SAW. kepadamu?’ Fatimah menjawab, ‘Aku tidak akan membuka rahasia beliau.’&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika Rasulullah SAW. wafat, ‘Aisyah bertanya lagi kepada Fatimah, dan ia menjawab, ‘Rasulullah SAW. membisikiku, ‘Jibril selalu mendatangiku setiap tahun dan mengulangi Al-Qur’an kepadaku satu kali. Namun, pada tahun ini dia datang kepadaku dua kaii dan membacakan Al-Qur’an kepadaku dua kali. Aku merasa ajalku sudah dekat. Aku penghulu terbaik bagimu.’ Maka aku menangis. Lalu Beliau membisikkan lagi, ‘Engkau orang yang paling cepat menyusuiku dari keluargaku.’ Maka aku tertawa karenanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada hari-hari menjelang kematiannya, Fatimah disrerang sakit yang parah. Abu Bakar ra. pergi mengunjungi Fatimah dan meminta izin untuk masuk. Maka Ali berkata kepada istrinya, Fatimah, ‘Ada Abu Bakar di depan pintu. Apakah engkau mengizinkannya masuk?’ Fatimah ra. mengembalikan pertanyaan itu kepada suaminya, ‘Apakah engkau setuju?’ ‘Ya,’ jawab Ali. Maka Abu Bakar ra. masuk untuk mengunjunginya dan menghiburnya sehingga membuat Fatimah senang. Dan pada ketika sakitnya itu, Salma datang menengoknya. Sedangkan pada hari itu Ali ra. sedang keluar. Fatimah berkata kepada Salma, ‘Tuangkaniah air untuk mandiku.’ Maka Salma menuangkan air untuk mandi Fatimah dengan cara yang terbaik. Kemudian Fatimah berkata, ‘Bawakantah bajuku yang baru.’ Maka Salma memberikan pakaian baru kepadanya dan dia pun mengenakannya. Kemudian Fatimah berkata lagi, ‘Angkatlah tempat tidurku ke tengah-tengah ruangan.’ Salma memindahkannya, lalu dia berbaring menghadap kiblat. Kemudian Fatimah berkata kepada Salma, ‘Ibu, aku akan menemui ajal sekarang. Aku telah mandi, jadi jangan biarkan orang lain membuka bahuku.’ Salma bercerita, ‘Fatimah telah wafat.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian Ali datang dan aku mengabarkan hal itu kepadanya.’ Ali ra. berkata, ‘Demi Allah, tidak seorang pun yang akan membuka bahunya.’ Dia mengangkat jenazah Fatimah dan menguburkannya dengan mandi itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.2lisan.com&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" face="arial" size="3"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-3836945244082211030?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/3836945244082211030/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/11/1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/3836945244082211030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/3836945244082211030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/11/1.html' title=''/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-3737587976681341348</id><published>2010-11-09T12:47:00.001+07:00</published><updated>2010-11-09T13:09:50.703+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Imam Ghazali'/><title type='text'>Teka-teki Imam Al- Ghazali</title><content type='html'>&lt;span class="by"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;" class="entry"&gt;&lt;p&gt;&lt;a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://cdn.2lisan.com/wp-content/uploads/2010/04/ask.jpg"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-1588" title="ask" src="http://cdn.2lisan.com/wp-content/uploads/2010/04/ask.jpg" alt="ask Teka teki Imam Al  Ghazali" height="250" width="327"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau  bertanya (Teka Teki ) :&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/imam-ghazali/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Imam Ghazali"&gt;Imam Ghazali&lt;/a&gt; = ‘ Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?&lt;br /&gt;Murid 1 = ‘ &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD1"&gt;Orang&lt;/span&gt; tua ‘&lt;br /&gt;Murid 2 = ‘ Guru ‘&lt;br /&gt;Murid 3 = ‘ Teman ‘&lt;br /&gt;Murid 4 = ‘ Kaum kerabat ‘&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/imam-ghazali/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Imam Ghazali"&gt;Imam Ghazali&lt;/a&gt; = ‘ Semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati ( Surah Ali-Imran :185).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/imam-ghazali/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Imam Ghazali"&gt;Imam Ghazali&lt;/a&gt; = ‘ Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?’&lt;br /&gt;Murid 1 = ‘ Negeri Cina ‘&lt;br /&gt;Murid 2 = ‘ Bulan ‘&lt;br /&gt;Murid 3 = ‘ Matahari ‘&lt;br /&gt;Murid 4 = ‘ Bintang-bintang ‘&lt;br /&gt;Iman Ghazali = ‘ Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar  adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/kenderaan/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with kenderaan"&gt;kenderaan&lt;/a&gt; kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama’.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Iman Ghazali = ‘ Apa yang paling besar didunia ini ?’&lt;br /&gt;Murid 1 = ‘ Gunung ‘&lt;br /&gt;Murid 2 = ‘ Matahari ‘&lt;br /&gt;Murid 3 = ‘ Bumi ‘&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/imam-ghazali/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Imam Ghazali"&gt;Imam Ghazali&lt;/a&gt; = ‘ Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A’raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/neraka/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with neraka"&gt;neraka&lt;/a&gt;.’&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;IMAM GHAZALI’ Apa yang paling berat didunia? ‘&lt;br /&gt;Murid 1 = ‘ Baja ‘&lt;br /&gt;Murid 2 = ‘ Besi ‘&lt;br /&gt;Murid 3 = ‘ Gajah ‘&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/imam-ghazali/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Imam Ghazali"&gt;Imam Ghazali&lt;/a&gt; = ‘ Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG  AMANAH (Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/gunung/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with gunung"&gt;gunung&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/malaikat/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with malaikat"&gt;malaikat&lt;/a&gt; semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/neraka/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with neraka"&gt;neraka&lt;/a&gt; kerana &lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/gagal/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with gagal"&gt;gagal&lt;/a&gt; memegang amanah.’&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/imam-ghazali/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Imam Ghazali"&gt;Imam Ghazali&lt;/a&gt; = ‘ Apa yang paling ringan di dunia ini ?’&lt;br /&gt;Murid 1 = ‘ Kapas’&lt;br /&gt;Murid 2 = ‘ Angin ‘&lt;br /&gt;Murid 3 = ‘ Debu ‘&lt;br /&gt;Murid 4 = ‘ Daun-daun’&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/imam-ghazali/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Imam Ghazali"&gt;Imam Ghazali&lt;/a&gt; = ‘ Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan solat ‘&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/imam-ghazali/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Imam Ghazali"&gt;Imam Ghazali&lt;/a&gt; = ‘ Apa yang paling tajam sekali di dunia ini? ‘&lt;br /&gt;Murid- Murid dengan serentak menjawab = ‘ Pedang ‘&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.2lisan.com/tag/imam-ghazali/" class="st_tag internal_tag" rel="tag" title="Posts tagged with Imam Ghazali"&gt;Imam Ghazali&lt;/a&gt; = ‘ Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri ‘&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.2lisan.com&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" face="arial" size="3"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-3737587976681341348?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/3737587976681341348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/11/teka-teki-imam-al-ghazali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/3737587976681341348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/3737587976681341348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/11/teka-teki-imam-al-ghazali.html' title='Teka-teki Imam Al- Ghazali'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-8788300216855207598</id><published>2010-11-09T12:43:00.001+07:00</published><updated>2010-11-09T13:09:50.708+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Hadist'/><title type='text'>Home » Artikel » 19 Hadist Rasulullah SAW Mengenai Wanita 19 Hadist Rasulullah SAW Mengenai Wanita</title><content type='html'>&lt;span class="by"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;" class="entry"&gt;&lt;p&gt;&lt;a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://www.2lisan.com/wp-content/uploads/2010/10/wanita-solehah.jpg"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-2977" title="wanita-solehah" src="http://www.2lisan.com/wp-content/uploads/2010/10/wanita-solehah.jpg" alt="wanita solehah 19 Hadist Rasulullah SAW Mengenai Wanita" height="300" width="400"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Doa perempuan lebih makbul daripada lelaki kerana sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah akan hal tersebut, jawab baginda, “Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD2"&gt;orang&lt;/span&gt; yang penyayang tidak akan sia-sia”.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya.Allah mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Apabila  seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah mencatatkan  baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;5. Apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;6. Apabila semalaman ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah memberinya pahala seperti memerdekakan 70 hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;7. Barangsiapa  yang menggembirakan anak perempuannya, darajatnya seumpama orang yang  sentiasa menangis kerana takutkan Allah dan orang yang takutkan Allah,  akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;8. Barangsiapa membawa hadiah, (barang makanan dari pasar ke rumah lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;9. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;10. Perempuan apabila sembahyang limawaktu, puasa bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana sahaja yang dikehendaki.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;11. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1,000 lelaki yang soleh.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;12. Aisyah berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab rasulullah, “Suaminya. “Siapa pula berhak terhadap lelaki?” Jawab Rasulullah, “Ibunya”.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;13. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibubapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;14. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut,burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya serta menjaga sembahyang dan puasanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;15. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;16. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;17. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Nabi s.a.w) di dalam syurga.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;18. Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka baginya syurga.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;19. Daripada Aisyah r.a. Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuan lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Barangsiapa mempunyai harta yang banyak, akan lama hisabnya pada hari Akhirat.” Hadits Riwayat :Imam Ahmad bin Hambal&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;www.2lisan.com&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" face="arial" size="3"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-8788300216855207598?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/8788300216855207598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/11/home-artikel-19-hadist-rasulullah-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/8788300216855207598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/8788300216855207598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/11/home-artikel-19-hadist-rasulullah-saw.html' title='Home » Artikel » 19 Hadist Rasulullah SAW Mengenai Wanita 19 Hadist Rasulullah SAW Mengenai Wanita'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-6652162040455352550</id><published>2010-10-18T09:40:00.001+07:00</published><updated>2010-10-18T09:42:32.417+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Doa'/><title type='text'>AL-Luma</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;div style="float: left; width: 300px;" class="img_caption left"&gt;&lt;img class="caption" src="http://www.sufinews.com/images/stories/290-front/al-luma.jpg" align="left" border="0"&gt;&lt;/div&gt;Syeikh Abu Nashr As-Sarraj&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kefakiran&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Syekh Abu Nashr as-Sarraj — rahimahullah — berkata: Saya pernah mendengar jawaban Ibnu Salim ketika ditanya tentang dzikir, “Ada tiga macam bentuk dzikir: dzikir dengan lisan yang memiliki sepuluh kebaikan, dzikir dengan hati yang memiliki tujuh ratus kebaikan dan dzikir yang pahalanya tidak dapat ditimbang dan dihitung,&lt;br /&gt;yaitu puncak kecintaan kepada Allah serta perasaan malu karena kedekatan-Nya.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al- Junaid -rahimahullah- berkata, “Kefakiran adalah samudra cobaan (bala’), namun seluruh cobaannya adalah kemuliaan.” la ditanya tentang kapan orang fakir yang jujur ini mengharuskan masuk surga sebelum orang-orang kaya dengan tenggang waktu lima ratus tahun? Maka la menjawab, “Jika si fakir ini bermuamalah kepada Allah dengan hati nuraninya, setuju dengan Allah pada apa yang tidak diberikan-Nya, sehingga kefakirannya dianggap sebagai nikmat dari Allah yang diberikan kepadanya, dimana la merasa takut bila kefakirannya itu hilang sebagaimana ia merasa takut bila kekayaannya itu hilang. Ia selalu bersabar, berniat karena Allah dan bersenang hati dengan kefakiran yang telah dipilihkan Allah untuknya, dengan tetap menjaga agamanya, menyembunyikan kefakirannya, menampakkan kekecewaannya terhadap makhluk dan merasa cukup dengan Allah dalam kefakirannya, sebagaimana difirmankan Allah Swt., ‘(Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di muka bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orangkaya karena memelihara diri dari meminta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak.’ (Q.S. al-Baqarah: 273).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apabila si fakir memiliki sifat-sifat tersebut, maka la akan masuk surga sebelum orang-orang kaya dengan tenggang waktu lima ratus tahun. Sementara hari Kiamat cukup baginya sebagai beban untuk menunggu dan diperhitungkan amalnya.”&lt;br /&gt;Ibnu al Jalla’ -rahimahullah- berkata, “Barangsiapa tidak menyertai kefakirannya dengan sikap wara` (jaga diri dari syubhat), maka la akan terjerumus pada hal-hal yang diharamkan secara pasti, sementara la sendiri tidak menyadarinya.”&lt;br /&gt;Al Junaid -rahimahullah- pernah ditanya, “Siapakah orang yang paling mulia?” Lalu la menjawab, “Yaitu orang fakir yang ridha.”&lt;br /&gt;Al-Muzayyin -rahimahullah- pernah mengatakan, “Batas kefakiran ialah bila orang yang fakir tidak bisa lepas dari kebutuhan.”&lt;br /&gt;Ia juga mengatakan, `Apabila si fakir kembali kepada Allah Azza wa Jalla maka la akan bisa diterangkan bahwa la disertai ilmu pengetahuan, akhirnya la bingung dalam keberadaannya.”&lt;br /&gt;Sementara al Junaid -rahimahullah- mengatakan, “Seseorang tidak bisa memastikan dengan benar akan kefakirannya sehingga la yakin bahwa di hari Kiamat nanti tidak ada orang yang lebih fakir daripada dirinya.”&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Pendapat Mereka Tentang Ruh&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Asy-Syibli -rahimahullah- mengatakan, "Hanya dengan Allah, ruh, jasad dan bersitan-bersitan hati bisa eksis, dan bukan karena eksistensi dzatnya masing-masing."&lt;br /&gt;Ia juga pernah berkata, "Ruh itu penuh keramahan dan kelembutan, kemudian ia menggantung pada ujung hakikat. Ia tidak tahu siapa sebenarnya yang disembah dan berhak sebagai peribadatan, dimana la tidak mendekat kepada Dzat Yang Maha Menyaksikan (asy-Syahid) dengan tanpa melihat pada fenomena-fenomena alam yang menjadi saksi (Masyahid). la yakin, bahwa makhluk tidak akan bisa memahami Dzat Yang Maha Qadim dengan SifatNya yang bisa diberi alasan."&lt;br /&gt;Syekh Abu Nashr as-Sarraj -rahimahullah- berkata: Saya pernah melihat pembahasan al Wasithi -rahimahullah- tentang ruh, dimana la mengatakan, "Ruh itu ada dua macam: ruh yang menghidupkan makhluk, dan ruh yang menjadi penerang hati. Dan ruh yang terakhir inilah yang difirmankan Allah Swt.:&lt;br /&gt;“Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruh (nilai spiritual al-Qur'an) dengan perintah Kami.”&lt;br /&gt;(Q.S. asy-Syura: 52).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;la dinamakan ruh karena kelembutannya. Jika anggota tubuh berbuat kejelekan yang menyalahi adabnya, maka ruh akan terhalang dari sentuhan-sentuhan sebab yang menyakitkan."&lt;br /&gt;Al Wasithi melanjutkan, "Ketika perhatian-perhatian itu terjadi pada ruh, maka ia akan menapak lebih tinggi pada hari-hari dan waktunya, la tahu segala yang mengajaknya berbicara dan memberi isyarat pada yang bisa dilihat."&lt;br /&gt;Selanjutnya al Wasithi mengatakan, "Sesungguhnya itu adalah dua unsur: ruh dan akal. Maka ruh tidak dapat memberi kepada ruh sesuatu yang dicintainya. Demikian pula akal tidak siap untuk menolak dari akal sesuatu yang tidak disukainya."&lt;br /&gt;Dikisahkan dari Abu Abdillah an-Nibaji yang mengatakan, “Apabila seorang arif telah bisa ‘sampai' (wushul), maka dalam dirinya terdapat dua ruh: ruh yang tidak mengalami perubahan dan perbedaan, dan ruh yang mengalami perubahan dan perbedaan."&lt;br /&gt;Sebagian kaum Sufi mengatakan, "Ruh itu ada dua macam: ruh yang bersifat qadim dan ruh manusiawi (basyariyyah). Mereka berpendapat demikian atas dasar sabda Rasulullah Saw.:&lt;br /&gt;"Kedua mataku tidur, namun hatiku tidak tidur." (H.r. Bukhari-Muslim dari Aisyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka secara lahiriah beliau tidur dengan ruh manusiawinya, sementara batinnya tidak tidur dan selalu terjaga tanpa mengalami perubahan.&lt;br /&gt;Demikian halnya dengan sabda beliau:&lt;br /&gt;"Sesungguhnya aku dijadikan lupa supaya aku bisa membuat sunnah. "&lt;br /&gt;Sementara itu beliau juga pernah memberitahu, bahwa beliau tidak pernah dijadikan orang yang lupa. Maka apa yang diberitahukan ini adalah kondisi ruh qadim.&lt;br /&gt;Demikian pula dengan sabda beliau:&lt;br /&gt;“Aku tidaklah seperti kalian, sesungguhnya aku senantiasa berada dalam lindungan Tuhanku Yang memberiku makan dan minum."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang diberitahukan ini adalah sifat ruh qadim. Sebab beliau memberitahukan tentang sifat-sifat yang bukan sifat-sifat ruh. Syekh Abu Nashr as-Sarraj - rahimahullah - berkata: Pendapat tentang ruh yang dikemukakan tersebut adalah tidak benar. Sebab sifat keqadiman tidak akan bisa terpisah dari Dzat Yang Maha Qadim, sementara makhluk tidak sambung dengan Yang Maha Qadim - Semoga Allah senantiasa memberi taufik.&lt;br /&gt;Saya pernah mendengar Ibnu Salim ditanya tentang pahala dan siksa, "Apakah pahala dan siksa diberikan pada ruh dan jasad atau hanya pada jasad?" Maka ia menjawab, "Taat dan maksiat tidak muncul dari jasad saja tanpa ruh atau dari ruh saja tanpa jasad, sehingga pahala dan siksa hanya diberikan pada jasad saja atau pada ruh saja. Maka orang yang berpendapat bahwa ruh itu mengalami reinkarnasi, perpindahan dan keqadiman, maka ia benar-benar tersesat dan sangat merugi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Isyarat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Syekh Abu Nashr as-Sarraj -rahimahullah- berkata: Jika ada seseorang bertanya, "Apa makna isyarat?" Maka jawablah, "Pada firman Allah, ‘Maha Suci Dzat' (Q.s. al-Furqan:1).&lt;br /&gt;Maka lafadz ‘alladzii’ dalam ayat tersebut adalah suatu kirzayah (metonimia). Sementara metonimia adalah seperti isyarat dalam kelembutan maknanya. Dan isyarat hanya bisa dipahami oleh para tokoh yang memiliki keilmuan yang tinggi."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Asy-Syibli -rahimahullah- berkata, "Setiap isyarat yang digunakan makhluk untuk memberi isyarat kepada al-Haq adalah dikembalikan kepada mereka, sehingga mereka memberi isyarat kepada al-Haq dengan al-Haq, yang mana mereka tidak menemukan jalan untuk menuju ke sana."&lt;br /&gt;Abu Yazid al-Bisthami mengatakan, "Orang yang paling jauh dari Allah ialah orang yang paling banyak memberi isyarat kepadaNya." Kemudian la bercerita, ‘Ada seseorang datang kepada al-Junaid bertanya tentang suatu masalah. Kemudian al-Junaid memberi isyarat dengan kedua matanya melihat ke langit. Lalu orang tersebut berkata, ‘Wahai Abu al-Qasim, jangan memberi isyarat kepadaNya, sebab Dia lebih dekat dengan Anda daripada apa yang Anda isyaratkan.' Maka&lt;br /&gt;al- Junaid berkata, ‘Anda benar.' Dan kemudian tertawa."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dikisahkan dari Amr bin Utsman al-Makki -rahimahullah- yang mengatakan, "Hakikat para sahabat kami adalah Tauhid sementara isyarat mereka dianggap syirik."&lt;br /&gt;Sebagian kaum Sufi berkata, "Masing-masing orang ingin memberi isyarat kepada-Nya, akan tetapi tidak seorang pun diberi jalan menuju ke sana."&lt;br /&gt;Dikisahkan dari al Junaid -rahimahullah- yang pernah berkata kepada seseorang, "Dia itukah yang Anda beri isyarat wahai laki-laki? Berapa kali Anda memberi isyarat kepada-Nya? Tinggalkan, maka Dia akan memberi isyarat kepada Anda."&lt;br /&gt;Abu Yazid -rahimahullah- berkata, "Barangsiapa memberi isyarat kepada-Nya dengan ilmu, maka la telah kufur, sebab isyarat dengan ilmu hanya terjadi pada sesuatu yang diketahui. Dan barangsiapa memberi isyarat kepada-Nya dengan ma'rifat maka ia telah kufur (mulhid) sebab isyarat dengan ma'rifat hanya terjadi pada hal-hal yang bisa dibatasi."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya mendengar ad-Duqqi bercerita: Az-Zaqqaq -rahimahullah- pernah ditanya tentang ‘murid', maka la menjawab, "Hakikat murid ialah dengan memberi isyarat kepada Allah Swt, sehingga ia bisa menemukan Allah bersamaan dengan isyarat itu sendiri." Kemudian la ditanya, "Lantas apa yang bisa memahami kondisi spiritualnya?" la menjawab, "Ialah menemukan Allah Swt. dengan menghilangkan isyarat?" Permasalahan ini dikenal dari al Junaid.&lt;br /&gt;An-Nuri -rahimahullah- mengatakan, "Dekatnya kedekatan tentang apa yang kita beri isyarat adalah jauhnya kejauhan."&lt;br /&gt;Yahya bin Mu'adz -rahimahullah- berkata, "Jika Anda melihat seseorang memberi isyarat kepada suatu perbuatan maka tarekat (cara) yang ia tempuh adalah tarekat wara’ (jaga diri dari syubhat). Jika Anda melihat seseorang memberi isyarat kepada ilmu maka tarekat yang la tempuh adalah tarekat &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('&lt;p&gt;Ibadah dan penghambaan kepada Allah disertai kepatuhan dan cinta mutlak. Manusia diciptakan untuk &amp;quot;mengenal dan mengetahui&amp;quot; Allah. Oleh karena itu, makna esensial dari ibadah adalah Mengenal Allah (ma\'rifatullah). Allah berfirman dalam Al-Quran, &amp;quot;Aku ciptakan jin dan manusia hanyalah agar beribadah kepada-Ku&amp;quot; (QS Al-Dzariyat [51]:56). Nabi Muhammad bersabda, &amp;quot;Kesempurnaan (ihsan) ialah menyembah (mengenal) Allah seperti engkau melihat-Nya.&amp;quot;I&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;', CAPTION, 'Ibadah',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.sufinews.com/plugins/content/definitionbot/messagebox_info.png" alt="" align="top" border="0"&gt; ibadah&lt;/a&gt;. Jika Anda melihatnya memberi isyarat pada keamanan dalam rezeki maka tarekatnya adalah tarekat zuhud. Jika Anda melihatnya memberi isyarat pada ayat-ayat Tuhan, maka tarekatnya adalah tarekat al-Abdal (para pengganti). Jika Anda melihatnya memberi isyarat kepada nikmat-nikmat Allah maka tarekatnya adalah tarekat para arif."&lt;br /&gt;Abu All ar-Rudzabari -rahimahullah- mengatakan, "Ilmu kami ini adalah isyarat. Jika telah menjadi ungkapan maka akan tidak jelas (samar)."&lt;br /&gt;Seseorang menanyakan suatu masalah kepada Abu Ya'qub as-Susi -rahimahullah- dimana la hanya memberikan isyarat atas pertanyaannya itu. Maka as-Susi menjawab, "Wahai laki-laki yang bertanya, sebenarnya kami bisa menjawab pertanyaan Anda tanpa dengan isyarat yang Anda berikan." Tampaknya Abu Ya'qub tidak menyukai isyaratnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Kepandaian (azh-Zharf)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Al Junaid -rahimahullah- pernah ditanya tentang makna azh-zharf, maka ia menjawab, “Yaitu menghindari segala bentuk akhlak yang rendah, dan menggunakan segala akhlak yang mulia, Anda berbuat semata karena Allah kemudian Anda tidak melihat bahwa diri Anda merasa berbuat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Muru’ah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ahmad bin Atha'  -rahimahullah- ditanya tentang muru'ah, maka la menjawab, "Jangan menganggap banyak amalan yang Anda lakukan untuk Allah, dan ketika Anda melakukan suatu amal maka seakan-akan Anda tidak pernah melakukan sesuatu, sementara Anda menginginkan yang lebih banyak dari itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nama Sufi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kelompok ini disebut dengan sebutan Sufi? Maka Ibnu ‘Atha' -rahimahullah- memberikan jawaban, "Mereka disebut dengan nama itu, karena bersihnya kelompok tersebut dari kotoran makhluk dan keluar dari tingkat kejelekan."&lt;br /&gt;An-Nuri -rahimahullah- mengatakan, “Mereka disebut dengan nama ini, sebab kelompok tersebut mencakup makhluk dengan lahiriah para ahli ibadah, sementara mereka mencurahkan segalanya hanya untuk Allah dengan tingkatan orang-orang yang cinta.”&lt;br /&gt;Asy-Syibli -rahimahullah- berkata, “Mereka disebut dengan nama ini, karena masih ada sisa-sisa diri (nafsu) mereka yang tertinggal. Andaikan tidak ada sisa-sisa tersebut, tentu tidak akan ada nama yang bisa melekat pada mereka.”&lt;br /&gt;Sebagian kaum Sufi mengatakan, “Mereka disebut demikian disebabkan mereka bernafas dengan ruh kecukupan (al-kifayah) dan berpenampilan dengan sifat inabah (kembali kepada Tuhan).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rezeki&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yahya bin Mu'adz -rahimahullah- mengatakan, "Dalam wujud (keberadaan) seorang hamba, rezeki tanpa harus dicari, dan itu membuktikan bahwa rezeki diperintah untuk mencari pemiliknya."&lt;br /&gt;Sebagian kaum Sufi mengatakan, "Apabila saya mencari rezeki sebelum waktunya maka saya tidak akan mendapatkannya dan apabila saya mencarinya setelah lewat waktunya saya juga tidak akan mendapatkannya dan apabila saya mencarinya tepat pada waktunya maka saya akan tercukupi."&lt;br /&gt;Diceritakan dari Abu Ya'qub -rahimahullah- yang berkata: Orang-orang berbeda pendapat tentang sebab-sebab datangnya rezeki. Sebagian kaum mengatakan, bahwa sebabnya rezeki adalah berusaha dan bekerja keras. Ini adalah pendapat orang-orang Qadariyah. Sementara itu sebagian kaum yang lain mengatakan, bahwa sebabnya rezeki adalah taqwa.&lt;br /&gt;Mereka berpendapat demikian atas dasar lahiriah ayat al-Qur'an:&lt;br /&gt;"Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka."&lt;br /&gt;(Q.s. ath-Thalaq: 2-3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka telah keliru dalam pendapatnya. Sementara Ilmu yang ada di sisi Allah, bahwa sebabnya rezeki ialah karena penciptaan. Sebagaimana yang difirmankan Allah Swt.:&lt;br /&gt;“Allah-lah yang menciptakan kalian, kemudian memberimu rezki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha Suci Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan."&lt;br /&gt;(Q.s. ar-Rum: 40).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah tidak mengkhususkan pemberian rezeki-Nya kepada orang mukmin saja, tetapi juga orang kafir.&lt;br /&gt;Abu Yazid bercerita: Saya pernah memuji baik seorang murid di hadapan sebagian ulama. Kemudian orang alim (ulama) tersebut bertanya, "Dari mana penghidupannya?" Saya menjawab, "Saya tidak pernah meragukan Penciptanya sehingga saya harus bertanya siapa yang memberinya rezeki." Orang alim tersebut merasa malu lalu ia tidak melanjutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Masalah 1&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Al Junaid -rahimahullah- ditanya, "Bagaimana bila nama seorang hamba telah hilang dan yang tetap tinggal hanya hukum Allah?" Maka la menjawab, "Perlu Anda ketahui - semoga Allah memberi rahmat kepada Anda - bahwa jika ma'rifat kepada Allah (Ma'rifat Billah) telah menjadi agung dan tinggi, maka bekas-bekas hamba akan menghilang dan simbol-simbolnya akan terhapus. Pada saat itu tampaklah ilmu al-Haq dan yang tersisa adalah nama hukum Allah Swt."&lt;br /&gt;Al Junaid -rahimahullah- pernah ditanya, "Kapan seorang hamba menganggap sama antara orang yang memuji dengan orang yang mencacinya?" la menjawab, "Ketika la menyadari bahwa ia hanyalah seorang makhluk dan bahan fitnahan."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Atha' -rahimahullah- ditanya, "Kapan la mendapatkan kedamaian hati? atau Dengan apa la bisa meraih kedamaian hati?" la menjawab, "Yaitu dengan memahami haqul-yaqin, yaitu al-Qur'an, kemudian la diberi ilmul-yaqin dan setelah itu la melihat ainul-yaqin. Pada saat itu hatinya akan merasa tenteram. Sedangkan ciri-cirinya adalah ridha atas takdir yang telah ditentukan-Nya dengan perasaan penuh wibawa dan cinta serta menganggap-Nya sebagai Pelindung dan Dzat Yang diserahi tanpa ada perasaan curiga yang mengganjal."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Abu Utsman -rahimahullah- ditanya tentang perasaan sedih yang sering dialami manusia pada umumnya, sementara la tidak tahu dari mana la datang. Maka Abu Utsman menjawab, "Sesungguhnya ruh selalu mawas diri dari perbuatan dosa dan kejahatan yang senantiasa mengintai jiwa (nafsu), sementara jiwa akan melupakannya. Dan apabila ruh menemukan jiwa telah sadar, maka kejahatannya akan ditunjukkan, akhirnya ia diselimuti rasa kegelisahan dan sedih. Inilah perasaan sedih yang sering ditemukan seseorang, sementara ia tidak mengerti dari mana la masuk ke dalam dirinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Firasat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yusuf bin al-Husain -rahimahullah- pernah ditanya tentang Hadis Nabi Saw, "Hati-hatilah terhadap firasat orang mukmin karena ia melihat dengan Cahaya Allah." Maka la mengatakan, "Ini benar dari Rasulullah dan terutama orang-orang yang beriman (mukmin). Dan ini adalah kelebihan dan karamah (kemuliaan ) bagi orang yang hatinya diberi cahaya oleh Allah dan dilapangkan dadanya. Sementara itu seseorang tidak berhak memberikan keputusan hukum untuk dirinya dengan firasat tersebut, sekalipun banyak benarnya dan sedikit sekali terjadi kesalahan. Orang yang tidak bisa memberikan keputusan hukum untuk dirinya dengan hakikat keimanan, kewalian dan kebahagiaan, lalu bagaimana ia bisa memberi keputusan hukum untuk dirinya dengan kelebihan karamah? Sebenarnya itu hanyalah kelebihan bagi orang-orang beriman tanpa harus memberi isyarat apa pun kepada seseorang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fantasi (waham)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim al-Khawwash -rahimahullah- pernah ditanya tentang waham, maka ia mengatakan, "Waham adalah pemisah yang berdiri sendiri antara akal dan pemahaman, dimana ia tidak bisa dinisbatkan pada akal sehingga menjadi bagian dari sifat-sifat akal dan tidak pula dinisbatkan pada pemahaman sehingga ia menjadi bagian dari sifat-sifat pemahaman. Namun la berdiri sendiri yang mirip dengan sinar antara matahari dengan air, dimana ia tidak bisa dinisbatkan pada matahari dan tidak pula pada air. Atau mirip dengan rasa kantuk antara tidur dan bangun terjaga, maka ia tidak bisa disebut orang yang sedang tidur dan tidak pula orang yang sedang bangun terjaga. Maka ini adalah kesadarannya, yakni kelangsungan akal pada pemahaman atau pemahaman pada akal, sehingga di antara keduanya tidak ada pemisah yang berdiri sendiri. Sedangkan pemahaman adalah intisari yang jernih dari akal, sebagaimana intisari segala sesuatu adalah isinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Masalah 2&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Abu Yazid -rahimahullah- pernah ditanya tentang makna firman Allah Swt.:&lt;br /&gt;"Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah.".&lt;br /&gt;(Q.s. Fathir: 32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Abu Yazid mengatakan, "Orang yang terlebih dahulu berbuat kebaikan (as-sabiq) adalah orang yang dicambuk dengan cambuk cinta (mahabbah), dipenggal dengan pedang kerinduan dan berbaring di depan ‘pintu' kewibawaan. Sementara orang yang tengah-tengah (al-muqtashid) adalah dicambuk dengan cambuk kesedihan, dipenggal dengan pedang penyesalan lalu berbaring di depan ‘pintu' kemuliaan. Sedangkan orang yang menganiaya dirinya sendiri (azh-zhalim) adalah dicambuk dengan cambuk harapan dan cita-cita, dipenggal dengan pedang ketamakan lalu terkapar di ‘pintu' siksaan."&lt;br /&gt;Sementara itu kaum Sufi yang lain mengatakan, "Orang yang menganiaya dirinya sendiri akan disiksa dengan hijab (penghalang), dan orang yang berada di tengah-tengah telah masuk ke bagian dalam, sedangkan orang yang terdepan dalam melakukan kebaikan telah sujud di atas hamparan milik Sang Penguasa dan Maha Pemberi."&lt;br /&gt;Sedangkan yang lainnya berkata, "Orang yang menganiaya dirinya sendiri disiksa dengan penyesalan atas kecerobohannya, sedangkan orang yang tengah-tengah diselimuti dengan perlindungan dan kehati-hatian. Sedangkan orang yang terdepan dalam melakukan kebaikan akan bersujud dengan hatinya kepada al-Haq di atas hamparan ‘permadani’. Orang yang menganiaya dirinya akan terhalang dari memperoleh penjagaan dan as-sabiq tampak melakukan sujud di atas permadani dengan hatinya kepada al-Haq. Sementara itu orang yang menganiaya dirinya sendiri akan terhalang untuk mendapatkan isyarat, orang yang tengah-tengah akan terjaga dengan isyarat yang jelas, sedangkan orang yang terdepan dalam melakukan kebaikan akan selalu dicinta dengan membenarkan isyarat."&lt;br /&gt;Sementara itu ada kaum Sufi lain yang berpendapat, bahwa orang yang menganiaya diri sendiri adalah dal, orang yang tengah-tengah adalah ba', dan orang yang terdepan dalam melakukan kebaikan adalah mim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berandai (Tamanni)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ruwaim bin Ahmad -rahimahullah- pernah ditanya, "Bolehkan seorang murid berandai-andai?" la menjawab, "Seorang murid tidak seyogyanya berandai-andai, la hanya boleh berharap. Sebab berandai-andai adalah melihat nafsu sedang berharap adalah melihat apa yang lebih dahulu ditentukan Allah.&lt;br /&gt;Berandai-andai adalah termasuk sifat-sifat nafsu, sedangkan berharap adalah sifat hati. Dan hanya Allah Yang Maha Tahu."&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.sufinews.com&lt;br /&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" face="arial" size="3"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-6652162040455352550?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/6652162040455352550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/10/al-luma.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/6652162040455352550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/6652162040455352550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/10/al-luma.html' title='AL-Luma'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-3465862840602914078</id><published>2010-10-18T09:39:00.000+07:00</published><updated>2010-10-18T09:42:32.430+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Doa'/><title type='text'>Ensiklopedia Dzikir</title><content type='html'>&lt;div class="article-content"&gt; &lt;div style="float: left; width: 290px;" class="img_caption left"&gt;&lt;img class="caption" src="http://www.sufinews.com/images/stories/290-front/dzikir.jpg" align="left" border="0"&gt;&lt;/div&gt;Dzikirlah kepada-Ku, niscaya Aku akan dzikir kepadamu.(Q.s. Al Baqarah: 152).&lt;br /&gt;“Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya.” (Q.s. Al Ahzab: 41)   &lt;br /&gt;“Ahli dzikir kepada-Ku adalah teman duduk-Ku.” (Hadis Qudsy yang diriwatatkan HR. Ahmad)&lt;br /&gt;“Siapa yang ingin bersenang-senang ditaman syurga, perbanyaklah dzikir.” (HR.Thabrani) &lt;p&gt;Keselamatan memiliki empat bagian, yang sembilan diantaranya terdapat dalam diam kecuali dari dzikir kepada Allah Taa’la, sedangkan yang satunya lagi terdapat dalam meninggalkan pergaulan dengan orang-orang bodoh. (Ali Bin Abi Thalib)&lt;br /&gt;Orang yang berdzikir kepada Allah ditengah-tengah orang-orang yang lalai berdzikir kepada-Nya seperti pohon yang hijau yang berada ditengah-tengah tanaman yang kering, dan seperti rumah yang berpenghuni diantara reruntuhan rumah. (Ali bin Abi Thalib)&lt;br /&gt;Diantara indera-indera lahiriah, tidak ada yang lebih mulia daripada mata, maka janganlah kamu penuhi semua keinginannya (pandangannya) karena ia akan melalaikan kalian dari dzikir kepada Allah. (Ali Bin Abi Thalib)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dzikir adalah membebaskan diri dari sikap lalai dan lupa dengan menghadirkan hati secara terus-menerus bersama Allah. Sebagian kalangan mengatakan bahwa dzikir adalah menyebut secara berulang-ulang dengan hati dan lisan nama Allah, salah satu sifat-Nya, salah satu hukum-Nya, atau lainnya, yang dengannya seseorang dapat mendekatkan diri kepada Allah. (Menurut Ibnu Athaillah)&lt;br /&gt;Dzikir adalah lembaran kekuasaan, cahaya penghubung, pencapaian kehendak, tanda awal perjalanan yang benar dan bukti akhir perjalanan menuju Allah. Tidak ada sesuatu setelah dzikir. Semua perangai yang terpuji merujuk kepada dzikir dan bersumber darinya. (&lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('&lt;p&gt;Pemimpin dalam shalat. Imâm adalah “orang yang diikuti”. Ketika hati sudah tersucikan melalui upaya spiritual dan cinta kepada Allah, maka dia pantas menjadi tempat Allah.  &lt;br /&gt;Hati ini adalah imâm hakiki, pemimpin sesungguhnya, yang harus diikuti dalam shalat. Hati yang suci (qalb) menjadi sarana untuk membimbing dan memimpin akal (al‘aql) menuju Pengetahuan tentang Allah. &lt;br /&gt;Al-Khidhr a.s. diumpamakan sebagai hati dan Nabi Musa a.s. diibaratkan sebagai akal. Al-Khidhr berkata, “Engkau tidak akan sanggup bersabar bersama ku. Bagaimana mungkin engkau akan bersabar atas hal-hal yang tidak engkau mengerti ?“  &lt;br /&gt;(QS Al-Kahf [181]:67-68). &lt;br /&gt;Ketika hati sudah membimbing akal, meski hanya sesaat, maka Pengetahuan hakiki tentang Allah turun ke dalam hati.&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;', CAPTION, 'Imam',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.sufinews.com/plugins/content/definitionbot/messagebox_info.png" alt="" align="top" border="0"&gt; Imam&lt;/a&gt; Abu Qasim al Qusyairi)&lt;br /&gt;Dzikir adalah unsur penting dalam perjalanan menuju al Haq. Bahkan, dia adalah pemimpin dalam perjalanan tersebut. Seseorang tidak akan sampai kepada Allah kecuali dia tekun dalam berdzikir. (Imam Abu Qasim Al Qusyairi)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak diragukan bahwa hati dapat berkarat seperti halnya besi dan perak. Dan alat pembersih hati adalah dzikir. Dzikir dapat membersihkannya, sehingga dia menjadi seperti cermin yang bersih. Apabila seseorang meninggalkan dzikir, maka hatinya akan berkarat. Dan apabila dia berzikir, maka hatinya menjadi bersih.Berkaratnya hati disebabkan dua perkara, yakni lalai dan dosa. Dan yang dapat membersihkannya juga dua perkara, yakni &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('&lt;p&gt;Memohon ampunan kepada Allah. Istighfar adalah bagian penting dari persiapan menuju shalat hakiki. Amal ibadah ini tidak boleh ditinggalkan, tanpa mempersoalkan pengetahuan, visi spiritual, kezuhudan seseorang, dan sebagainya. “Sang hamba tetaplah hamba dan Tuhan tetaplah Tuhan”. Memohon ampunan adalah bagian dari menjadi seorang hamba.&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;', CAPTION, 'Istighfar',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;&lt;img src="http://www.sufinews.com/plugins/content/definitionbot/messagebox_info.png" alt="" align="top" border="0"&gt; istighfar&lt;/a&gt; dan dzikir. Barang siapa yang lalai dalam kebanyakan waktunya, maka karat di hatinya akan menumpuk sesuai dengan tingkat kelalaiannya. Apabila hati berkarat, maka segala sesuatu tidak tergambar di dalamnya sesuai dengan faktanya. Dia akan melihat kebatilan dalam bentuk kebenaran, dan melihat kebenaran dalam bentuk kebatilan. Sebab, ketika karat hati itu bertumpuk, hati menjadi gelap, sehingga bentuk-bentuk kebenaran tidak tergambar sebagaimana adanya. Apabila karat hati bertumpuk, maka hati menjadi hitam dan pandangannya menjadi rusak, sehingga dia tidak dapat menerima kebenaran dan tidak dapat mengingkari kebatilan. Inilah siksaan hati yang paling berat. Sumber dari semua itu adalah kelalaian dan mengikuti hawa nafsu. Keduanya menghilangkan cahaya hati dan membutakannya. Allah berfirman dalam surat al Kahfi ayat 28 yang artinya : Dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan keadaannya melewati batas. (Ibnu qayyim Al jauziyah)&lt;br /&gt;Keistimewaan itu terdapat dalam ucapan, perbuatan dan benda-benda. Dan keistimewaan yang paling agung adalah keistimewaan dzikir. Sebab, tidak ada amal anak Adam yang paling dapat menyelamatkannya dari siksa Allah selain dzikir kepada-Nya. Allah telah menjadikan segala sesuatu seperti minuman. Masing-masing memiliki manfaat khusus. Dengan demikian, setiap yang umum dan yang khusus harus diperhatikan sesuai dengan kondisi setiap orang. (Ahmad Zaruq)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak akan terbuka pintu maqam ridla bagi seorang hamba melainkan setelah dia mengerjakan tiga perkara pada fase awal perjalanannya, yaitu :&lt;br /&gt;1. Dia tenggelam dalam nama tunggal (Allah). Dzikir dengan nama tunggal ini hanya khusus bagi orang-orang yang telah mendapat izin dari seorang mursyid kamil.&lt;br /&gt;2. Dia bergaul dengan orang-orang yang berzikir&lt;br /&gt;3. Dia konsisten dalam mengerjakan amal saleh, dan bersih dari noda. Dengan kata lain, dia berpegang teguh pada syariat yang dibawa Nabi Muhammad saw. (Ahmad ibn Ujaibah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga macam dzikir: Dzikir dengan lisan yang memiliki sepuluh kebaikan. Dzikir dengan hati yang memiliki tujuh ratus kebaikan, dan dzikir yang pahalanya tidak ditimbang dan dihitung , yaitu puncak kecintaan kepada Allah serta perasan malu karena kedekatan-Nya. (Ibnu Salim)&lt;br /&gt;Tidak setiap orang yang mengaku berdzikir (mengingat Allah) meski orang ingat (Sahl bin Abdullah)&lt;br /&gt;Makna dzikir adalah mengaktualisasikan pengetahuan, bahwa Allah melihat Anda. Maka dengan hati Anda menyaksikan-Nya dengan dekatdengan Anda dan Anda merasa malu dengan-Nya. Kemudian Anda memprrioritaskan-Nya daripada diri Anda sendiridan seluruh kondisi spiritual Anda. (Sahl bin Abdullah)&lt;br /&gt;Hakikat dzikir adalah melupakan dzikir. Yakni melupakan dzikir Anda kepada Allah SWT. dan melupakan segala sesuatu selain Allah Azza wa Jalla. (Asy-Syibli)&lt;br /&gt;Dzikir adalah tiang penopang yang sangat kuat atas jalan menuju Allah swt. Sungguh, ia adalah landasan bagi tharikat itu sendiri. Tidak seorang pun dapat mencapai Allah swt, kecuali dengan terus-menerus dzikir kepada-Nya. (Abu Ali ad-Daqqaq berkata)&lt;br /&gt;Dzikir adalah tebaran kewalian. Seseorang yang dianugerahi keberhasilan dalam dzikir berarti telah dianugerahi taburan itu, dan orang yang tidak dianugerahinya berarti telah dipecat. (Syeikh Abu Ali ad-Daqqaq )&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dzikir berarti meninggalkan bidang kealpaan dan memasuki bidang musyahadah mengalahkan rasa takut dan disertai kecintaan yang luar biasa. (al-Wasithy )&lt;br /&gt;Seorang yang benar-benar dzikir kepada Allah akan lupa segala sesuatu selain dzikirnya. Allah akan melindunginya dari segala sesuatu, dan ia diberi ganti dari segala sesuatu. (Dzun Nun al-Mishry )&lt;br /&gt;Seandainya bukan kewajibanku untuk berdzikir kepada-Nya, tentu aku tidak berdzikir karena mengagungkan-Nya. Orang sepertiku berdzikir kepada Allah swt.? Tanpa membersihkan mulutnya dengan seribu tobat karena berdzikir kepada-Nya!” (Muhammad al-Kattany )&lt;br /&gt;Tiada sehari pun berlalu, kecuali Allah swt. berseru, ‘Wahai hamba-Ku, engkau telah berlaku zalim kepada-Ku. Aku mengingatmu, tapi engkau melupakan-Ku. Aku menghilangkan penderitaanmu, tapi engkau terus melakukan dosa. Wahai anak Adam, apa yang akan engkau katakan besok jika engkau bertemu dengan Ku’? (Sahl bin Abdullah)&lt;br /&gt;Seseorang yang tidak dapat merasakan keganasan alpa, tidak akan merasakan sukacita dzikir. (Abu Utsman )&lt;br /&gt;Ada hukuman atas tiap-tiap sesuatu, dan hukuman bagi seorang ahli ma’rifat adalah terputus dari dzikir kepada-Nya.(Ats-Tsaury)&lt;br /&gt;Dzikir berarti tiadanya ingatan pelaku dzikir terhadap dzikirnya. (Dzun-Nun)&lt;br /&gt;Dzikir dengan  lidah tana dirasakan oleh hati-itulah dzikir yang biasa; dzikir dengan lidah yang disertai oleh hati-itulah dzikir yang meraih pahala; dan dzikir bilah hati mengembara dalam ingatan dan meninggalkan lidah dalam diam, nilai dzikir semacam itu hanya dikethui oleh Allah SWT. (al Kharraz)&lt;br /&gt;Barangsiapa yang ingat akan dzikir-Nya lebih lalai  ketimbang yang lupa akan dzikir-Nya. (Abu Bakar al Wasiti)&lt;br /&gt;Carilah kemanisan dalam tiga hal: shalat, dzikir dan membaca Al-Qur’an. Kemanisan hanya dapat ditemukan di sana, atau jika tidak sama sekali, maka ketahuilah bahwa pintu telah tertutup.(Abu Sulaiman ad-Dar).&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.sufinews.com&lt;br /&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" face="arial" size="3"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-3465862840602914078?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/3465862840602914078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/10/ensiklopedia-dzikir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/3465862840602914078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/3465862840602914078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/10/ensiklopedia-dzikir.html' title='Ensiklopedia Dzikir'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-2903492215011393937</id><published>2010-10-18T09:37:00.000+07:00</published><updated>2010-10-18T09:42:32.453+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Tasawuf'/><title type='text'>Ilmu-Ilmu Tasawuf</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Syekh Abul Hasan Syadzily&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Beliau r.a. berkata: Ilmu-ilmu ini adalah benteng-benteng dan penjelasan terhadap posisi-posisi jiwa, bersitan-bersitan, tipu dayanya, dan kehendaknya, serta memutus hati dari memperhatikan, bersantai, dan bertenteraman (dengan ego) di atas jalan tauhid dan syariat dengan kemurnian cinta dan keikhlasan agama dengan sunah. &lt;br /&gt;Mereka mempunyai beberapa tambahan dalam maqam-maqam keyakinan dari zuhud, sabar, harap, takut, tawakal, ridha, dan lain-Iainnya yang termasuk maqam-maqam yakin. Inilah jalan orang-orang yang menuju (kepada Allah) dalam metode interaksi. &lt;p&gt;Adapun ahlullah dan hamba-hamba istimewa-Nya, maka mereka adalah kaum yang ditarik Allah dari kejahatan dan pangkal-pangkalnya. Dia pekerjakan mereka kepada kebaikan dan cabang-cabangnya. Dia limpahkan kecintaan khalwat pada mereka, dan Dia buka jalan munajat bagi mereka. Sehingga Dia mengenalkan diri-Nya lantas mereka mengenal-Nya. Dia menumbuhkan cinta pada mereka, maka mereka mencintai-Nya. Dan Dia Yang Menunjukkan jalan, lalu mereka menempuhnya. Jadi, mereka senantiasa dengan-Nya serta untuk-Nya. Dia tidak membiarkan mereka untuk selain-Nya dan tidak mendinding mereka dari-Nya. Bahkan, mereka terdinding dengan-Nya dari selain-Nya, tidak mengenal selain-Nya, dan tidak cinta kecuali kepada-Nya. “Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal” (QS Az-Zumar 39;18).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hakikat Jalan (Tasawuf)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jalan ini tidak ditempuh dengan kerahiban, makan gandum, kulit padi, maupun sisa produksi. Akan tetapi, dengan kesabaran dan keyakinan dalam petunjuk. Allah SWT berfirman, “Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar (dalam menegakkan kebenaran) dan adalah mereka meyakini ayat-ayat kami, Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang memberikan keputusan di antara mereka pada hari Kiamat tentang apa yang selalu mereka perselisihkan padanya.” (QS. As-Sajadah [32]: 24-25)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan, pelabuhan ini sungguh mulia, padanya lima perkara: sabar, takwa, wara’, yakin, dan makrifat. Sabar apabila disakiti, takwa dengan tidak menyakiti, wara’ terhadap yang keluar masuk dari sini —dan dia menunjuk mulutnya— dan pada hati, bahwa tidak menerobos ke dalamnya selain apa yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya, juga keyakinan dalam rezeki, dan makrifat terhadap &lt;a class="mosinfopop" style="border-bottom: 1px dotted rgb(0, 0, 0); cursor: help;" href="javascript:void(0)" onmouseover="return overlib('&lt;p&gt;Allah Yang Mahabenar. Salah satu Nama Indah Allah (al-asma\'al-husna). Al-Haqq al-makhluq bihi: Allah Yang Mahabenar yang karena-Nya tercipta segala sesuatu, Allah menyertai segalanya. Ini adalah Barzakh Tertinggi (al-barzakh al-a\'la).&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;', CAPTION, 'Al-Haqq',BELOW,RIGHT, WIDTH, 300, FGCOLOR, '#CCCCFF', BGCOLOR, '#333399', TEXTCOLOR, '#000000', CAPCOLOR, '#FFFFFF', OFFSETX, 10, OFFSETY, 10);" onmouseout="return nd();"&gt;al-Haq&lt;/a&gt; yang tidak akan hina seseorang bersamanya kepada siapa pun dari makhluk. “Bersabarlah (hai Muhammad) dan Tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS, An-Nahl [16]: 127-128).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hakikat orang yang berakal&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Beliau r.a. berkata: Orang yang berakal adalah orang yang mengerti tentang Allah, apa-apa yang Dia kehendaki atasnya dan apa yang berasal darinya secara syariat. Dan, yang Allah inginkan dari hamba itu ada empat: adakalanya nikmat atau cobaan, ketaatan atau kemaksiatan.&lt;br /&gt;Apabila kamu berada dengan nikmat, maka Allah menuntut syukur darimu secara syariat. Apabila Allah menghendaki cobaan bagimu, maka Dia menuntut kesabaran darimu secara syariat. Jika menghendaki ketaatan darimu, maka Allah menuntut darimu kesaksian terhadap anugerah dan memandang taufik secara syariat. Dan, jika menghendaki kemaksiatan darimu, maka Allah menuntut darimu tobat dan kembali kepada-Nya dengan penyesalan secara syariat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Siapa yang mengerti empat perkara ini dari Allah dan melakukan apa yang Allah cintai darinya secara syariat, maka dia adalah hamba yang sebenar-benarnya. Dalilnya adalah sabda Nabi SAW, “Siapa yang apabila diberi lantas ia bersyukur, jika ditimpa cobaan dia bersabar, menzalimi lalu meminta ampun, dan dizalimi lalu memaafkan,” Kemudian, beliau berdiam. Para sahabat bertanya, “Apa, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Merekalah yang mendapatkan keamanan dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” Demikian juga dalam ungkapan sebagian mereka, “Tidak pernah gampang hal itu kecuali bagi seorang hamba yang mencinta. Dia tidak mencintai kecuali karena Allah semata atau mencintai apa yang Allah perintahkan sebagai syariat agamanya.” Wassalam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beliau r.a. berkata: Terdapat di sebagian khabar, “Siapa yang taat kepada-Ku dalam segala sesuatu dengan meninggalkan segala sesuatu, niscaya Aku memperkenankannya dalam setiap sesuatu; bahwa Aku ber-tajalli kepadanya pada setiap sesuatu hingga dia melihat-Ku seakan-akan Aku adalah segalanya.” Inilah ketaatan yang terdapat pada hak awam orang-orang yang saleh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun ketaatan pada hak khawdsh dari kalangan shiddiqin adalah dengan ‘keputusasaan’ dari mereka dengan menghadap kepada segala sesuatu karena bagusnya kehendak Tuhan mereka pada setiap sesuatu. Maka, seolah-olah Dia berkata, “Siapa yang taat kepada-Ku atas segala sesuatu dengan menghadap pada segala sesuatu karena bagusnya kehendak-Ku pada setiap sesuatu, bahwa Aku ber-tajalli kepadanya pada setiap sesuatu hingga dia melihat-Ku seakan-akan Aku lebih dekat kepadanya dari segala sesuatu.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.sufinews.com&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" face="arial" size="3"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-2903492215011393937?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/2903492215011393937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/10/ilmu-ilmu-tasawuf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/2903492215011393937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/2903492215011393937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/10/ilmu-ilmu-tasawuf.html' title='Ilmu-Ilmu Tasawuf'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-3845551230793815887</id><published>2010-10-18T09:29:00.001+07:00</published><updated>2010-10-18T09:42:32.479+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Sastra Sufistik'/><title type='text'>Tembang Sufi Nusrat Khan</title><content type='html'>&lt;div class="article-content"&gt; &lt;div style="float: left; width: 210px;" class="img_caption left"&gt;&lt;img class="caption" src="http://www.sufinews.com/images/stories/200-artikel/nusrat-khan.jpg" alt="Nusrat Khan" align="left" border="0"&gt;&lt;/div&gt;Biasa dengar lagu Allahu oleh Raihan. Sebenarnya lagu itu asalnya dinyanyikan oleh Sir Nusrat Fateh Ali Khan atau yang dikenal dengan Nustrat Khan. Kepiwaiannya dalam bermusik mengantarakan sosoknya menjadi orang termasyhur sejagat.  IA seorang lagenda dalam  musik Qawwali jenis musik trasisional India yang syarat dengan nilai nilai sufistik. WAlaupun sebagaian mengatakan bahwa banyak mengandung  unsur syiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, nusrat adalah musisi yang banyak mendapatkan perhatian. Baik oleh kalangan musisi dunia seperti Peter Gabriel hinnga Mic Jagger, beberapa musisi nasyid sekarang banyak terisniptasi olehnya.  Tidak salah kalau TIME tanggal 6 November 2006, “60 Tahun dari Asia Heroes”, daftar Nusrat sebagai salah satu dari 12 seniman atas dan Pemikir dalam 60 tahun terakhir&lt;br /&gt;Penyanyi rock dunia, Mick Jagger pernah menyempatkan diri menonton konser musisi yang satu ini. Ia begitu kagum luar biasa. Ia bahkan ikut larut dalam tembang yang dinyanyikan Nustat Khan. “ Beruntung aku dapat tempat duduk yang tepat sehingga dapat menyaksikansendiri reaksi para penonton terhadap Qawali. Sebagaimana di setiap sajian Qawalli, pujian kepada Alloh SWT selalu mengawali acara. Sebagian besar orang-orang Muslim itupun langsung jatuh kedalam ekstasi karena kekuatan hamd : Alloh hu, Alloh hu Alloh hu , dibelakang sebuah meja, persis di depan panggung, saya lihat Mick Jagger mengayun-ayunkan kepala dan bahunya mengikuti irama seolah tersihir,” kata Prof Ali Akbar.  Bahkan ia menyebutnya  dengan manusia dengan suara terindah di muka bumi. &lt;p&gt;Nusrat Fateh Ali Khan dikenal sebagai musisi yang masyhur. Pria kelahiran Pakistan 13 Oktober 1948 dikenal di seluruh dunia sebagai penyanyi yang mempunyai kemapuan luar biasa. Khususnya penyanyi Qawwali yaitu  musik puji-pujian para sufi.  Ia berhasil membawa musik sufi ke level internasional dan menciptakan generasi baru pecinta Qawwali, baik di Pakistan maupun di seluruh dunia. Nustrat  adalah anak kelima dan putra pertama dari Ustad Fateh Ali Khan, seorang musikolog, vokalis, instrumentalis, dan Qawwal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Secara tradisional, Qawwali dipraktekkan turun temurun. Keluarga Nusrat (yang berasal dari Afganistan) memiliki tradisi yang tak terputus dalam mementaskan qawwali selama 600 tahun. Salah satu julukan kehormatannya adalah Shahenshah-e-Qawwali, berarti Kaisar Qawwali (Emperor of Qawwals).&lt;br /&gt;Khan mulai dengan belajar memainkan tabla dengan ayahnya, sebelum belajar pada Raag Vidya dan Bol Bandish. Pada tahun 1971, Nusrat menjadi pemimpin group musik Qawalli yang didirikan bersama keluarganya. Hasil rekamannya disiarkan diradio sebagai  dari sebuah festival musik Jashn-e-Baharan. Khan bernyanyi terutama dalam bahasa Urdu dan Punjabi dan kadang-kadang dalam bahasa Persia, Brajbhasha dan Hindi.&lt;br /&gt;Adapun hit besar pertamanya di Pakistan adalah lagu Haq Ali Ali, yang dilakukan dengan gaya dan instrumentasi tradisional. Kariernya mulai meroket setelah menandatangi  kerjasama dengan perusahaan rekaman Oriental Star Agencies (OSA) Birmingham Inggris. Label ini yang mensopnsori tur konser&lt;br /&gt;di Inggris pada era 80-an.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Penghargaan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Banyak musisi yang pernah bekerjasama dengannya. Ia pernah bekerja sama dengan dedengkot World Music, Peter Gabriel tahun 1985, Peter Gabriel kemudian merilis lima album Nusrat’s Qawwali tradisional, bersama-sama dengan beberapa karya eksperimental-nya yang termasuk album Mustt Mustt dan Rise Star. Kemudian musisi Kanada Michael Brook  bekerjsama di album Mustt Mustt (1990) dan Song Night (1996) Nama lainnya adalah vokalis Pearl Jam Eddie Vedder dalam 1995.&lt;br /&gt;Beberapa penghargaan pernah diterimanya . Ia memenangkan Hadiah Budaya Asia Fukuoka VII 1996.  Pada tahun 1997 albumnya masuk nominasi Grammy Award di Amerik untuk kategori musik rakyat tradisional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Khan jatuh sakit dengan gagal ginjal dan hati dan meninggal 11 Agustus 1997 di London. Ia wafat  Inggris dalam perjalanan ke Los Angeles untuk menerima transplantasi ginjal. Jenazahnya kemudian  dibawa ke Faisal abad, Pakistan dan pemakamannya dihadiri oleh banyak orang.(Oleh: Nurul Huda)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;http://www.sufinews.com&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" face="arial" size="3"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-3845551230793815887?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/3845551230793815887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/10/tembang-sufi-nusrat-khan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/3845551230793815887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/3845551230793815887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/10/tembang-sufi-nusrat-khan.html' title='Tembang Sufi Nusrat Khan'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-1905772439356478819</id><published>2010-10-18T09:25:00.001+07:00</published><updated>2010-10-18T09:42:32.503+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Tafakur'/><title type='text'>Menu Yang Bikin Menangis</title><content type='html'>&lt;div class="article-content"&gt; &lt;p&gt;Ada menu di kafe Sufi, sekali anda makan dan anda minum, airmata meleleh ke pipi. Saking pedasnya? Bukan. Tetapi karena setiap bumbunya, terus-menerus membuat hati kembali kepada Allah swt. Nah, biasanya ada model menangis. Ada menangis mata; ada menangis hati; ada pula menangis rahasia batin:&lt;/p&gt;    &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menangis mata adalah tangisan kaum ma’rifat yang kembali hatinya kepada Allah swt.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menangis hati adalah tangisan kaum ma’rifat yang sedang menempuh jalan menuju Allah swt.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menangis rahasia batin, adalah kaum ma’rifat yang menangis karena mereka menjadi pecinta Allah swt.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Perlu diketahui, bahwa kalangan ahli ma’rifat mempunyai kesusahan yang tersembunyi di bawah rahasia batin mereka, tertutupi oleh pemikiran mereka, maka, ketika rahasia batinnya memuncak, berhembuslah angin rasa takut penuh cinta karena Kharisma Ilahi. Sedangkan hatinya bergolak jilatan api kegelisahan, yang membakar seluruh remuk redamnya kealpaan dan kelupaan kepada Tuhannya Azza wa-Jalla. Untuk sajian menunya ada beberapa piliha; anda tinggal minta pesan kepada pelayan, seputar derajat tangis anda. Silahkan dipilih:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Sajian menangis karena malu, seperti tangisan Nabi Adam as.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menangis karena kesalahan, seperti tangisan Nabi Dawud as.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menangis karena takut, seperti tangisan Nabi Yahya bin Zakaria.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menangis karena kehilangan, seperti tangisan Nabi Ya’qub as.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menangis karena Kharisma Ilahi, seperti tangisan seluruh para Nabi as, yaitu dalam firmanNya:  “Ketika dibacakan ayat-ayat Sang Rahman kepada mereka, maka mereka bersujud dan menangis.” (Marsyam: 58)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menangis karena rindu dan cinta, seperti tangisan Nabi Syu’aib as,  ketika beliau menangis sampai matanya buta, kemudian Allah swt, mengembalikan menjadi sembuh, lalu beliau menangis lagi hingga buta kembali sampai tiga kali. Lalu Allah swt, memberikan wahyu kepadanya: “Wahai Syu’aib, bila tangisanmu karena engkau takut neraka, Aku sudah benar-benar mengamankan dirimu dari neraka. Dan jika tangismu karena syurga, Aku telah mewajibkan dirimu syurga.”&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;“Tidak Ya Tuhan, namun aku menangis karena rindu ingin memandangmu…” kata Nabi Syu’aib as. Kemudian Allah swt, menurunkan wahyu kepadanya,” Sungguh wahai Syu’aib! Sangat benar orang yang menghendakiKu, menangis dari dalam rindu kepadaKu. Untuk penyakit ini tidak ada obatnya, kecuali bertemu denganKu.”&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa Nabi saw, bersabda: “Bila seorang hamba menangis karena takut kepada Allah atas masalah ummat, sungguh Allah swt memberikan rahmat bagi ummat itu, karena tangisan hamba tadi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabi’ah ra, berkata, “Aku menangis selama sepuluh tahun karena merasa jauh dari Allah swt, dan sepuluh tahun lagi menangis karena bersama Allah swt, kemudian sepuluh tahun menangis karena menuju kepada Allah swt. Menangis karena bersama Allah, disebabkan sangat berharap padaNya. Sedangkan menangis jauh dari Allah swt, karena takut kepadaNya. Adapun menangis karena menuju Allah swt, karena sangat rindu kepadaNya.”&lt;br /&gt;Salah satu Sufi berkata, “Aku masuk ke rumah rabi’ah al-Bashriyah, ketika itu ia sedang sujud. Lalu aku duduk di sisinya, hingga ia bangun mengangkat kepalanya. Kulihat ditempat sujudnya menggenang air matanya. Aku bersalam kepadanya, dan ia jawab salamku. Ia berkata, “Apa kebutuhanmu?” tanyanya.&lt;br /&gt;“Aku ingin datang kepadamu..” kataku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu ia menangis, dan memalingkan wajahnya dariku. Ketika ia menangis, ia mengatakan, “Sejuknya matahatiku  harus datang dariMu? Sungguh mengherankan orang yang mengenalMu, bagaimana ia bisa sibuk dengan selain DiriMu? Mengherankan sekali! Orang yang menghendakiMu, bagaimana ia menginginkan selain DiriMu?”&lt;br /&gt;Silakan anda memlih, nanti akan disiapkan oleh para pelayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cuci mulut yang menyucikan jiwa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menu tutup makan dan minum, adalah cuci mulut. Menu ini terdiri dari buah-buahan dari pohon taubat dan khusyu’. Lalu berbuah syukur yang tak henti-hentinya berbuah. Bagi para peng-kafe sufi, menu cuci mulut ini sangat berarti agar tidak muncul hasrat nafsu yang ambisius dan berlebihan dalam menjalankan ubudiyah serta menyantap santapan ruhani. Karena betapa banyaknya kebenaran disampaikan dengan nafsu dan emosi, sehingga malah merusak pribadi sang muballigh atau juru dakwah itu sendiri. Itu disebabkan dakwah jadi entertain, hiburan dan industri. Dan itulah hancurnya para muballigh kita.&lt;br /&gt;Mereka mesti mencuci mulutnya setelah menyantap sajian pengetahuan agama, sajian akidah dan ruhani mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara mengkonsuminya adalah sebagai berikut:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Hayati dalam-dalam rasa cahaya yang tersembunyi dibalik konsumsi pengetahuan dan kema’rifatan, agar tidak lupa pada tujuan hakikinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beristighfar dulu sebelum mencuci mulut dengan sajian buah segar cahaya ini, siapa tahu ketika mengkonsumsi makanan  ruhani bercampur dengan nafsu dan syahwat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ambillah dengan Nama Allah dan gerakan tangan bersyukur.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kunyahlah pelan-pelan agar seluruh mulut hati anda merasakan betapa cintanya Allah kepadamu. Sampai mulut hati anda dipenuhi oleh rasa Husnudzon (baik sangka) yang kuat kepadaNya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Akhiri dengan rasa fakir, ketakberdayaan, hina dan lemah di hadapanNya&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.sufinews.com&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" face="arial" size="3"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-1905772439356478819?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/1905772439356478819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/10/menu-yang-bikin-menangis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/1905772439356478819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/1905772439356478819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/10/menu-yang-bikin-menangis.html' title='Menu Yang Bikin Menangis'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-3347859790894949205</id><published>2010-07-03T11:28:00.000+07:00</published><updated>2010-07-03T11:53:09.752+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Mahabbah'/><title type='text'>sufizone : CINTA Itu Tuna Netra</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://rinduku.files.wordpress.com/2010/02/taaruf.jpg"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-2256" title="Taaruf" src="http://rinduku.files.wordpress.com/2010/02/taaruf.jpg?w=400&amp;amp;h=308" alt="" height="308" width="400"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Judul diatas bukan dalam rangka memperingati hari Valentine yah, tapi karena ini malam minggu, dan jika sering main ke kebun saya pasti mengerti bahwa setiap malam minggu kebun saya akan penuh dengan cinta, dengan kasih sayang, dengan semua yang indah tentang hidup milik ALLAH, seberapapun sulitnya hidup, segunung masalah, sesamudera air mata, hidup tetap indah &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  begitu kan? subhanallah, sungguh ALLAH pemilik segala cinta, yang maha memberi cinta dan maha mengambilnya &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;AADC [Ada Apa Dengan Cinta] adalah salah satu film waktu saya masih muda, dimainkan, ah bang Nico, hanya dia yang mampu membuat hati saya lumer, meleleh &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  [terus De, terus aja mimpi, hati nurani saya nimbrung dan langsung protes &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; hahaha]  adalah cinta, kata yang tak pernah usang dari masa ke masa, dari zaman ke zaman dan memang tak ada habisnya ketika bicara soal cinta &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; jutaan lagu tercipta, literan air mata jebol diujung mata karena rasa yang satu ini, puluhan orang bunuh diri karena cinta dan milyaran manusia terlahir dari rasa yang satu ini, puisi indah hadir juga karena rasa yang ALLAH ciptakan, rasa yang bernama cinta &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-2248"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Cinta itu buta, apa iya cinta itu buta? kalau cinta itu buta mustinya saya bisa aja jatuh cinta sama bebek, karena kan buta jadi gak bisa liat apakah itu Nicolas Saputra atau bebek kalo dua duanya ngomong cinta dengan bahasa wek wek wek &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  “&lt;em&gt;bukan gitu kali De maksudnya, yah maksudnya tuh kalo lo suka sama seseorang mau dia pemarah, mau dia tukang godaan perempuan di kantornya, mau dia jarang shalat juga tetep aja cinta&lt;/em&gt;” salah kaprah &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; iya, cinta menjadi buta karena kadang mengesampingkan logika padahal ALLAH memberi saya akal untuk mempertimbangkan apakah laki laki ini baik atau tidak, jadi dengan &lt;em&gt;mencintai tanpa logika sama dengan tidak mensyukuri akal yang ALLAH titipkan&lt;/em&gt;, firasat yang ALLAH berikan &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  ini salah satu kesalah cinta.&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;Guru mengaji saya bilang, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;“cinta bisa menjadi anugerah dan bisa jadi musibah”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Cinta menjadi kenikmatan bila karena ALLAH dan dijalan-NYA (Al-Hubb Fillah wa Lillah). Cinta islami  tidaklah mengenal batas ruang dan waktu serta melampaui batas fisik materi, buah yang tak mengenal musim dan tak mengenal status sosial, Cinta yang model ini tak jadi masalah jatuh kepada siapa dan seberapa besar asalkan karena ALLAH.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Cinta karena ALLAH itu tandanya gimana sih De&lt;/em&gt;? ketika saya mencintai seseorang kemudian sang jejaka dan saya terus menerus menambah cinta kepada ALLAH dari yang tadinya shalat sekedar shalat wajib menjadi plus plus shalat shalat sunah lainnya, ditambah dengan puasa, ditambah lagi dengan getol tahajud agar ALLAH semakin mencintai saya dan dia, maka inilah indikator cinta karena ALLAH, dan yang paling jitu faktor pengujinya adalah ketika sang kekasih diambil oleh ALLAH, JANGAN marah sama ALLAH terus jadi gak rajin shalat dan puasa lagi &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Ingat loh bahwa ALLAH maha membolak balikan hati, bisa jadi sekarang cinta besok benci dan sebaliknya, jangan heran dengan rasa yang berubah ini, karena hati kita milik ALLAH… dibalik, diambil, diberi, semua untuk kebaikan kita. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Inilah rumus cinta suci segitiga [dengan sudut atas ALLAH, dan sudut kaki sama sisi adalah saya dan kekasih saya [emang punya De? nah itu masalahnya, gak ada yang mau saya sama &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  ] iya, cinta segi tiga dalam Islam adalah cinta proporsional (&lt;strong&gt;equilibrium love&lt;/strong&gt;) dengan santara cinta kepada ALLAH yang tidak menelantarkan cinta kepada manusia, dan cinta kepada manusia yang tidak melalaikan bahkan senantiasa dalam cinta kepada ALLAH yang telah memberi cinta.&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan dua hal yang harus saya dipahami adalah bahwa cinta saya sebagai manusia ini hanya cinta yang berdiri diatas garis pengharapan, &lt;strong&gt;hanya dibatas garis pengharapan&lt;/strong&gt;, karena hasil akhir adalah milik ALLAH, apakah ia akan menjadi jodoh saya atau bukan, saya hanya mampu berdiri diatas garis pengharapan, tidak lebih dari itu…&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Yang kedua harus saya pahami adalah jodoh itu adalah hasil pencapaian saya dalam bertakwa kepada ALLAH, “&lt;em&gt;lelaki baik untuk perempuan yang baik, pendusta akan berjodoh dengan pendusta, pemarah akan dijodohkan dengan pemarah dan seterusnya&lt;/em&gt;” sungguh ALLAH tidak pernah salah dalam memasangkan hamba hambaNYA, jadi buat yang sudah menikah jangan ngeluh ketika mendapatkan istri yang pemarah, ngaca deh, pasti karena sang lelaki pasti juga pemarah &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; kan ALLAH tidak pernah salah memasangkan kan? intinya jika ingin mendapatkan yang baik, maka perbaiki diri terus, hingga baik menurut ALLAH dan pantas dipasangkan dengan lelaki berkalung surban &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jadi mungkin benar bahwa cinta itu buta tapi yang pasti cinta itu TIDAK TULI, karena ALLAH memberikan telinga kepada manusia untuk mendengar isyarat ALLAH, gunakan firasat, akal dan semua yang panca indera untuk melihat apakah dia laki laki yang baik, apakah dia perempuan yang solehah, apakah ini pasangan yang akan memberikan saya ticket ke surga sebelum surganya ALLAH dan surga yang sesungguhnya dari surganya ALLAH…&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jangan sampai hawa napsu mengendalikan rasa ini, dengan ngotot pokoknya maunya yang ini bukan yang itu, kalo ngotot mungkin akan diqobulkan oleh ALLAH, saya dapat si dia tanpa memperdulikan isyarat ALLAH dan kalau sudah begini jangan marah kalo pas nikah gak bahagia, kan ALLAH sudah kasih isyarat &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Dan pemuda pemudi yang soleh dan terus mendekatkan diri kepada ALLAH akan memperoleh bonus berupa pasangan yang terindah, ketika akhirat menjadi tujuan maka dunia akan mengikuti jadi ketika rasa cinta itu datang, tanyakan kepada ALLAH melalui istikharah, libatkan ALLAH diawal, ditengah dan diakhir proses&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;em&gt;“ya ALLAH, wahai pemilik napas jika dia yang terbaik untuk saya menurut ENGKAU maka …. ah gak berani berdoa, biar ALLAH yang memilihkan, tugas saya hanya memperbaiki diri terus dan terus untuk mendapat cinta ALLAH bukan cinta bang Nico &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;   hahahah &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; &lt;strong&gt; jadi cinta itu memang buta tapi tidak tuli.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;sumber : http://rinduku.wordpress.com&lt;/p&gt;              &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" face="arial" size="3"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-3347859790894949205?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/3347859790894949205/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/07/sufizone-cinta-itu-tuna-netra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/3347859790894949205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/3347859790894949205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/07/sufizone-cinta-itu-tuna-netra.html' title='sufizone : CINTA Itu Tuna Netra'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-7624046054229920155</id><published>2010-07-03T11:26:00.003+07:00</published><updated>2010-07-03T11:53:09.758+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Tafakur'/><title type='text'>sufizone : Tak Ada Manusia Yang Tak Retak</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://rinduku.files.wordpress.com/2010/03/aku_sebutir_pasir.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-2400  aligncenter" title="sebutir pasir" src="http://rinduku.files.wordpress.com/2010/03/aku_sebutir_pasir.jpg?w=400&amp;amp;h=271" alt="" height="271" width="400"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tak ada gading yang tak retak, yang bisa saya mengerti dari kalimat ini adalah bahwa tak ada gading yang mulus tanpa retak, semua pasti ada cacatnya, dan ketika gading itu saya ganti menjadi manusia, maka kalimatnya menjadi “&lt;em&gt;tak ada manusia yang tak retak&lt;/em&gt;” artinya bahwa tak ada manusia yang sempurna, apalagi saya, sangat jauh dari sempurna &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;   maka ketika saya terlihat tanpa retak itu karena ALLAH menutupi aib aib saya, ketika saya terlihat tanpa cacat itu karena ALLAH menutupi kecacatan saya, ketika suara saya masih dipercaya itu karena ALLAH menutupi dusta kecil yang terselip diantara jutaan kata yang keluar.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saya pernah mendengar dari guru mengaji saya bahwa “&lt;strong&gt;Kekurangan diri seorang mukmin merupakan ujian bagi mukmin yang lain&lt;/strong&gt;” iya kalimat itu benar, karena ketika saya melihat kekurangan orang lain maka secara otomatis ujian bagi saya agar tidak merasa bahwa diri saya lebih baik dari orang yang saya lihat, ketika ke mall melihat si gemulai bercelana pendek, berkaos ketat maka saya akan merasa lebih suci karena saya berjilbab, ini ujian pertama bahwa saya merasa diri saya lebih baik, lebih suci, lebih takwa, padahal yang berhak menilai saya lebih baik, lebih takwa itu adalah ALLAH, maka dua dosa saya tampung, pertama dosa sombong dan kedua dosa mengambil hak ALLAH dalam menilai hamba hambaNYA yang lain, duh sungguh hamba macam apa yah saya ini &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif" alt=":(" class="wp-smiley"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span id="more-2389"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tak ada manusia yang terlahir sempurna, kita menjadi terlihat sempurna karena ALLAH menutupi aib aib kita, kan gitu yah? ketika saya berbuat kesalahan dan tak ada satupun orang yang tahu saya salah, itu karena ALLAH menutupi aib saya, ketika saya mengambil satu anggur di supermarket untuk saya cicipi tanpa diketahui oleh penjaga toko dan gak diteriakin maling itu karena ALLAH menutupi aib saya, hidung saya tidak memanjang ketika saya berbohong kaya pinokio itu karena ALLAH menutupi aib saya …&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan kalau kata guru mengaji [guru mengaji saya memang top banget deh]  ”De kelak di Yaumil qiyamah ALLAH memanggil nama kita dengan lembut, lalu meletakkan sebuah penutup untuk berbicara langsung dan hanya kepada kita hingga tidak ada seorangpun tahu, lalu Ia mengatakan : “&lt;em&gt;masihkah Engkau ingat wahai HambaKU dosa yang engkau lakukan pada saat ini dan ini&lt;/em&gt;“.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan kita tidak punya pilihan lain selain mengakuinya. Lalu  Ia mengatakan,”&lt;em&gt;Wahai hambaKU, sungguh Aku telah menutupi dosamu itu ketika engkau masih di dunia, maka hari inipun Aku tutupi dan Aku ampuni ia&lt;/em&gt;.” ( hadist riwayat bukhari ) &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;Subhanallah, begitu maha kasih sayangnya ALLAH yang telah menutupi aib aib saya hingga saya tak nampak retak&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Manusia itu tempat salah dan aib. Apabila ada orang memuji saya, itu bukanlah karena kehormatan yang ada pada diri saya jadi jangan keGRan, akan tetapi karena Allah menutupi aib saya dengan menampakkan kebaikan saya. Itu semua berkat penutup yang sangat indah dari ALLAH, penutup yang tak tembus pandang, penutup yang terbuat dari pahala pahala dan rajutan dzikir, dan cara mendapatkan penutup aib saya adalah dengan menutupi aib hamba hamba ALLAH yang lain.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Iya, simple kan ketika saya menutupi aib aib hamba yang lain maka ALLAH akan menutupi aib saya &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; sungguh islam mengajarkan bagaimana hukum sebab akibat itu terjadi. Dan jangan juga ketika ALLAH sudah menutupi aib aib saya tapi saya sendiri yang membuka, misalnya seperti sahabat saya yang suka sekali mengatakan “&lt;em&gt;tadi malam De, gue minum sampe mabuk, kemarin De, gue pergi berdua dengan pacar gue, gak ada siapa siapa loh De disana, asik gak&lt;/em&gt;” LOH !! ini manusia macam apa yah? bukannya bersyukur ALLAH menutupi aib aibnya eh malah dianya yang sibuk mengumbar, ya ALLAH … koq bisa yah gak sopan gini sama ALLAH &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif" alt=":(" class="wp-smiley"&gt; &lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;Nah, akhirnya saya tersadar akan dua hal:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;[1] ketika saya terlihat indah itu karena ALLAH menutupi aib aib saya sehingga saya nampak seperti gading yang tak retak, eh manusia yang tak retak &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;ke[2] ALLAH tidak pernah ingkar janji, ketika saya mampu menutupi aib saudara saya maka ALLAH akan menutup aib aib saya, dan ketika ALLAH sudah menutupi aib saya jangan pula saya yang iseng membeberkan aib sendiri, bangga lagi sama dosa …. parah banget deh kalo sampai ada yang gini &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Gimana? setuju kan bahwa tak ada manusia yang tak retak …. &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  ah sungguh pilihan judul yang sangat tepat De, Ade gitu loh. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;sumber : http://rinduku.wordpress.com&lt;/p&gt;             &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" face="arial" size="3"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-7624046054229920155?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/7624046054229920155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/07/sufizone-tak-ada-manusia-yang-tak-retak.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/7624046054229920155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/7624046054229920155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/07/sufizone-tak-ada-manusia-yang-tak-retak.html' title='sufizone : Tak Ada Manusia Yang Tak Retak'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-8663724304367047845</id><published>2010-07-03T11:26:00.001+07:00</published><updated>2010-07-03T11:53:09.765+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Tafakur'/><title type='text'>sufizone : Menjadi Sederhana…</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://rinduku.files.wordpress.com/2010/04/bersyukurlah.jpg"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-2550" title="bersyukurlah" src="http://rinduku.files.wordpress.com/2010/04/bersyukurlah.jpg?w=503&amp;amp;h=287" alt="" height="287" width="503"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saya memiliki seorang sahabat dekat, “Akang”  biasa saya memanggilnya, karena dia berasal salah satu wilayah di Jawa Barat. Wajahnya khas ketampanan pria-pria Sunda, teduh dengan senyum manis yang selalu tersungging. Kalau bicara ramah meski tidak terlalu lembut namun selalu menarik untuk didengarkan, seorang pemuda yang sederhana, mungkin sangat sangat sederhana [PSS Pemuda Sangat Sederhana]. Iya sederhana secara materi &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; tapi hatinya tidak sederhana, hatinya sangat kaya, kaya raya dengan nilai nilai kehidupan, yang sulit dimiliki oleh anak anak pejabat yang sering saya temui  &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sahabat saya ini tinggal dirumah yang sempit, rumah petak istilahnya, digang yang sempit pula, yang nyamuknya mungkin lebih banyak dari jumlah penghuninya, yang suara radio tetangga terdengar kerumahnya karena nempel, yang tak ber-AC :) dan dirumah yang sempit inilah sahabat saya menghidupi Ayah dan Ibunya, menghidupi seorang kakaknya dan seorang keponakan anak adiknya yang telah menjadi yatim karena Ayah si kecil ini meninggal sewaktu ia masih dalam kandungan, bisa dibayangkan dengan gaji dibawah 1,8 juta rupiah, ALLAH menggantungkan dipundaknya 4 nyawa, eh 5 termasuk nyawa sahabat saya, subhanallah… ketika ALLAH menitipkan beban maka ALLAH akan memenuhi. Barakallah ya Kang &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-2519"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan rumus matematika apapun, dengan kalkulator tercanggih sekalipun saya tidak mampu menghitung bagaimana uang yang hanya segitu mampu menafkahi semua orang dirumahnya tanpa kekurangan, jika sahabat saya yang anak pejabat makan 3x sehari, sahabat saya ini juga makan 3x sehari. Jika sahabat saya yang pilot pulang membawakan coklat untuk saya, sahabat saya inipun membawakan coklat untuk sang keponakan kecilnya, jadi saya simpulkan bahwa rejeki itu bukan banyaknya, tapi seberapa berkah  yang ALLAH titipkan.&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada dua hal yang saya pelajari mengapa ALLAH sangat mencintai sahabat saya ini, [1] karena sahabat saya ini sangat ikhlas, ikhlas menerima semua yang diletakan ALLAH dipundaknya, saya bahkan tidak pernah mendengarnya mengeluh, hidupnya selalu bahagia, berkecukupan boleh dibilang.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan ke [2] rasa syukur yang melekat dalam kesehariaannya, ia mensyukuri sedikit yang diberikan ALLAH dan mensyukuri apa apa yang tidak ALLAH berikan untuknya, yang bukan miliknya ini dianggapnya karena sesuatu itu memang tak pantas menjadi miliknya menurut ALLAH dan ia ikhlas karena keputusan ALLAH…&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dua kali melamar gadis, dua kali pula ditolak orang tua sang gadis dengan alasan tidak sepadan secara ekonomi, anak orang mau dikasih apa &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif" alt=":(" class="wp-smiley"&gt;  ah si bapak lupa bahwa ALLAH akan mencukupkan, meski tak berlebihan, kan ALLAH memang tidak suka yang berlebihan bukan? &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  dan sahabat saya tidak marah bahkan ketika hinaan demi hinaan dilontarkan oleh Ayah si gadis pujaan hatinya ini “&lt;em&gt;tenang aja kang, suatu hari akan datang perempuan pilihan ALLAH yang kaya hatinya yang akan mencintai akang dan keluarga, apa adanya&lt;/em&gt;” la tahzan &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  *sok tahu nih saya, gak tahu apa rasanya ditolak calon mertua De* haih !!&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pesannya untuk saya yang selalu saya ingat adalah ”&lt;em&gt;De, ketika kita ridho atas apa apa yang menjadi keputusan ALLAH atas hidup kita, maka ALLAH akan ridho terhadap apa apa yang kita miliki, ikhlas gak ikhlas kan beginilah jalan hidup saya jadi mending ikhlas agar ALLAH ridho kan. Dan juga De, kalau kita mensyukuri yang sedikit ini maka ALLAH akan menambah nikmat, mungkin uangnya ya segitu gitu aja tapi nikmatnya akan bertambah terus De, ALLAH tidak pernah ingkar janji kan&lt;/em&gt;?”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Iya, sahabat saya ini benar bahwa syukur akan menambah nikmat ALLAH, mungkin mobil kita dari tahun ke tahun gak ganti tapi nikmatnya gak berkurang, mungkin gaji kita hanya segitu gitu aja tapi nikmatnya bertambah, kemarin uang segini hanya bisa beli makanan, esok dengan uang yang jumlahnya sama kita bisa beli baju &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  subhanallah.&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jadi, BERHENTILAH mengeluh, bahagia itu bukan banyaknya tapi nikmat yang dititipkan ALLAH, kalau kita syukuri gaji yang sedikit ini maka nikmatnya akan ALLAH tambah, ingat loh bukan jumlah uangnya yang bertambah tapi nikmatnya &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Karena kalau kita ngeluh, penatnya nambah, nikmatnya gak nambah, rejeki yah segitu segitu aja,  jatuhnya jadi pengen punya hutang untuk menghentikan keluhan, gak punya HP baru ngutang, kan nambah beban kan. Dan kalau gak punya pacar ya gak usah ngeluh, kan ngeluh gak bikin kita jadi punya pasangan kan? mendingan disyukuri, dengan sendiri kita terjaga dari dosa dosa zina bukan? iya kan? &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;“fabiayyi ala i rabbikuma tukadziban”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; Maka ni’mat ALLAH yang manakah yang sanggup kita dustakan?  &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;sumber : http://rinduku.wordpress.com&lt;/p&gt;            &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" face="arial" size="3"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-8663724304367047845?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/8663724304367047845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/07/sufizone-menjadi-sederhana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/8663724304367047845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/8663724304367047845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/07/sufizone-menjadi-sederhana.html' title='sufizone : Menjadi Sederhana…'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-5419667911420161096</id><published>2010-07-03T11:24:00.001+07:00</published><updated>2010-07-03T11:53:09.771+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Mahabbah'/><title type='text'>sufizone : Ketika Cinta Menjadi Berhala</title><content type='html'> &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://rinduku.files.wordpress.com/2010/04/jalan-kembali.jpg"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-2579" title="Jalan Kembali" src="http://rinduku.files.wordpress.com/2010/04/jalan-kembali.jpg?w=445&amp;amp;h=262" alt="" height="262" width="445"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Entah kenapa setiap kali malam minggu tiba jiwa romantis saya meronta ronta, merobek setiap relung hati dan mencoba mengerti mengapa malam ini terasa berbeda dari malam malam yang lain, malam minggu identik dengan keromantisan, identik dengan kasih sayang dan identik dengan cinta cintaan, mungkin karena malam minggu banyak yang mencurahkan kasih sayang, yang punya pacar ya pacaran, yang gak punya pacar yah cari gebetan, kalo kata teh Ike Nurjanah “ku terlena..” &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan bisa &lt;strong&gt;dipastikan bagi sebagian orang malam minggu adalah malamnya setan berpesta pora dan setiap kita akan gampang sekali menjadi para hamba hamba setan dimalam panjang ini&lt;/strong&gt;, mengikuti apa yang setan inginkan maksud saya, nauzubulahimnidzalik &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Masih terngiang pertemuan terakhir dengan sahabat saya yang sedang jatuh cinta, ini katanya tentang cinta  ”&lt;em&gt;lo tahu gak  De, rasanya hati gue berdegup, berbunga, gue gak bisa hidup kalau gak ada dia De, gak bisa makan dan minum, sehari gak ketemu rasa setahun, dia tempat curahan kasih sayang gue, sandaran jiwa gue De, enak banget rasanya De&lt;/em&gt;” aduh duh aduh, jujur saya dibuat bengong oleh ocehan kepompong kosong ini &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; &lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;Jika semua ungkapan sahabat saya ini benar, dimana ALLAH kira kira yah? ketika hati penuh oleh khayalan bersama jejaka  yang bikin sang gadis meleleh apa masih ada tempat untuk berpikir tentang keberadaan ALLAH, saya jadi berpikir ketika cinta kepada manusia mengalahkan cinta kita kepada ALLAH apa gak jadi berhala tuh cinta.&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span id="more-2557"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Iya berhala, berhala itu apa sih? apa yang saya bayangkan ketika pertama kali mendengar kata berhala? bentuk benda menyerupai manusia, berkarakter, disembah, tapi jaman sekarang secara logika sudah gak bisa diterima untuk menyembah berhala berwujud bukan?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ternyata setan juga mengikuti era digital loh, setan gak yerah tuh, ia dengan pasukannya kembali menggoda manusia dengan berhala yang tak terlihat tapi mampu membuat manusia takluk, menyembah, tak bisa hidup tanpa berhala ini, berhala ini bernama cinta dunia &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif" alt=":(" class="wp-smiley"&gt;  ehm… bisikannya lembut banget, pembenarannya juga banyak tuh, logika aja sih lewat lah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Iya, berhala tak berwujud yang saya sembah itu berupa cinta sang kekasih yang saya kejar sampe lupa dzikir karena keenakan menyebut nyebut nama si yayang daripada menyebut nama ALLAH, berhala itu bernama harta yang saya kejar hingga takut zakat dan sedekah yang agak lebih karena takut gak cukup nih uang hingga akhir bulan plus hutang kartu kredit yang belum dibayar, berhala itu bernama jabatan, bernama pekerjaan, dengan alasan masih banyak kerjaan saya tunda waktu shalat saya … ya ALLAH ternyata saya masih menyembah berhala &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif" alt=":(" class="wp-smiley"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dada ini saya penuhi dengan keinginan duniawi, tanpa ada tempat untuk ALLAH, sehingga walaupun tiap hari saya bershahadat yang saya lakukan seakan-akan ALLAH tak ada, tak melihat. ALLAH saya jadikan nomor seratus sekian ketika saya akan mengambil keputusan bahkan saya tempatkan di wilayah yang tak penting lagi, tak ada shalat tahajud tuh waktu saya kalut, dan ketika saya butuh petunjuk bukan ALLAH yang saya tanya melalui shalat istikharah tapi saya tanya sahabat saya, kekasih saya, Ayah saya &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif" alt=":(" class="wp-smiley"&gt; ALLAH hanya jadi alat pembenaran ketika saya memiliki hajat pribadi. ALLAH hanyalah suplemen agar keinginan nafsu menjadi sedikit halal, sah, lengkap, dan mantap. Secara tak sadar saya menafikan La Haula walaa Quwwata Illa Billah &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif" alt=":(" class="wp-smiley"&gt; &lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jika sudah begini, apa bedanya saya dengan Firaun, menjadi pengikut setan dan menampikan kehadiran ALLAH, berbuat seolah olah ALLAH tak melihat, tak mendengar … tak ada, padahal kita bershahadat.  &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Berhentilah menjadi Firaun di zaman modern ini, berhentilah menyembah berhala bernama cinta dunia…&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sekarang waktunya bertaubat, waktunya kembali kepada ALLAH, cintailah ALLAH melebihi apapun, isilah setiap hembusan napas dengan lafal “Subhanallah” dan rasakan bagaimana ALLAH hadir disetiap nadi yang berdetak, biarkan kekasih pergi jika mencintainya membuat kita melupakan ALLAH, bayarlah zakat, tanamkan dalam hati bahwa setiap kali kita gajian maka anak anak yatim dan fakir harus ikut gajian, 2,5% itu milik mereka jangan dipakai untuk bayar kartu kredit dulu baru kalo ada sisanya zakat, bayar zakat dulu dong nanti kalo secara kalkulator kurang maka ALLAH yang akan bantu mencukupi, masa mau jadi pemangkas harta fakir miskin, jangan jadi Firaun di era digital, takut sama ALLAH :)&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan ALLAH TIDAK PERNAH INGKAR JANJI bukan? buktikan bahwa janji ALLAH itu benar ketika kita mengejar akhirat maka dunia akan mengikuti, jadi jangan dibalik dengan kejar dunia dulu kalo udah puas baru tobat mengikuti akhirat, kalau lagi asik mengejar dunia terus napas kita berhenti, gimana? &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  &lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;Ambil Al Quran diatas itu sebagai peta menempuh jalan kembali, ayo jangan ditunda lagi dan lagi, mau sampai kapan menyembah berhala &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  saya sih gak mau.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;*Duh Ade, tarik napas dulu ya sayang, jangan menggebu gebu gitu sih bicaranya? aduh maaf yah saya sedang menasehati diri saya sendiri sesungguhnya !!  :) iya menasehati diri sendiri dulu *&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;sumber : http://rinduku.wordpress.com&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" face="arial" size="3"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-5419667911420161096?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/5419667911420161096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/07/sufizone-ketika-cinta-menjadi-berhala.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/5419667911420161096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/5419667911420161096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/07/sufizone-ketika-cinta-menjadi-berhala.html' title='sufizone : Ketika Cinta Menjadi Berhala'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-6775955935566328528</id><published>2010-07-03T11:22:00.001+07:00</published><updated>2010-07-03T11:53:09.775+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Tafakur'/><title type='text'>sufizone : Mengintip Catatan Malaikat</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://rinduku.files.wordpress.com/2010/04/catatan-ade.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-2630  aligncenter" title="catatan ade" src="http://rinduku.files.wordpress.com/2010/04/catatan-ade.jpg?w=323&amp;amp;h=386" alt="" height="386" width="323"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hari ini menjelang senja saya kedatangan tamu, sahabat saya sewaktu saya masih imut, masih bocah, duduk di teras rumah, ditemani 2 cangkir teh hangat dan combro buatan si mbok, saya dan dia bercengkrama tentang apa saja, mulai dari yang gak penting sampai yang super penting, dari soal kehidupan di dunia hingga kehidupan setelah dunia ini. Iya, sebagai orang beriman saya dan kita semua pasti menyakini bahwa akan ada masa hisab setelah kehidupan ini, pertanggungjawaban atas perbuatan yang kita lakukan di dunia ini.&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan sahabat saya nyeletuk “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;De, kalau seandainya kita boleh ngintip catatan malaikat tentang dosa dosa kita, tentang catatan kehidupan kita lah, apa yang akan kita lakukan kira kira De&lt;/strong&gt;“  &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan sungguh saya dibuat terbengong bengong oleh pertanyaan sahabat saya ini, iya yah apa yang akan terjadi andai saya boleh mengintip cacatan malaikat tentang amal dan dosa saya dari sejak aqil baliqh hingga saat ini? Yang pasti hanya akan ada dua kemungkinan, menangis atau tersenyum, iya menangis karena besarnya dosa dosa saya pastinya atau tersenyum karena ternyata saya bersih dari dosa, dan sebagai manusia GAK mungkin bersih :)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-2623"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Oke lah kalau begitu, what’s  about “&lt;strong&gt;Melihat Catatan Malaikat&lt;/strong&gt;?” Sejak kecil guru mengaji saya mengajarkan bahwa ada dua malaikat yang selalu menjaga saya, mencatat setiap perbuatan saya, yang baik dan yang buruk, malaikat ini tidak pernah tidur, setiap perkataan saya dicatat, kemana kaki saya melangkah hari ini dicatat, dusta yang keluar dari mulut mungil saya dicatat, sms saya juga diintip untuk dicatat isinya apa &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; . Sedekah saya hari ini yang saya lemparkan ke jejaring dipembangunan masjid dicatat, masuk uang seribu rupiah yang saya sembunyikan dari orang lain karena malu cuma bisa sedekah sedikit juga di catat, tak ada yang luput pokoknya &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  semua TERCATAT.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Simple thing sebagai renungan “&lt;em&gt;pernahkah kita merasa berat atau malas ketika hendak melaksanakan shalat&lt;/em&gt;?” jawabannya pasti “&lt;em&gt;Pernah&lt;/em&gt;”  atau bahkan mungkin “&lt;em&gt;Sering&lt;/em&gt;”. Kemudian pernahkah kita memikirkan kebaikan apa yang telah kita lakukan hari ini untuk membuat hidup kita bermanfaat bagi manusia lain, mungkin jawabannya adalah “&lt;em&gt;Jarang&lt;/em&gt;”, atau bahkan mungkin “&lt;strong&gt;Tidak pernah&lt;/strong&gt;” saking egoisnya jadi cuma sibuk mikirin diri sendir, nah di dalam catatan malaikat itu niatpun dicatat, niat saya untuk shalat saja sudah ada dicatatan malaikat itu loh, niat puasa, niat jahilin sahabat saya, bahkan niat bohong kecatet tuh, semua, semua niat sudah tercatat, niat baik tercatat niat buruk apalagi &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sekarang saya mau coba mengingat ingat kira kira kalau saya boleh mengintip catatan malaikat itu, banyakan mana antara niat baik dan niat gak baik, besar mana perbuatan baik sayakah atau maksiat saya? &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; ah tak sanggup rasanya membayangkannya. Lemes dan takut. Tapi kalo cuma takut doang gak berusaha memperbaiki catatan itu, gak ada artinya bukan?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nah!!  Kesadaran selalu datang belakangan namun tak ada kata terlambat, kini saya tersadar bahwa waktu tak akan pernah kembali untuk menghapus catatan malaikat atas yang telah terjadi dalam hidup saya itu mustahil terhapus, maka yang bisa saya lakukan adalah memperbanyak kebaikan agar ketika saya berpulang dan mengembalikan catatan kehidupan itu kepada pemilik jiwa saya maka telah penuh catatan kebaikan saya karena setiap hari, detik demi detik, bahkan disetiap helaan napas telah saya isi dengan kebaikan …&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Nah masalahnya berapa lama lagi saya dititipi napas oleh ALLAH, jadi saya sudah harus memikirkan perbuatan apa yang RINGAN DI LISAN, BERAT DITIMBANGAN … &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari Abu Hurairah: Rasulullah bersabda, “Ada dua buah kalimat yang ringan di lisan namun berat di dalam timbangan, dan keduanya dicintai oleh ar-Rahman, yaitu ‘&lt;strong&gt;Subhanallahi wabihamdihi, subhanallahil ‘azhim’&lt;/strong&gt;.” (HR. Bukhari [7573] dan Muslim [2694])&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Wahai hamba ALLAH, sering-seringlah mengucapkan dua kalimat ini. Ucapkanlah keduanya secara kontinyu, karena kedua kalimat ini berat di dalam timbangan (amal) dan dicintai oleh ar-Rahman, sedangkan keduanya sama sekali tidak merugikanmu sedikitpun sementara keduanya sangat ringan diucapkan oleh lisan, ‘Subhanallahi wabihamdih, subhanallahil ‘azhim’. Maka sudah semestinya setiap insan mengucapkan dzikir itu dan memperbanyaknya.” (Syarh Riyadh as-Shalihin, 3/446).&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian saya mau sedikit berhitung, berapa waktu yang saya perlukan untuk membaca kedua kalimat tersebut? kira-kira 4 detik. Dalam satu menit ada 60 detik, jadi berapa jumlah kalimat tersebut yang bisa saya ucapkan dalam satu menit? 60/4 = 15 kali setiap menit. Kalau sehabis shalat saya bertafakur selama 5 menit saja maka bisa di bayangkan 5 x 15 = 75 kali sudah kalimat ini saya ucapkan, dan tentunya saya tak bisa bayangkan beratnya kalimat tersebut pada timbangan Ar Rahman.&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Banyangkan perjalanan dipagi hari yang menghabiskan waktu 1 jam, dan jika sepanjang waktu itu saya manfaatkan untuk dzikir, dan tak ada yang kelewat dari catatan malaikat, subhanallah…&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jadi apapun catatan yang kini dipegang malaikat, tak perlu penasaran lagi, yang penting mulai hari ini, detik ini catatan itu hanya berisi kebaikan, kebaikan dan kebaikan, STOP catatan maksiat disana, jangan jadi hamba yang bodoh dengan membiarkan catatan buruk disana, gak bisa di tip-ex loh &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; &lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Subhanallah wabihamdih, subhanallahil ‘azhiim&lt;br /&gt;(Mahasuci ALLAH dan Segala Puji bagi-NYA, Mahasuci ALLAH Yang Maha Agung)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;sumber : http://rinduku.wordpress.com&lt;/p&gt;          &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" face="arial" size="3"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-6775955935566328528?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/6775955935566328528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/07/sufizone-mengintip-catatan-malaikat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/6775955935566328528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/6775955935566328528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/07/sufizone-mengintip-catatan-malaikat.html' title='sufizone : Mengintip Catatan Malaikat'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-7750787062238824566</id><published>2010-07-03T11:21:00.000+07:00</published><updated>2010-07-03T11:53:09.780+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Tafakur'/><title type='text'>sufizone : Seutas Tali …</title><content type='html'>                   				                                                    			&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://rinduku.files.wordpress.com/2010/05/gunung1.jpg"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-2846" title="gunung" src="http://rinduku.files.wordpress.com/2010/05/gunung1.jpg?w=640&amp;amp;h=323" alt="" height="323" width="640"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;“Tangan” ALLAH diseutas tali&lt;/strong&gt;, ini adalah judul buku yang beberapa hari lalu saya beli dari sebuah toko buku kecil, seperti layaknya buku buku penulis amatir seperti saya ini, dimana judul selalu provokatif sementara tulisan sangat biasa biasa saja &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  tapi tak mengapa, yang penting judulnya bagus &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; pemilihan judul beginipun sudah sebuah prestasi bukan? maka itu saya mengambil judulnya saja, dan isinya biarlah dengan bahasa Rindu &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; &lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Benar, hanya ada satu tali pertolongan yang tak pernah putus, hanya ada satu pintu yang tak pernah tertutup, hanya ada satu tangan yang selalu terbuka, hanya ada satu Dzat yang mampu meluluh lantakan dosa dosa saya, dan hanya ada satu pemberian yang tanpa pamrih meski sering sekali saya kecewakan, seutas tali itu adalah “tangan” ALLAH, iya pertolongan ALLAH… &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Iyyaka na’budu waiyyaka nasta’in &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;“Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan” (QS 1:5)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Iyyaka na’budu waiyyaka nasta’in: &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;kalimat yang akrab di telinga dan lidah saya, tapi sering saya lupakan dalam setiap langkah hidup saya artinya saya baru pandai berucap belum pandai memaknai, begitu kan yah? contoh sederhana setiap kali kebahagiaan saya terusik sedikit saja maka saya sibuk mencari sahabat setia saya atau kekasih saya untuk mendengarkan celoteh saya yang bak burung camar, untuk menanggapi curhat saya yang keluar bak meteor, yang ketika sahabat saya sedang sibuk dengan hidupnya sendiri atau ketika kekasih saya sedang gak pengen dengerin saya maka yang terjadi kemudian adalah saya merasa bahwa mereka meninggalkan saya, bisa dipastikan saya nelangsa dan merasa sendiri &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  how stupid I am.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Padahal dalam setiap shalat saya sebut “…. &lt;em&gt;kepada ALLAH lah tempat saya memohon pertolongan&lt;/em&gt;” tapi segitu gampangnya saya melupakan pertolongan ALLAH, saya tidak berlari menuju ALLAH yang selalu ada untuk saya, menunggu saya menghampiriNYA, pemilik segala jalan keluar tapi malah sibuk mencari selainNYA yang belum tentu sepenuh hati mau mendengarkan saya, basa basi doang iya &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Harusnya saya sadar bahwa kemanapun saya berlari mencari pertolongan, sekeras apapun saya menghiba kepada sahabat saya bahkan menangis dihadapan kekasih saya tetap saja pertolongan itu datangnya dari ALLAH, jadi kenapa harus pake perantara dong, mengapa saya tidak berlari ke ALLAH, memohon pertolongan dengan linangan airmata, meruntuhkan segala dosa dosa saya sekaligus diberi jalan keluar,  dan sifat sebaliknya yang saya tunjukan adalah pertanda betapa saya tidak percaya dengan ALLAH, munafik deh dibibir berkata lain, lain pula yang dilakukan, nauzubillahimindazlik :(&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Begitu gampangnya manusia kadang merasa dirinya paling menderita dan merasa nelangsa sendiri serta putus asa padahal pertolongan ALLAH begitu dekat,  ”&lt;em&gt;ah itu kan elu De&lt;/em&gt;” hati nurani saya mulai mentertawakan saya nih &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; iya ALLAH sangat dekat, lebih dekat dari urat leher saya, nempel di jiwa saya tapi saya tak melihatNYA, tak mencariNYA… hamba macam apa sih saya ini?&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Harusnya saya tahu bahwa tidak ada pertolongan tanpa izin ALLAH, bahwa meminta belas kasih kepada selain ALLAH itu mengikis kehormatan diri.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Iya ketika saya menggantungkan hidup saya kepada selain ALLAH kemudian ALLAH murka maka dengan mudahnya ALLAH akan menghinakan saya dihadapan semua tiang gantungan tempat saya gantungkan kebahagian saya tadi, dihinakan dihadapan kekasih saya, dihinakan dihadapan para sahabat saya, karena ALLAH saya duakan dan tidak saya jadikan satu satunya sandaran maka siap siap murka ALLAH… jadi mulai saat ini datanglah kepada ALLAH dalam suka maupun luka,  jangan tunggu hingga ALLAH murka lagi dan lagi, sungguh mudah bagi ALLAH untuk menghinakan seorang hamba, hati hati loh.&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt; emang enak dihinakan ALLAH !!&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;dibuka aib aib kita, duh gak deh!!  saya sih gak mau :)&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;sumber : http://rinduku.wordpress.com&lt;/p&gt;         &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" face="arial" size="3"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-7750787062238824566?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/7750787062238824566/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/07/sufizone-seutas-tali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/7750787062238824566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/7750787062238824566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/07/sufizone-seutas-tali.html' title='sufizone : Seutas Tali …'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-8395607484158747531</id><published>2010-07-03T11:20:00.000+07:00</published><updated>2010-07-03T11:53:09.784+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Tafakur'/><title type='text'>sufizone :  Meletakan Rasa…</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://rinduku.files.wordpress.com/2010/05/burung-cantik1.jpg"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-2804" title="Malu " src="http://rinduku.files.wordpress.com/2010/05/burung-cantik1.jpg?w=500&amp;amp;h=329" alt="" height="329" width="500"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekali lagi saya ingin bicara soal hati, tempat bersemayam segala kebaikan dan keburukan, yang katanya jika tak saya isi dengan kebaikan maka keburukan yang akan mengisi, yang katanya dari hatilah luka dan tawa itu bersemayam secara bergantian, hari ini jatuh cinta esok patah hati, hari ini ditinggal kekasih esok meninggalkan kekasih, hari ini berbunga bunga dan esok membusuk, iya begitulah suasana hati &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  silih berganti terisi oleh rasa yang berganti ganti pula.&lt;/div&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Kemudian saya jadi teringat pesan guru mengaji saya untuk mengisi hati saya dengan “rasa TAKUT dan rasa MALU” &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;p&gt;Karena kedua rasa itu akan menyelematkan saya dunia dan akhirat, dulu ketika kecil saya takut sekali berbuat salah, berbuat dosa  sekecil apapun itu karena kata Ayah saya “&lt;em&gt;dosa itu masuk neraka&lt;/em&gt;” dan neraka dalam bayangan kecil saya tentulah api yang berkobar kobar membakar saya, duh takutnya saat itu. Lalu seiring dengan usia saya lupa “&lt;em&gt;Di mana saya letakkan rasa takut itu&lt;/em&gt;?” bahkan saya berani berbuat dosa padahal saya tahu ALLAH tak pernah tidur, ALLAH melihat, begitu mudahnya saya meniadakan ALLAH yang telah meminjamkan saya napas, saya ternyata tidak tahu lagi dimana saya meletakan rasa takut&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan yang lebih parah lagi saya juga lupa meletakan rasa malu, tak lagi malu saat obyek maksiat menggoda saya, saat kemesraan dipertontonkan secara aneh dan saya menikmatinya? iya malu kepada ALLAH tak ada lagi tuh, bergandengan tangan dengan kekasih saat ke toko buku atau ke undangan itu normal dihati saya yang gak perlu malu [&lt;strong&gt;gak waras&lt;/strong&gt;], malam-malam berharga berlalu tanpa satu rakaatpun tahajud saya kerjakan ini juga lumrah dihati saya yang gak punya rasa malu.  “&lt;em&gt;Jadi, dimana saya kubur rasa malu&lt;/em&gt;?” gak malu saat ALLAH memberi saya mata untuk melihat saya gunakan untuk menatap lelaki tampan yang bukan hak saya untuk saya pelototin, diberi lidah saya gunakan untuk bergibah, diberi rejeki tak saya zakatkan, sementara saya tahu ALLAH meminta saya menggunakan harta saya untuk melihat si fakir yang membutuhkan bantuan saya, ya ALLAH, dimana saya letakan rasa malu jika saya merasa semua yang saya miliki adalah hasil usaha saya sendiri bukan dariMU &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif" alt=":(" class="wp-smiley"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;“&lt;em&gt;Wajarlah hari gini, masa ngelirik aja gak boleh? mumpung masih mudah De&lt;/em&gt;“ dan setan memanjakan saya, “&lt;em&gt;Jamaklah, bila saya main mata dimasjid disela sela ceramah pak ustadz saya malirik lelaki muda berjanggut rapi dan berbaju koko, berperawakan putih dan tinggi&lt;/em&gt;” setan mengamini yang saya lakukan, “&lt;em&gt;bercanda dan kenalan kan bagian dari iktiar mencari jodoh De jadi gak apa, pacaran juga boleh yang penting gak zina&lt;/em&gt;” gak zina? gak zina saya katakan ketika mata saya blink blink melihat senyum manisnya, ketika hati saya berdegup kencang saat dia merayu saya, gak zina saat dari sebelum tidur sampai tidur lagi hanya dia yang saya pikirkan, berpikir bagaimana kalau malam ini saya tidak tidur sendiri…  ah lembutnya bisikian setan &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif" alt=":(" class="wp-smiley"&gt;   &lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Iya ketika rasa malu dan rasa takut lupa saya letakan dimana, betapa jamaknya ‘dosa kecil’ itu dalam hati saya, semua nampak biasa dan lumrah, nikmatnya luar biasa … jika sudah begini, masih adakah ALLAH dihati saya? jawabannya jelas TIADA. &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Nauzubillahimindzalik ! &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Mustinya saya tahu, bahwa rasa takut dan rasa malu kepada ALLAH itu membuat saya mampu untuk menghalalkan yang halal dan sanggup mengharam yang haram&lt;/strong&gt;… &lt;/em&gt;&lt;em&gt;ya ALLAH letakan dihati kami rasa malu dan rasa takut, tanamkan keyakinan dalam hati kami bahwa kemanapun kami hadapkan wajah kami disitu ada ENGKAU,  tak ada yang luput dari penglihatanMU, pendengaranMU. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;Mari, kita tanya hati kecil kita saat ini, dimana kita letakan rasa malu dan takut kepada ALLAH? ketika kita melakukan dosa kecil tanpa takut takut dan malu malu, inilah indikator tiada ALLAH dihati kita, ketika kita menganggap ALLAH tak ada, maka kemana lagi kita meminta saat luka, iya kemana lagi … jadi jangan marah ketika kita memohon dan ALLAH anggap kita gak ada, karena keseharian kita sudah meniadakan ALLAH, iya kemana lagi &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif" alt=":(" class="wp-smiley"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;sumber : http://rinduku.wordpress.com&lt;/p&gt;        &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" face="arial" size="3"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-8395607484158747531?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/8395607484158747531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/07/sufizone-meletakan-rasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/8395607484158747531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/8395607484158747531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/07/sufizone-meletakan-rasa.html' title='sufizone :  Meletakan Rasa…'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-8913806962111380763</id><published>2010-07-03T11:19:00.001+07:00</published><updated>2010-07-03T11:53:09.789+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Tafakur'/><title type='text'>sufizone :  Perut Dan Dibawah Perut</title><content type='html'> &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://rinduku.files.wordpress.com/2010/05/puasa2.gif"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-2714" title="Puasa" src="http://rinduku.files.wordpress.com/2010/05/puasa2.gif?w=250&amp;amp;h=250" alt="" height="250" width="250"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemarin siang saya menabrak mobil didepan saya [alhamdulillah tidak banyak kerusakan, hanya bempernya saja yang turun &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; ] bukan karena saya tidak punya rem, tapi karena saya terlambat menginjak rem mobil saya, tepatnya saya tidak mampu mengedalikan laju mobil saya, ini baru mobil !!  bayangkan kalau jiwa saya yang tidak mampu saya kendalikan, napsu saya yang tak mampu saya kendalikan,ketika rem jiwa saya blong bisa dipastikan semua aturan ALLAH akan saya tabrak yang penting cepat mencapai apa yang saya inginkan, nauzubillahimindzalik &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bicara soal rem nya jiwa, apa yang mampu menahan jiwa dari berbuat maksiat, jawaban saya pasti “Iman” seberapa besar iman mampu menahan saya dari menabrak yang diharamkan?  pasti butuh minyak rem yang banyak dan kaki yang terlatih untuk menginjak rem setiap saat, butuh makanan jiwa, butuh pengendalian diri yang utuh, dan buat saya PUASA senin kamis itu ampuh sekali menjadikan rem jiwa saya pakem &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  “&lt;em&gt;tapi kan De, ALLAH menghalalkan kita untuk makan pada hari senin dan kamis&lt;/em&gt;” iya betul,  justru halal harus dikendalikan soalnya kalau yang halal semua dihajar kan mubazir jadinya &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  makan berlebihan padahal tubuh hanya butuh setengahnya, dan ingat loh mubazir adalah  sifat-sikap Setan yang dibenci oleh ALLAH.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;STOP lah berpikir “ To have more to use more”&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Iya, puasa adalah rem, ketika saya mampu menahan diri dari yang dihalalkan dihari itu demi mencapai cinta ALLAH, maka rem rem yang lain dijamin akan berfungsi, rem untuk gak gibah, rem untuk gak dusta, rem untuk gak pergi ke tempat tempat maksiat, rem untuk menyakiti hati hamba yang lain, rem dari mencuri curi pandang kepada yang bukan muhrim saya :)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Maha Agung ALLAH yang telah mengajarkan kita puasa yah? karena dengan menahan makan minum terasa lezatnya saat berbuka puasa, bagi yang belum menikah dan mampu menahan syahwatnya, berhasil tidak menjamah yang bukan mahramnya bukan saja membuat dahsyatnya dan sakralnya sebuah pernikahan tetapi mampu meraih kepuasan spiritual dan kelezatan biologis &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  Oopps !!&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;Ternyata puasa itu sehat, halal itu nikmat …  SubhanAllah !!&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kata guru mengaji saya “&lt;em&gt;puasa itu meningkatkan derajat manusia De dan membedakan manusia dari hewan De, karena kalau target kita setiap hari adalah hari ini makan apa? dan hari ini yang dibawah perut harus disalurkan kemana” lalu apa dong bedanya kita sama hewan&lt;/em&gt;” telak !! nasehat yang terdengar kasar ditelinga saya namun memang begitulah …&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kata ustadz saya juga puasa Senin Kamis itu sangat efektif untuk meningkatkan taqwa [menjalankan perintah ALLAH dan menjauhi laranganNYA] setelah saya terbiasa taqwa maka rem didalam jiwa saya akan bekerja dihari hari lain tanpa harus bersusah payah menginjaknya rem berlebihan, jiwa yang saya bawapun akan terbiasa ngeles dari bajaj maksiat yang kadang nyerempet nyerempet, pakem deh remnya &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Iya puasa mencetak pribadi yang terbiasa taat/taqwa dan gak bikin saya kelaparan koq puasa itu, toh juga tidak selamanya berpuasa, bukankah ada saatnya berbuka? bukankah ada saatnya adzan magrib, bukankah  makan setelah berpuasa itu nikmat dan membahagiakan yah? sangat membahagiakan. Kalau begitu, apa susahnya taat dan sabar sebentar, jangan karena enak sesaat saya malah menderita tak berujuang, RUGI lah, justru hidup yang sesaat ini harus saya upayakan berarti, penuh makna, penuh tabungan untuk kebahagiaan hidup yang tanpa akhir diakhirat nanti, SubhanAllah terima kasih ya ALLAH, ENGKAU ajarkan kami berpuasa agar kami bahagia dunia dan akhirat &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Besok hari Kamis, PUASA yok.. pokoknya besok jangan berpikir “makan apa yah hari ini” lelah lah mikir gitu terus, masa setiap hari target hidup kita hanya makan apa yah? makan dimana? berarti target kita sama dengan target mahluk ALLAH yang berbuntut !!  malu lah sama ALLAH yang sudah menciptakan kita berbeda &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":D" class="wp-smiley"&gt;  &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;sumber : http://rinduku.wordpress.com&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" face="arial" size="3"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-8913806962111380763?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/8913806962111380763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/07/sufizone-perut-dan-dibawah-perut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/8913806962111380763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/8913806962111380763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/07/sufizone-perut-dan-dibawah-perut.html' title='sufizone :  Perut Dan Dibawah Perut'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-1255355527197958104</id><published>2010-07-03T11:18:00.000+07:00</published><updated>2010-07-03T11:53:09.795+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Tafakur'/><title type='text'>sufizone : Katanya CINTA</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://rinduku.files.wordpress.com/2010/05/cinta1.jpg"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-2760" title="cinta" src="http://rinduku.files.wordpress.com/2010/05/cinta1.jpg?w=451&amp;amp;h=193" alt="" height="193" width="451"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Terpecut oleh ucapan sahabat saya kemarin malam saat kami menghabiskan senja di kursi panjang lapangan basket komplek rumah saya, katanya “&lt;em&gt;tahu gak De,&lt;/em&gt; &lt;em&gt;cinta itu butuh pembuktian De agar terlihat kesungguhan kita, dan terbalas cinta kita&lt;/em&gt;” jika cinta kepada manusia saja butuh pembuktian baru bisa dianggap cinta apalagi cinta kepada ALLAH,  Iya saya tersadar bahwa saya sering sekali mengatakan bahwa &lt;strong&gt;saya mencintai ALLAH&lt;/strong&gt;, jangan jangan saya memang hanya pandai berucap gak mampu membuktikan &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Ketika ini masih sering terulang dimana shalat dhuha saya cuma dua rakaat itupun dengan terburu buru karena ada kerjaan, ketika qiyamullail hanya dua rakaat inipun dengan kepala hampir jatuh tertidur karena ngantuk, shalat lima waktu? selalu diujung waktu, nyaris abis tuh waktu, dhuhur mepet ashar, ashar mepet magrib, magrib mepet isya dan isya jelang subuh, subuh ketiduran &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  udah gitu milih ayatnya yang pendek- pendek saja agar cepet selesai. gak pake doalah karena ALLAH tahu apa yang saya inginkan [parah], lipat sajadah dan kabur ngejar dunia &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Dengan kelakuan seperti diatas, kira kira pantas gak saya bilang cinta kepada ALLAH, berlama lama aja gak mau, lebih milih dunia, artinya saya cinta dunia belum cinta ALLAH &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; malu gak sih ngomong cinta tapi gini kelakuan kita? duh ampuni hamba ya ALLAH, ternyata hamba belum mampu membuktikan kesungguhan cinta hamba baru sebatas keluar dari bibir mungil hamba, beri hamba waktu untuk membuktikan agar tak menyesal dihari akhir nanti &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Ketika ini masih sering terjadi saya membaca AlQur’an kalau sempet padahal saya tahu bahwa petunjuk hidup saya ada disana, bahwa AlQuran adalah surat cinta kekasih saya, okelah sesekali saya baca tapi itu pun kalau sempet, tanpa memahami arti dan maknanya asal baca, asal kedengeran merdu ditelinga saya dan ternyata ayat-ayat yang mengalir tak jua membuat dada ini bergetar, padahal tanda-tanda orang beriman itu adalah “&lt;em&gt;ketika dibacakan ayat-ayat ALLAH maka tergetarlah hatinya&lt;/em&gt;“&lt;/strong&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Yang begini ngaku beriman? &lt;em&gt;ya ALLAH takut banget rasanya hati saya membaca tulisan saya sendiri diatas&lt;/em&gt;, terbayang bahwa saya selama ini lalai, bahwa saya masih jauh dari mampu membuktikan bahwa saya mencintaiMU seperti teriakan lantang bibir mungil saya, takut jika waktu saya semakin sempit untuk memperbaiki keimanan saya …&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Jika tak segera saya perbaiki keimanan saya dengan memperbanyak ibadah saya apakah pantas  saya bertemu dengan ALLAH dan RasulNYA kelak? sedang wajah Indah ALLAH dijanjikan akan diperlihatkan hanya kepada orang-orang beriman yang masuk ke dalam surga ALLAH kelak. Dan tanda tanda orang beriman jelas bahwa ketika disebut nama ALLAH maka tergetarlah hatinya, harusnya saya upayakan ini, caranya?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sekedar bertanya tak akan mengubah keadaan bukan? kini waktunya memperbaiki semuanya, shalat pada waktunya plus rawatib sebelum dan sesudahnya tak akan melewati 20 menit dari 60 menit waktu istirahat koq, puasa senin kamis sebagai pembuktian bahwa saya konsisten beribadah tak hanya di puasa Ramadhan, zakat atas uang dan rejeki lain yang saya terima, sedekah setiap hari meski hanya 1000 [seribu] rupiah namun rutin, membaca alquran dan maknanya, shalat malam jangan ditinggal karena bertemu ALLAH adalah saat terindah, untuk ampunan dan cinta dan berteman dengan orang orang yang  soleh/solehah dan dzikir malam perpanjanglah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;sumber : http://rinduku.wordpress.com&lt;/p&gt;      &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" face="arial" size="3"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-1255355527197958104?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/1255355527197958104/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/07/sufizone-katanya-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/1255355527197958104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/1255355527197958104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/07/sufizone-katanya-cinta.html' title='sufizone : Katanya CINTA'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-4596406943695248075</id><published>2010-07-03T11:17:00.002+07:00</published><updated>2010-07-03T11:53:09.800+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Tafakur'/><title type='text'>sufizone : Sebening Kejujuran…</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://rinduku.files.wordpress.com/2010/05/bening2.jpg"&gt;&lt;img class="aligncenter size-medium wp-image-2774" title="Bening" src="http://rinduku.files.wordpress.com/2010/05/bening2.jpg?w=335&amp;amp;h=225" alt="" height="225" width="335"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Kejujuran memang mahal harganya, oleh sebab itu saya mau bersikap jujur untuk menjadi berharga …&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kalimat diatas menyindir hati nurani saya, bahwa saya kerap tidak jujur untuk alasan yang menurut saya baik, padahal kesalahan itu tidak ada yang baik, bohong ya bohong, dusta ya dusta tetep aja salah untuk tujuan kebaikan sekalipun &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  “&lt;em&gt;Jujur atau tidak toh orang tak akan tahu De yang penting gak nyakitin orang&lt;/em&gt;“, tapi benarkah hati nurani saya juga tak akan sakit ketika saya dusta? hati nurani akan diam ketika saya dusta? gak tuh, dia akan terus ngoceh sampai saya tak lagi sanggup berdusta, sampai saya mengakui meski tak terucap bahwa saya dusta, ya ALLAH ampuni dusta saya …&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“T&lt;em&gt;erus gimana dong De, kalau kita yang dibohongin&lt;/em&gt;” ehm saya jadi ingat ucapan guru mengaji saya “&lt;em&gt;De, menilai seseorang baik atau tidak, jujur atau tidak, tulus atau tidak itu HAK ALLAH, dan jangan sekali kali mengambil hak ALLAH&lt;/em&gt;” iya seharusnya saya tidak perlu mengkhawatirkan apakah ada dusta atau tidak yang harus saya khawatirkan adalah &lt;strong&gt;sudahkah saya jujur, bukan sudahkah si dia jujur&lt;/strong&gt; :)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kejujuran itu, biarlah ALLAH yang menilai sepenuhnya bukan? Sebab memang terlalu rumit untuk kacamata manusia, dimensi manusia yang hanya mampu melihat sebatas mata memandang tak bisa menembus hati nurani yang selalu jujur itu, manusia dengan kemampuan pikir, hanya boleh berasumsi, boleh mengira-ira tapi  dengan tetap menghidupkan kesadaran bahwa:  &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;ALLAH, betapa terbatasnya mata kami, betapa luasnya pandanganMU. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt; Terbukti,  kita seringkali salah menilai seseorang …&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“&lt;em&gt;Saya kira dia mencintai saya, ternyata tidak, saya kira dia begini ternyata begitu, saya kira dia mau terima saya apa adanya ternyata tidak, saya kira…”&lt;/em&gt; dan begitu banyak saya kira kira dan ternyata-ternyata &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  tapi begini saja deh, buat saya, saya tidak ingin meletakkan kebahagiaan saya pada kejujuran orang lain atau meletakan bahagia ditangan ketidak jujuran hamba ALLAH yang lain, di tangan orang lain.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jadi ingat ada yang suka bilang ke saya “&lt;em&gt;De, sumpah lo tuh cantik&lt;/em&gt;” jujur gak yah orang itu? [dusta tuh De kata hati nurani saya yang tahu persis saya memang tak cantik &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; ] ah sulitnya mendapatkan sebening kejujuran, tapi toh jujur tidak jujur tidak akan membuat saya bertambah cantik tidak pula mengurangi kecantikan saya, yang penting saya ikhlas menerima ucapan sahabat saya ini. Siapa sih yang gak mau dibilang cantik meskipun saya tahu itu dusta &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  ah manusia emang suka dibohongin !!&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian haruskah saya gelisah dengan dusta ucapan orang lain ke saya? GAK PERLU, biar ALLAH yang menilai karena tugas saya adalah jujur, bukan menilai orang jujur atau tidak, toh di hati orang yang berdusta akan bersemayam ketidak nyamanan, akan bermukim kegelisahan karena si pendusta pasti tahu, ALLAH maha Melihat, maha Mendengar  dan mencatat semua dusta itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Kebayang gak betapa malunya ketika saya sedang mengoceh dusta dan sadar ALLAH lagi mendengar, duh !! malu banget sama ALLAH itu yang bikin gelisah :)&lt;/strong&gt; “&lt;em&gt;pengalaman pribadi ya De? makanya jujur aja bilang tidak meski menyakitkan&lt;/em&gt;” urrggghh dilema &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;    &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan, sebuah ketidak jujuran juga tidak boleh menyakiti saya, apalagi mengubah dunia saya, merongrong kebahagian saya, Ikhlaskan saja kan jadi dapat pahala ikhlas tuh, jika kemudian terbukti ada dusta, biarkan saja, maafkan dan ikhlaskan toh saya juga gak selamanya jujur, dan jadikan sebagai pelajaran dan bekal, untuk menjadi lebih jujur dari kemarin.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jadi kalau saya tidak ingin membuat hati-hati lain retak karena saya dustai, maka saya yang harus Jujur, bukan orang lain. Saya yang tidak boleh dusta, bukan orang lain. &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Masa untuk menjadi baik harus menunggu orang lain berbuat baik dulu, masa mau jadi orang yang jujur harus nunggu orang lain jujur dulu … jadi kalau orang lain dusta kita harus dusta juga gitu, kan gak gitu yah.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Jadi yang harus jujur itu saya,  BUKAN menunggu orang jujur dulu ke saya baru saya jujur ke orang lain &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;Sebab saya yang akan bertanggung jawab terhadap kejujuran atau ketidak jujuran saya di mahkamah ALLAH nanti.  Iya &lt;em&gt;Saya, bukan yang lain… &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Jujur yok, beri diri kita harga yang mahal karena kita mampu jujur !! nikmat dipercayai orang loh, tenang hidup tanpa rasa takut dan gelisah ketahuan dusta&lt;/strong&gt;  :)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;sumber : http://rinduku.wordpress.com&lt;/p&gt;     &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" face="arial" size="3"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-4596406943695248075?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/4596406943695248075/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/07/sufizone-sebening-kejujuran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/4596406943695248075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/4596406943695248075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/07/sufizone-sebening-kejujuran.html' title='sufizone : Sebening Kejujuran…'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-8625939032626816179</id><published>2010-07-03T11:17:00.001+07:00</published><updated>2010-07-03T11:53:09.806+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Tafakur'/><title type='text'>sufizone : Bilik Hati Perempuan</title><content type='html'> &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://rinduku.files.wordpress.com/2010/05/ade102.jpg"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-2789" title="Ade" src="http://rinduku.files.wordpress.com/2010/05/ade102.jpg?w=485&amp;amp;h=213" alt="" height="213" width="485"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selama tiga tahun terakhir, saya menjadi sahabat untuk para perempuan perempuan yang luka, ada sahabat saya yang tiba tiba harus diangkat rahimnya karena tumor ganas menyerang, ada seorang perempuan yang begitu ikhlasnya merelakan sang suami tercinta menikah lagi dengan perempuan muda nan cantik, ada perempuan yang menjadi korban perkosaan kebiadaban lelaki yang mengaku mencintainya, ada seorang gadis manis nan cantik rupawan bak bidadari yang belum juga menemukan jodohnya, padahal semua ia miliki, fostur bak model plus kerudung yang menutupi aurat menambah kecantikannya dan ada seorang perempuan yang berjuang untuk sekedar bisa bernapas melawan kanker darah yang sedang dititipi ALLAH padanya…&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari mereka saya meneropong luka demi luka, bahwa hidup ini hitam putih, bahwa perjalanan nasib ini bak rollercoaster, yang menegangkan ketika naik, menaikan adrenalin hingga ke ubun ubun dan amnat sangat menakutkan ketika turun bak terlempar ke jurang tanpa mampu berpegangan, iya ternyata hidup memang bukan roda pedati yang berputar begitu lambat hingga mampu memberi saya kesempatan untuk bersiap tapi tidak begitu dengan roallercoaster, hidup begitu cepat berputar, belum hilang kaget saya karena naik yang begitu cepat memecut jantung,  sudah harus turun ketakutan, iya begitulah hidup &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  semua berputar, berganti antara TIADA-ADA-TIADA.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Dari bilik hati para perempuan perempuan hebat sahabat saya ini saya belajar satu hal bahwa hidup ini bukan seberapa besar luka dan ujian yang diberikan ALLAH karena ujian ujian itu TIDAK PENTING lagi, namun yang PENTING adalah seberapa mampu kita menyikapi setiap ujian … &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Iya seberapa mampu saya mengimani takdir ALLAH, bahwa setiap kejadian adalah atas kehendakNYA dan saya sebagai manusia hanya mampu berdiri diatas garis pengharapan saja, tidak bisa lebih dari itu, seberapa dalam saya mampu menjaga hati agar tidak marah dengan keputusan ALLAH, ikhlas menerima ujian, menangkap hikmah seberapapun kepedihan membenamkan. Memberi arti pada airmata bukan sebagai keputus asaan namun air ini adalah air ketabahan, mengalirkan ketawakalan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kesadaran diatas saya peroleh baru malam ini setelah saya membaca catatan seorang sahabat saya yang tahun lalu berpulang karena kanker hati yang dideritanya selama kurun waktu satu tahun, selama itu pula saya memintanya untuk mencatat semua yang tak lagi mampu ia katakan, selama dua belas bulan, lembar demi lembar catatan itu saya kumpulkan dan dari catatan yang terserak ini, saya belajar bahwa hidup itu bukan sekedar memasukan oksigen ke paru paru, tapi keberanian menghadapi ujian, keberanian untuk ikhlas, keberanian untuk percaya bahwa ketika sayap tak lagi mampu mengepak, dan saya tahu dimana harus berdiri ketika ujian ALLAH datang…&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Iya, seberapapun besarnya ujian, TAK LAGI PENTING saya pikirkan, yang harus saya pikirkan adalah bagaimana ujian itu mampu membuat saya semakin dekat dengan ALLAH dan memperoleh cintaNYA karena ikhlas saya …&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Meski sakit berat sekaliber kanker yang tak ditemukan obatkan, divonis mati oleh dokter, meski tak berjodoh karena tak ada lagi yang mau, meski jadi korban perkosaan sekalipun, meski dihina dan dipuji oleh seribu orang, mau ditinggalkan oleh kekasih tercinta yang tak ada tandingannya ganteng dan alimnya, TAK LAGI PENTING, karena makna dari ujian itu bukan luka lagi tapi cinta ALLAH yang harus dikejar.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Iya karena ada yang lebih penting dari semua itu, yaitu bagaimana saya merangkak, berdiri dan berlari mengejar cinta ALLAH, berlari ketika jalan hidup saya menurun dan merangkak ketika jalan hidup saya menanjak, hanya untuk meraih cinta ALLAH, ujian TAK LAGI PENTING saya pikirkan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Telah kuhanyutkan luka pada sungai kecil yang mengalir disudut mataku, telah kukabarkan lewat angin gerimis tentang segala catatan hati, telah kulemparkan pedih disetiap jengkal sajadah dalam tahajud dan sujud pangjangku&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;em&gt;[dari bilik hati perempuan] &lt;/em&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;sumber : http://rinduku.wordpress.com&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" face="arial" size="3"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-8625939032626816179?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/8625939032626816179/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/07/sufizone-bilik-hati-perempuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/8625939032626816179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/8625939032626816179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/07/sufizone-bilik-hati-perempuan.html' title='sufizone : Bilik Hati Perempuan'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-1456382825727768373</id><published>2010-07-03T11:16:00.000+07:00</published><updated>2010-07-03T11:53:09.811+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Tafakur'/><title type='text'>sufizone : Didalam Setiap Helaan</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Didalam setiap hembusan napas kita, ada hak ALLAH &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://rinduku.files.wordpress.com/2010/06/cinta1.jpg"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-2856" title="Cinta" src="http://rinduku.files.wordpress.com/2010/06/cinta1.jpg?w=463&amp;amp;h=258" alt="" height="258" width="463"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“&lt;em&gt;Didalam setiap helaan napas saya ada hak ALLAH&lt;/em&gt;” Kalimat indah itu saya dapat dari guru tafakur saya malam ini, katanya “&lt;em&gt;De, mari belajar bernapas secara sadar dan hadirkan ALLAH dalam setiap hembusan napas dengan melafalkan “Subhanallah&lt;/em&gt;” jujur saya takjub dengan kalimat ini, karena selama ini saya bernapas bas bus – bas bus hanya memasukan oksigen kedalam paru paru saya tanpa memasukan ALLAH ke dalamnya, padahal napas yang saya hembuskan adalah milik ALLAH, hak nya ALLAH, bayangkan ketika saya meminjam milik orang lain, hak orang lain, lalu saya gunakan sesuka saya bahkan saya lupa berterima kasih dengan sang pemiliknya, kira kira marah gak tuh pemiliknya? &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;Marah sih engga, tapi saya pasti dicuekin, emang enak dicuekin oleh ALLAH, nauzubillaimindzalik. Kemana lagi saya meminta kalau bukan kepada ALLAH, iya kemana lagi?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian pertanyaan selanjutnya adalah apa hak ALLAH didalam napas saya? yaitu menghadirkan pemiliknya dan selalu mengingatnya. Lalu bagaimana menghadirkan ALLAH dalam setiap helaan napas saya agar tidak masuk dan keluar percuma, sia sia, harusnya saya sadar “&lt;em&gt;bukankah semua titipan akan dimintai pertanggung jawaban oleh pemiliknya&lt;/em&gt;?” artinya ketika saya berpulang nanti, ALLAH sang pemilik napas akan bertanya “&lt;em&gt;De, napas yang dititipkan dipergunakan untuk apa&lt;/em&gt;?”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan bayangkan pertanyaan itu diajukan di Mahkamah ALLAH yang tidak memiliki pengacara yang akan membela saya, di sana tak ada pula jaksa yang bisa saya bayar untuk meringankan hukuman saya, dan hakimnya adalah sang Maha Pemilik Keadilan yang gak bisa berkurang adilnya oleh kedipan mata saya &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sudah mulai ngelantur dari judul nih saya &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; kembali bicara soal napas, enteng banget kan rasanya bernapas itu dan emang gak rumit untuk napas itu karena saya melakukannya secara tidak sadar, padahal ketika saya sadar begitu banyak bagian dari tubuh yang bergerak seiring dengan napas saya, maka saya akan takjub dengan sang pemiliknya &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  mengingat sang pemilik akan mendekatkan saya dengan pemiliknya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian apa cukup dengan mengingat “&lt;em&gt;oh ya ternyata napas milik ALLAH&lt;/em&gt;” terus sudah itu tidak melakukan apa apa untuk menjadikan napas itu ladang ibadah? Rugi banget !! Coba isi napas dengan dzikir, dengan menyebut nama pemiliknya, maka sesungguhnya ALLAH sangat dekat … ini lah yang disebut dengan ALLAH lebih dekat dengan urat leher kita. &lt;strong&gt;Kalau cuma sekedar napas tanpa mengingat ALLAH ya emang gak tahu rasanya ALLAH itu dekat, yang ada malah gak terasa kalau ALLAH itu ada&lt;/strong&gt; &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; &lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; ”AKU adalah menurut persangkaan hambaKU, dan AKU bersamanya ketika ia menyebutKU, jika ia menyebutKU dalam dirinya, maka AKU menyebutnya dalam diriKU… Aku bersama hambaKU selama ia mengingatKU dan selama bibirnya masih bergerak menyebut namaKU”&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika saya tahu bahwa ALLAH sangat dekat dengan napas saya, harusnya saya tidak gunakan napas saya untuk bermaksiat, untuk menyakiti hati orang lain, bagaimana akan timbul rasa takut kepada ALLAH jika saya tak merasa ALLAH itu ada di dalam setiap helaan napas saya? Bagaimana saya bisa merasa tenang jika setiap helaan napas saya ingat urusan dunia saja?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Padahal menghadirkan ALLAH secara sadar akan membawa saya mengingatkan dialam bawah sadar, ketika tertima musibah saya akan otomatis berucap “&lt;em&gt;innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun&lt;/em&gt;“, ketika mendapat kebahagian saya berucap “&lt;em&gt;alhamdulillah&lt;/em&gt;“, ketika berbuat salah saya berkata “&lt;em&gt;astaghfirullah&lt;/em&gt;“, memulai kehidupan dengan “&lt;em&gt;bismillah&lt;/em&gt;“, dan mengagungkan ALLAH dengan “&lt;em&gt;subhanallah&lt;/em&gt;“, terasa kan ALLAH hadir? &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;As simple as that menghadirkan ALLAH dalam setiap helaan napas, pertanyaan selanjutkan ketika kalimat itu tidak keluar dari bibir saya, ketika macet panas saya sebut “setan nih macet banget” ketika ada yang mengusik kebahagiaan saya saya sebut “monyet lo” astagfhirullah, dimana ALLAH saya tempatkan? jadi JANGAN bertanya ALLAH ada dimana? Tapi tanyakan diri kita sudahkah kita menghadirkan ALLAH …&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Iya, STOP mempertanyakan kehadiran ALLAH jika kita tidak pernah menghadirkanNYA … &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  malulah sama ALLAH, masa gak tahu ALLAH di mana, padahal napasnya kita pake !! &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;sumber : http://rinduku.wordpress.com&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" face="arial" size="3"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-1456382825727768373?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/1456382825727768373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/07/sufizone-didalam-setiap-helaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/1456382825727768373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/1456382825727768373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/07/sufizone-didalam-setiap-helaan.html' title='sufizone : Didalam Setiap Helaan'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-3431651375056664002</id><published>2010-07-03T11:13:00.001+07:00</published><updated>2010-07-03T11:53:09.816+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Tafakur'/><title type='text'>sufizone : Women In Heaven…</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;a href="http://rinduku.files.wordpress.com/2010/06/surga.jpg"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-2873" title="surga" src="http://rinduku.files.wordpress.com/2010/06/surga.jpg?w=450&amp;amp;h=338" alt="" height="338" width="450"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah”. (HR. Muslim).&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Hari ini saya bertemu dengan seorang perempuan cantik, yang berpakaian dengan bahan yang kurang cukup, lengan tak tertutupi, dengkul terbuka. Hari ini saya bertemu dengan seorang perempuan yang memeluk kekasihnya bergoncengan motor, menempelkan tubuh bagian depannya pada punggung lelaki yang bukan muhrimnya mengalirkan kehangatan. Hari ini saya bertemu dengan perempuan yang duduk dipojok kegelapan bioskop ditemani seorang lelaki menonton film dengan tangan saling mengalirkan cinta. Hari ini saya bertemu dengan perempuan yang baru keluar dari diskotek, ada juga yang baru keluar dari rumah sakit bersalin mengempeskan perutnya yang sejam lalu masih berisi cabang bayi kini hilang… &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Hari ini, iya hari ini begitu banyak perempuan yang tak lagi mampu menjadi perempuan, tak lagi merindukan surga &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif" alt=":(" class="wp-smiley"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Iya rasanya saya ingin sekali membisikan ditelinga setiap perempuan agar kita mengetahui bahwa kita sangat berharga, terlalu berharga bahkan, semestinya kita tahu bahwa kita  bukan emas campuran murahan yang terpajang di etalase depan toko yang dengan seenaknya sang pembeli dapat meraba, memegang tubuh kita dan memakai hanya untuk mencoba, lalu sang pembeli pergi, tak jadi membeli dan mengembalikan di tempat yang sama, bukan !! kita bukan itu wahai perempuan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Kita adalah intan berlian yang terpajang dalam kotak kaca indah berkunci dan terbungkus rapi, orang yang menginginkan kita tidak berhak meraba, memegang tubuh kita bahkan mencoba memakainya, TIDAK mereka yang melakukan itu terlalu kotor untuk kita, mereka harus terlebih dahulu membayar mahar dengan harga yang sangat pantas, setelah itu mereka akan dapat memiliki kita sepenuhnya.. kita  yang utuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Kita sungguh indah &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; bagai bunga mawar yang ketika orang ingin mengambilnya, terlebih dahulu mereka harus merasakan duri pertahanan diri yang kita miliki, bagai bunga edelweis yang ketika ada yang menginginkan, terlebih dahulu harus mendaki gunung ke arah puncak ketinggian, menantang keberanian dan cuaca yang tak bersahabat, kita bukan bunga bangkai, yang terlihat begitu indah dari kejauhan dengan warna yang menyala yang membuat para serangga tertarik dengan warna indah nan merah, namun ketika didekati, kau busuk,  iya jika begini maka bau kita saja sudah membuat orang mual, apalagi memiliki, pastilah tak ada yang mau bukan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Ingin sekali saya mengatakan kepada setiap perempuan untuk menutup aurat,  yok TUTUP, agar tak ada yang berkeinginan lain terhadap kita, agar mata lelaki di jalanan itu tak menatap seperti hendak menerkam melihat putihnya dan jenjangnya kaki kita, mereka tak pantas menikmati tubuh kita sejengkalpun dengan memandangi kita dengan pandangan menjijikkan itu, INGATLAH bahwa lelaki manapun yang belum halal bagi kita tak pantas menyentuh tubuh dan kehormatan kita,&lt;strong&gt; pun atas nama cinta&lt;/strong&gt;…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Apakah kita kemudian menjadi sangat khawatir tidak ada yang menyayangi  atas nama cinta jika kita menutup aurat? Apakah kita takut tidak akan ada yang menggombali dan merayu dengan bahasa bahasa cinta yang memabukan?  sampai kapankah kita membiarkan segala kebohongan ini terus menjerumuskan kita? sampai kapan kita membiarkan cinta cinta yang bertebaran menjelma menjadi berhala? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Iya sampai kapan kita akan membiarkan kenikmatan dunia ini menjadi kawah dosa dosa kita, lumpur kenikmatan ini akan terus menghisap kita masuk hingga kita tak lagi mampu keluar, tak sadarkah kita? &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sungguh kita adalah mutiara bagi keluarga, mutiara yang mereka jaga sejak kecil sampai kita beranjak dewasa, apakah dengan melakukan sex bebas kita membalas semua jerih payah orang tua kita? baiklah orang tua tak mampu membuat kita berhenti keluar dari hangatnya pegangan tangan kekasih kita maka lihatlah ALLAH, bukankah kita percaya ALLAH maha melihat? TUHAN Yang Menciptakan kita, Yang tiada henti-hentinya memberi nikmat pada kita meski kita sering melupakanNYA, tak jarang kita meniadakanNYA tapi ALLAH masih memberi kita nikmat udara, nikmat hidup, nikmat fisik dari tubuh yang indah itu.. Bayangkan, jika ALLAH tidak menyangi kita, ALLAH cabut saja nikmat wajah yang cantik, tapi TIDAK begitu kan? meskipun kita sering kali melupakanNYA, nimatNYA tetap terus mengalir…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Beginikah cara kita membalas semua yang telah ALLAH beri? padahal kita tahu kemanapun wajah memandang disitu ada ALLAH, padalah kita tahu pada saat melakukan maksiat napas yang kita gunakan itu napas milik ALLAH, bagaiamana jika napas terhenti saat kita masih menggelayutkan kepala kita dipundak lelaki yang bukan muhrim kita …. nauzubillahimindzalik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Duhai perempuan tidak inginkan kita menjadi perempuan yang dirindukan surga? yaitu perempuan yang senantiasa mampu menjaga pandangan, selalu taat kepada ALLAH dan Rasul NYA. Make up- nya adalah basuhan air wudhu. Lipstiknya adalah dzikir kepada Allah. Celak matanya adalah memperbanyak bacaan Al-Quran. Perempuan yang sangat memperhatikan kualitas kata-katanya bernilai bagaikan untaian intan yang penuh makna dan bermutu tinggi. Perempuan yang sadar betul bahwa kemuliaannya bersumber dari kemampuannya menjaga diri (iffah).&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;em&gt;Iya, tidak inginkan kita menjadi salah satu perempuan yang akan menjadi penghuni surga, yang bahagianya abadi … disana ada banyak cinta tapi bukan cinta yang gombal &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;sumber : http://rinduku.wordpress.com&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" face="arial" size="3"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-3431651375056664002?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/3431651375056664002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/07/sufizone-women-in-heaven.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/3431651375056664002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/3431651375056664002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/07/sufizone-women-in-heaven.html' title='sufizone : Women In Heaven…'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-1551176946126061123</id><published>2010-07-03T11:11:00.000+07:00</published><updated>2010-07-03T11:53:09.822+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Tafakur'/><title type='text'>sufizone : Saat Bioskop Jadi Majelis Taklim</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://rinduku.files.wordpress.com/2010/06/sajadah.jpg"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-2948" title="sajadah" src="http://rinduku.files.wordpress.com/2010/06/sajadah.jpg?w=450&amp;amp;h=600" alt="" height="600" width="450"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Hidup adalah hempasan, pilihannya adalah BANGKIT atau mati terhempas … &lt;/strong&gt; &lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Quote diatas saya dapat dari film yang saya tonton tadi sore bersama sahabat sahabat cantik saya, iya dari film “&lt;em&gt;Karate Kid&lt;/em&gt;” buat saya pribadi banyak filosofi kehidupan yang saya dapat dari film ini, dan salah satunya saya tertarik dengan ucapan sang guru di film itu bahwa hidup adalah hempasan artinya bahwa hidup ini memang ladang ujian, sawah musibah, mimpi tak sesuai kenyataan, keingian tak sesuai kejadian, perjalanan hidup penuh warna, pergantian siang malam, hitam putih lembaran kehidupan &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  inilah hidup tak perlu heran, memang beginilah hidup.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hempasan, cobaan, musibah luka dan bahagia atau ujian adalah rekayasa Ilahiyah untuk menyeleksi hamba-hamba- NYA. Cobaan diberikan oleh ALLAH dengan maksud untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Bagi yang lulus akan naik derajat. Sebaliknya, bagi mereka yang tidak lulus ada dua alternatif pilihan, yaitu tetap ditempat atau justru melorot jatuh ke derajat yang lebih rendah, emang enak dihinakan ALLAH &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; &lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saya dan kita semua, hanya manusia yang layaknya hanya seperti baju kotor yang tak pernah bersih dan ketika ALLAH ingin menjadikan saya bersih, terangkat segala kotoran dan dosa dosa yang melekat, maka ALLAH akan mencuci saya, mencuci itu apa sih? digeprak di penggilesan atau diputer hingga 30x didalam mesin cuci, dibasahi, direndam diair sabun yang berbau bahan kimia, disikat, digantung, dijemur dipanas terik matahari,  selesai sampai disini? TIDAK karena saya belum pantas dijadikan pakaian kemulian penutup aurat jika saya belum diseterika oleh besi panas dan menjadi licin …&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“&lt;em&gt;Kalau gitu kejam banget dong De, ALLAH&lt;/em&gt;” tentu tidak … karena semua proses mencuci itu tidak semua diberikan ke satu hamba, ujian saya mungkin hanya kena panas dijemur, ujian sahabat saya adalah disikat, ujian Ayah saya mungkin di seterika karena Ayah saya jauh lebih kuat dan secara takaran keimanan lebih tinggi dan selalu ingat bahwa ”&lt;em&gt;ALLAH tidak memberi ujian diluar batas kemampuan kita&lt;/em&gt;” janji ALLAH adalah benar dan pasti !! hempasan demi hempasan itu bukti bahwa saya masih hidup dan ALLAH dengan segala cintanya menjadikan masalah ini panggilanNYA bagi saya untuk kembali, untuk selalu mengerti bahwa ALLAH itu ada, maha dekat … ALLAH sangat dekat bahkan &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; kan mereka yang sudah tertutup tanah gak diuji, jadi hempasan ini bukti bahwa saya masih hidup kalau gak mau diuji yah kelaut aja.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Terhempas saat terkena ujian itu pasti, sedih, kecewa, marah, nangis, pengen &lt;span style="text-decoration: line-through;"&gt;bunuh orang&lt;/span&gt;  pengen bunuh diri juga terlintas, tapi haruskah saya mengakhiri hidup karena hempasan ini, gak ada punya pacar terus gak hidup gitu? &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  jawabannya tentu tidak “&lt;strong&gt;ALLAH hanya memberi apa apa yang saya butuhkan saya, bukan memenuhi semua keinginan saya&lt;/strong&gt;” jadi jika saya tak mendapatkan bang Nico karena memang bukan bang Nico yang saya butuhkan tapi lelaki lain yang pas untuk saya, pas menurut ALLAH tentunya dan bukan pas menurut saya, emangnya saya siapa bisa nunjuk apa yang saya mau dan bawa pulang &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Fa inna ma ‘al ‘usri yusraa&lt;/em&gt;” karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS. Alam Nasyrah 94:6) artinya jangan lama lama terhempas karena didepan ada kemudahan, ini janji ALLAH, mari kita buktikan bahwa janji ALLAH benar, bahwa ALLAH tidak pernah ingkar janji jadi ketika terhempas pilihannya adalah bangkit, jangan pilih yang lain !! gimana agar mampu bangkit, jawabannya “&lt;em&gt;Dan jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu&lt;/em&gt;” sesimple itu De? iya dong, kan sabar gak sabar ujian pasti mengenai saya, emang udah takdirnya kehilangan ya kehilangan, jadi ikhlas ridho sabar, “&lt;em&gt;terus gimana agar punya sabar gitu De?”&lt;/em&gt; SHALAT lah jawabannya karena hanya dengan mengingat ALLAH hati menjadi tenang &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Iya, dua itu saja deh dijalanin … raih cinta ALLAH dari hempasan ini, sabar terus shalat, shalat terus sabar gitu aja terus, nanti gak terasa lagi hempasannya, yang terasa tinggal tenangnya, kemudian ALLAH akan memberikan jalan keluar dari pintu yang tak saya duga duga. Ehm, kalau sudah gini lebam bekas hempasan hilang yang tersisa pahala sabar dan kecintaan ALLAH yang terus berlimpah &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;   subhanallah …&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Gak ada yang sulit untuk ALLAH dan gak ada yang sulit pula untuk kita hambaNYA, mulai sekarang jangan lagi bilang “ya ALLAH besarnya ujian ini tapi katakan wahai ujian tahukah kamu betapa besarnya TUHAN saya dibanding kehadiranmu” cemen lah kalau terhempas terus diam, bangkit cari ALLAH !! &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;ah sepanjang nonton hampir dua jam serasa dua jam saya duduk di majlis taklim &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;sumber : http://rinduku.wordpress.com&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" face="arial" size="3"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-1551176946126061123?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/1551176946126061123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/07/sufizone-saat-bioskop-jadi-majelis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/1551176946126061123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/1551176946126061123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/07/sufizone-saat-bioskop-jadi-majelis.html' title='sufizone : Saat Bioskop Jadi Majelis Taklim'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-3423746454093033798</id><published>2010-07-03T11:08:00.001+07:00</published><updated>2010-07-03T11:53:09.827+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Tafakur'/><title type='text'>sufizone : Orang Miskin, Dilarang Melamar</title><content type='html'> &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://rinduku.files.wordpress.com/2010/06/broken_heart_by_starry_eyedkid-1.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-2966  aligncenter" title="patah hati" src="http://rinduku.files.wordpress.com/2010/06/broken_heart_by_starry_eyedkid-1.jpg?w=410&amp;amp;h=261" alt="" height="261" width="410"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemarin sore saya kedatangan seorang sahabat saya yang hatinya sedang disenggol oleh ALLAH, dengan wajah lesu dan tubuh yang kerempeng kuyus sahabat saya ini curhat tentang hatinya yang berkeping keping hancur ”&lt;em&gt;De, lamaran gue untuk gadis pujaan hati gue ditolak orang tuanya De&lt;/em&gt;” ehm… “&lt;em&gt;alasannya apa? kalo ditolak karena kurang ganteng yah terima aja emang lo ga ganteng kan&lt;/em&gt;?” &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  jawaban saya sekenanya “&lt;em&gt;bukan itu De, tapi gue ditolak karena gue anak orang gak mampu De, dan kerjaan gue kan lo tahu De, gaji gak seberapa&lt;/em&gt;“&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ehm, sekali lagi saya hanya mampu berdehemmm dan batuk gak jelas, karena jujur saya ingin tertawa dan dalam hati saya terbersit kalimat kalau gitu “&lt;strong&gt;orang miskin dilarang melamar dong yah&lt;/strong&gt;” tapi demi menjaga hati sahabat saya yang sedang hancur maka saya diam saja, hanya bisa senyum &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  iya hanya senyum saja.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“&lt;em&gt;De, kalau begini caranya gue gak bisa nikah dong De&lt;/em&gt;” dan saya menjawab “&lt;em&gt;bisa lah nikah, semua orang berhak menikah tapi orang miskin gak nikah sama orang kaya, dan orang kaya gak nikah orang miskin, mereka akan nikah dengan yang sederajat dong, sederajat secara ilmu, secara harta, secara sifat, secara niat, selevel gitu lah, ingat gak kata guru ngaji kita bahwa “laki laki yang baik untuk perempuan yang baik” artinya pas gitu loh. Karena ALLAH kan tidak pernah salah menjodohkan, &lt;strong&gt;DIA dengan kekuasaannya akan menjodohkan dengan yang pas&lt;/strong&gt;, jadi kalau lo mau dapat anak orang kaya yah lo harus kaya [salah De? gak bicara harta kalau hati] hati nurani saya nimbrung gak setuju, yang pasti kalau lo mau dapat gadis solehah ya lo harus soleh, dan kalau lo mau dapatin yang mulia lo harus mulia&lt;/em&gt;” begini arti pas.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“&lt;em&gt;Solehah itu kunci bahagianya, karena kalo gak solehah maka akan sangat berat menjalaninya, perempuan solehah itu penuh ikhlas, kalau gak punya cukup uang ia akan ikhlas yang penting imamnya mencintainya, makanya gak dikasih yang gak pas sama ALLAH karena kita gak akan sanggup menjalankannya nanti”&lt;/em&gt; ah saya menjawab dengan mulut mungil saya yang nyerocos bak meteor padahal dalam hati saya bertanya “apa iya dengan hanya soleh dan solehah akan bahagia karena nikah itu gak bisa modal cinta doang kan, tapi harus modal uang” yang nikah kan bukan uangnya tapi hati sepasang kekasih kan yah, kalo udah soleh mah ikhlaslah saya sih, karena saya mencari imam bukan mencari harta &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; &lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Memang ketika virus merah jambu menyerang logika mati suri, padahal jodoh itu kan ketentuan ALLAH bukan karena harta, bukan karena orang tua, bukan karena ilmu agama, bukan karena saya putih dan kekasih saya hitam dan bukan pula karena saya orang Aceh dan si dia bukan kan yah? bukan karena saya keturuan dan dia tanjakan, tapi karena ALLAH menjanjikan bahwa laki laki yang baik untuk perempuan yang baik dan perempuan yang baik untuk laki laki yang baik, dan ALLAH tidak pernah salah memasangkan bukan? iya ALLAH tidak pernah salah &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Namun perlu diingat satu kuncinya agar ALLAH ridho adalah kalimat dibawah ini:&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;“&lt;strong&gt;Ridho ALLAH tergantung kepada keridhoan orang tua dan murka ALLAH tergantung kepada kemurkaan orang tua&lt;/strong&gt;” (HR Bukhori, Ibnu Hibban, Tirmidzi, Hakim)&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jika sudah begini, kira kira bisa gak rumah tangga bahagia dihadirkan jika bahagia yang saya rajut diatas linangan airmata Ayah saya, sanggupkah saya? iya bahagia diatas penderitaan orang lain siapapun dia, padahal ALLAH tidak pernah membangun kebahagiaan diatas penderitaan orang lain koq saya yang hanya manusia sanggup melakukan itu, nauzubillahimindzalik, tak sanggup membayangkan berdiri diujung derita manusia lain, apalagi orang tua saya dan orang tua si dia pastinya, yang darahnya mengalir didalam darah saya dan kekasih saya &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif" alt=":(" class="wp-smiley"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Artinya siapapun pilihan saya itu harus atas ridho Ayah saya, jika dipaksakan mungkin akan ALLAH kabulkan jua karena doa siang malam saya, merengek meminta yang itu tapi dengan sejuta ujian didalamnya, dan saya memulai rumah tangga dengan menyakiti hati orang orang yang juga saya cintai dan mencintai saya, sanggupkah saya? mari tanya hati nurani…&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kembali ke sahabat saya yang hatinya tercabik, lelaki ini kembali protes “&lt;em&gt;gak adil dong De, kalau alasannya karena harta, kecuali kalau gue kurang alim boleh lah gue ditolak&lt;/em&gt;” hahaha… ngotot banget nih laki, gimana mau dibilang alim atau solehah kalau mengecewakan hati orang tua &lt;img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley"&gt;  sebagai orang yang mengaku beriman kepada ALLAH, mustinya kita sadar bahwa semua kejadian adalah atas kehendak ALLAH, mungkin kekurangan harta hanya sebab hingga terjadinya kehendak ALLAH yaitu dia bukan jodohnya. ALLAH maha besar, dan semua terjadi atas kehendaknya, apapun penyebabnya harta, keturunan, latar belakang, warna kulit dan masih banyak lagi, jika tak pas dijodohkan dengan saya maka ALLAH akan memisahkan dengan caraNYA.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah yakin ini kehendaknya, kemudian yakin pulalah bahwa nanti ALLAH akan mengganti dengan yang pas dan yang ditangisi hari ini akan terlupakan, sekarang luka besok bahagia, sekarang ada yang datang besok ada yang pergi, yang penting sekarang adalah memperbaiki diri, agar kita bisa mendapatkan pasangan yang baik pula, yang &lt;strong&gt;pas menurut ALLAH bukan menurut kita bukan?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nah buat sahabat saya, la tahzan :) inilah ilmu hati, ilmu ikhlas, sudahlah gak usah sedih esok akan ada yang pas !! PASTI Pas [kaya pertamina yah] yang penting memperbaiki diri, urusan jodoh gak usah dikejar, jika saatnya akan datang yang pas dan ini karena gak pas, mari lupakan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;sumber : http://rinduku.wordpress.com&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" face="arial" size="3"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-3423746454093033798?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/3423746454093033798/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/07/sufizone-orang-miskin-dilarang-melamar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/3423746454093033798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/3423746454093033798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/07/sufizone-orang-miskin-dilarang-melamar.html' title='sufizone : Orang Miskin, Dilarang Melamar'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-3295364466429728619</id><published>2010-05-31T12:26:00.001+07:00</published><updated>2010-05-31T12:31:09.534+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Artikel 2'/><title type='text'>sufizone : Yakin Tapi Tak Cinta</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="right"&gt;“&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;padahal hati mereka meyakini (kebenaran) nya”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(Al-Quran Surah al-Naml [27] : 14)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;SESUNGGUHNYA&lt;/strong&gt; kecintaan seseorang kepada kebenaran dapat menambah keyakinan seseorang. Sebaliknya, keyakinan yang hanya didasarkan pada pengetahuan agama tidaklah memiliki pengaruh dengan bertambah atau berkurangnya pengetahuan yang dimiliki seseorang sebelumnya, karena bisa saja seseorang memiliki pengetahuan agama dan meyakininya, tetapi ia tidak menjalankan keyakinannya tersebut. Keyakinan dan iman hanya bisa bertambah jika seseorang dengan suka rela mengamalkannya demi mendukung keyakinannya tersebut dan tidak mengabaikannya untuk dijalaninya. Dengan kata lain, keyakinan semakin kuat dan utuh apabila seseorang mencintai iman dan agamanya, dan bukan sekadar mengetahuinya saja.&lt;/span&gt;&lt;span id="more-63"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ayat tersebut di atas berkenaan dengan keadaan Fir’aun dan pengikutnya yang sebenarnya di dalam hati mereka sudah ada benih-benih keyakinan kepada Nabi Musa as setelah mereka melihat mukjizat demi mukjizat yang diperlihatkan Musa as. Namun kezaliman dan keangkuhan &lt;em&gt;(‘uluwwa&lt;/em&gt;) atau rasa tinggi hati mencegah diri mereka untuk berserah diri kepada Tuhan Musa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Hal seperti ini pula yang terjadi pada Iblis. Keingkaran Iblis kepada perintah Tuhan bukan karena ia tidak memiliki ilmu atau pun keyakinan, tetapi keangkuhan dan egoismenya-lah yang menghalanginya untuk tunduk kepada perintah Tuhan. Jadi, seseorang bisa dikatakan beriman dan memiliki keyakinan hanya apabila ia menghormati, taat dan cinta kepada keyakinannya tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Diriwayatkan oleh Imam Ja’far al-Shadiq as, bahwa (suatu hari) Rasulullah saww bertanya kepada para sahabatnya, ”Iman yang bagaimanakah yang kokoh (&lt;em&gt;autsaq&lt;/em&gt;) itu?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sebagian dari mereka menjawab, ”Allah dan Rasul-Nya sajalah yang lebih mengetahui!”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sebagiannya lagi menjawab,” Shalat!”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dan sebagian lagi menjawab,”Zakat!”… (hingga tidak ada seorang pun dari mereka yang menjawab dengan benar).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Akhirnya Rasulullah saww pun bersabda, &lt;em&gt;”Aku katakan pada kalian, sesungguhnya iman yang kokoh itu adalah mencintai karena Allah, membenci karena Allah, berwali (&lt;strong&gt;tawalla&lt;/strong&gt;) kepada para wali Allah &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;1]&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; dan berlepas diri (&lt;strong&gt;tabarra&lt;/strong&gt;) dari musuh-musuh-Nya!”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; (al-Kulayni, Ushul al-Kafi, Kitab al-Iman wal Kufr, Bab al-Hubb fillahi wal bughdu fillahi, hadits no. 6, hal. 126)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(Dikutip dari Buku : Keajaiban Cinta, Quito R. Motinggo, Penerbit Hikmah, 2004, Jakarta)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Catatan Kaki&lt;/span&gt; :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1] Para wali Allah di sini adalah para Imam Ahlul Bait yang suci.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber : qitori&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;                                                                               &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;                                                                               &lt;div&gt; &lt;/div&gt;                                                                                &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" face="arial" size="3"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-3295364466429728619?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/3295364466429728619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/05/sufizone-yakin-tapi-tak-cinta_31.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/3295364466429728619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/3295364466429728619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/05/sufizone-yakin-tapi-tak-cinta_31.html' title='sufizone : Yakin Tapi Tak Cinta'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-8025118114754270613</id><published>2010-05-31T12:25:00.000+07:00</published><updated>2010-05-31T12:31:09.548+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Artikel 2'/><title type='text'>sufizone : Anda Layak Bahagia</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;The reason people find it so hard to be happy is that they always see the past better than it was, the present worse than it is, and the future less resolved than it will be&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="right"&gt;Penyebab orang merasa sulit menjadi bahagia adalah&lt;br /&gt;karena mereka selalu melihat masa lalu&lt;br /&gt;lebih baik ketimbang yang sebenarnya,&lt;br /&gt;dan (melihat) masa sekarang lebih buruk daripada kenyataannya&lt;br /&gt;dan masa depan (seolah) telah ditentukan ketimbang dimungkinkan” &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;" align="right"&gt;~ Marcel Pagnol&lt;span id="more-73"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;MELIHAT MASA LALU LEBIH BAIK DARI SAAT INI&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;Jadi ada 3 hal yang membuat seseorang sulit memperoleh kebahagiaan :&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;Melihat 	masa lalu lebih baik ketimbang masa sekarang.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;Melihat 	masa sekarang lebih buruk ketimbang kenyataannya.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;Melihat 	masa depan seolah sudah ditentukan ketimbang dimungkinkan.&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;Seseorang yang senantiasa melihat masa lalunya lebih baik ketimbang masa sekarangnya adalah seorang yang melankolis, senang berandai-andai, dan senang dengan nostalgia, namun enggan berbuat sesuatu untuk saat ini. Inilah orang yang jauh dari kebahagiaan, karena kebahagiaannya terletak dalam memorinya, atau dalam kenangan “manis”nya saja.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;Masa lalu memang bukan untuk dilupakan, tetapi juga bukan hanya untuk dikenang-kenang saja dengan angan-angan ingin kembali ke masa lalu sambil bergumam, “Andai saya punya &lt;em&gt;time machine&lt;/em&gt; saya akan kembali ke masa lalu”.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;Banyak orang-orang yang sudah lanjut usia senang membicarakan masa lalunya seolah-olah mereka sudah bukan apa-apa lagi untuk masa sekarang. Tentu saja ini cara berpikir yang keliru, karena masih banyak kita temui orang-orang yang sudah lanjut usia menciptakan karya-karya hebat. Tidak sedikit kita dapati seniman-seniman yang sudah usia lanjut malah menelurkan karya-karya spektakulernya. Lihat saja misalnya Affandi, Basuki Abdullah, dan masih banyak pelukis atau seniman lainnya. Mereka berbahagia, karena mereka mampu berkarya dan membuat orang lain turut merasakan kebahagiaannya. Ini salah satu bukti bahwa kebahagiaan yang sesungguhnya terletak pada hasrat yang tak putus-putus untuk selalu melakukan hal-hal positif bagi diri sendiri mau pun bagi orang lain.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;Anda bisa saja melukis, entah dengan cat air atau cat minyak, walaupun Anda merasa tidak bisa melukis. Lakukanlah dan melukislah dengan perasaan yang senang dan penuh rasa percaya diri. Bagus atau tidaknya lukisan Anda itu tidak terlalu penting, karena yang paling penting Anda dapat sepenuhnya mengekspresikan diri Anda ke dalam sebuah lukisan yang Anda buat. Atau kalau Anda mau Anda pun bisa menulis sebuah tulisan di dalam sebuah buku khusus atau di blog milik Anda, anggap saja itu sebuah “diary’ Anda. Ini sudah sangat memadai. Anda dapat melakukan apa pun yang positif sekehendak hati Anda. Anda mesti ingat bahwa kebahagiaan itu bukan semata-mata milik mereka yang memiliki keahlian tertentu. Siapa pun layak bahagia, begitu pun Anda dan semua itu bergantung pada diri Anda dan rasa percaya diri yang Anda miliki terhadap kebahagiaan itu sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;Jadi, sekali lagi jangan Anda “terikat” oleh masa lalu Anda, Anda tidak bisa disalahkan karena Anda punya masa lalu yang buruk, tetapi Anda bisa berada di dasar sumur yang teramat dalam, gelap dan pekat karena Anda “terbelenggu” oleh masa lalu Anda, baik itu masa-masa lalu Anda yang indah mau pun yang sebaliknya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;BELAJAR DARI MASA LALU&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;Bagaimana pun, mengingat masa lalu adalah baik dan penting sejauh masa lalu itu kita jadikan pelajaran. Masa lalu kita, sejarah orang-orang terdahulu dan catatan-catatan memoar orang-orang besar maupun para dikatator bisa menjadi pelajaran yang hebat bagi kita, karena kita bisa menjadikannya sebagai indikator atas tindakan-tindakan kita saat ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;“&lt;em&gt;Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi &lt;strong&gt;penerangan&lt;/strong&gt;, dan contoh-contoh dari &lt;strong&gt;orang-orang yang terdahulu&lt;/strong&gt; sebelum kamu dan &lt;strong&gt;pelajaran&lt;/strong&gt; bagi orang-orang yang bertakwa.”&lt;/em&gt; (QS Al-Nûr [24]:34)&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;Dari masa lalu dan sejarahlah kita bisa belajar untuk berbuat lebih baik, dan bertindak lebih benar dan lebih tepat. &lt;strong&gt;Oleh karena itu alangkah aneh jika ada sebagian orang yang sedemikian alergi dengan sejarahnya sendiri?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;Imam Ali as berkata, “Anda tidak perlu bereksprimen dengan berbuat jahat kemudian melihat apa yang diakibatkan oleh perbuatan jahat Anda, tetapi cukup Anda amati sejarah, dan Anda lihat apa yang terjadi atas orang-orang jahat pada masa lalu karena perbuatan mereka itu!”&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;Memang butuh kejujuran dan hati nurani yang bersih untuk melihat diri kita sendiri pada kejadian-kejadian masa lalu yang pernah kita perbuat, perlu kelapangan dada untuk melihat sejarah yang dilakukan oleh nenek moyang kita atau oleh orang-orang yang kita cintai. Tanpa itu semua sejarah cuma tinggal cerita atau bahkan dongeng, atau barangkali kita lebih senang dengan dongeng-dongeng ketimbang sejarah?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;Sejarah atau masa lalu bisa menjadi pelajaran dan peringatan bagi kita jika kita mau melihatnya secara jujur, jernih dan terbuka. Tanpa semua itu kita hanya akan menjadikan sejarah sebagai reruntuhan atau serpihan dari kerja keras para sejarawan yang telah berupaya menulis ribuan buku demi orang-orang di masa mendatang. Padahal&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;Allah ‘Azza wa Jalla juga berfirman, “&lt;em&gt;Maka Kami jadikan yang demikian itu &lt;strong&gt;peringatan&lt;/strong&gt; bagi &lt;strong&gt;orang-orang di masa itu&lt;/strong&gt;, dan bagi &lt;strong&gt;mereka yang datang kemudian&lt;/strong&gt;, serta menjadi &lt;strong&gt;pelajaran&lt;/strong&gt; bagi orang-orang yang bertakwa”&lt;/em&gt; (QS Al-Baqarah [2]:66)&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;Jika kita menganggap orang-orang terdahulu atau orang-orang yang bersama Rasulullah tidak pernah melakukan kesalahan, maka kita tak pernah dapat belajar dari apa yang terjadi di masa itu. Semua akan sia-sia dan ayat-ayat Tuhan seperti di atas itu takkan pernah punya manfaat sedikit pun!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;Albert Einstein&lt;em&gt; &lt;/em&gt;mengatakan,”&lt;em&gt;Learn from yesterday, live for today, hope for tomorrow. The important thing is not to stop questioning.” &lt;/em&gt; Belajarlah dari masa lalu, hiduplah untuk hari ini dan berharaplah untuk masa datang”&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;Hiduplah untuk saat ini, untuk hari ini, untuk detik ini. Jalani tugas-tugas Anda dengan benar, penuhi tanggung jawab Anda, dan isilah hidup Anda dengan harapan, bahwa esok Anda akan mendapatkan hal-hal yang jauh lebih baik ketimbang sekarang.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;Harapan Anda takkan terwujud jika Anda tidak pernah melihat masa lalu Anda atau sejarah sebagai sebuah PELAJARAN. Jika Anda tidak belajar dari masa lalu Anda atau sejarah, Anda tidak akan pernah tahu apa saja kesalahan Anda, apa saja kesalahan orang-orang terdahulu dan apa yang mesti Anda perbaiki untuk mengubahnya agar menjadi lebih baik. Jika Anda tahu apa saja yang salah di masa lalu, niscaya Anda dapat memperbaikinya saat ini, dan jika Anda tahu apa saja yang benar yang telah Anda lakukan pada masa lalu, maka saat ini Anda bisa berbuat yang jauh lebih baik dan lebih benar. Jika ini sudah Anda lakukan Anda layak berharap hari-hari esok Anda akan bersinar lebih terang dan lebih cerah!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;em&gt;Allahumma shalli ‘ala Muhammadin wa aali Muhammad!&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber : qitori&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;                                                                              &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;                                                                              &lt;div&gt; &lt;/div&gt;                                                                               &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" face="arial" size="3"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-8025118114754270613?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/8025118114754270613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/05/sufizone-anda-layak-bahagia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/8025118114754270613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/8025118114754270613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/05/sufizone-anda-layak-bahagia.html' title='sufizone : Anda Layak Bahagia'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-3114003769663116026</id><published>2010-05-31T12:24:00.000+07:00</published><updated>2010-05-31T12:31:09.558+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Artikel 2'/><title type='text'>sufizone : Apa Yang Kita Cari didalam Do’a-Do’a Kita?</title><content type='html'>&lt;em class="info"&gt; 				&lt;/em&gt; 			   	&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;a title="doa.jpg" href="http://qitori.files.wordpress.com/2007/09/doa.jpg"&gt;&lt;img src="http://qitori.files.wordpress.com/2007/09/doa.thumbnail.jpg?w=460" alt="doa.jpg" align="left"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Quito&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt; R. Motinggo&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Akar kata &lt;em&gt;du’a&lt;/em&gt; adalah &lt;em&gt;da’a&lt;/em&gt;, yang berarti memanggil atau menyeru. Anda hanya dapat memanggil jika ada yang tak dapat dipisahkan dari dalam diri Anda, suatu energi yang akan menyempurnakan sebuah jawaban. Dari mana suatu pertanyaan datang, dari sana pula jawaban akan tiba. Yang memanggil sedang menyerukan satu kesatuan. Ia bisa memanggil karena ia mempunyai suatu energi di dalam dirinya dalam bentuk kehidupan yang merupakan sumber hasrat dari arah panggilan itu. Apa yang sedang Anda serukan berakar di dalam apa yang Anda panggil. Lewat pengalaman, seseorang menyadari, bahwa Anda hanya dapat meminta (berdoa) akan sesuatu yang Anda tahu dapat dicapai. Ini merupakan pengembangan fakultas intelek atau akal.&lt;/span&gt;&lt;span id="more-74"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Di dalam bahasa ‘Arab, &lt;em&gt;‘aql&lt;/em&gt; berarti  ikatan atau tambatan. &lt;em&gt;‘Aql&lt;/em&gt; adalah fakultas dari pemikiran yang dapat dikembangkan jika di sana ada sebuah ikatan atau tambatan, jika di sana ada ‘&lt;em&gt;iqal. &lt;/em&gt;Hal ini merupakan bagian dari kultur orang-orang &lt;em&gt;nomaden &lt;/em&gt;(yang tidak tinggal menetap di suatu tempat) untuk membuat seekor unta duduk. Sebaliknya, jika Anda tidak bisa menundukkannya, maka Anda tidak akan bisa menaruh berbagai barang di atas punggungnya. &lt;em&gt;‘ Iqal&lt;/em&gt; adalah tali pengikat yang mereka ikatkan pada kaki depan unta itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Jika seseorang memindahkan arah ini, ia akan menyadari bahwa ia tidak bisa membuat suatu permohonan, ia tidak bisa meminta apapun kecuali jika permohonannya itu dapat dicapai. Orang bodoh akan meminta sesuatu yang mustahil. Itulah romantisisme, mabuk, atau bahkan teracuni. Suatu titik dicapai di mana permohonan menjadi sangat pribadi, sedemikian subyektif, sangat batini, bahwa semua doa dapat terkabul, terbuka dan menerangi batin yang terdalam dari hati seseorang. Itu adalah doa yang terakhir. Suatu doa tidak hanya dilakukan untuk meningkatkan bagian luar melainkan diteruskan menuju ke peningkatan batin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Jika sesorang biasa membuat suatu permohonan yang tulus untuk sebuah rumah yang lebih baik, niat baiknya itu akan mewujudkan sebuah rumah yang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Niat itu suatu waktu akan menemukan sebuah jalan untuk mewujud menjadi kenyataan, termanifestasi di dunia materi dalam perolehan pengetahuan untuk mendapatkan sebuah rumah. Jika harapan itu tidak layak dengan hukum-hukum yang menentukan keberadaan, maka hal tersebut mesti dapat disadari orang tersebut. Dengan harapannya tersebut, ia akan menyingkap dirinya sendirinya, yang berarti perolehan dari apa yang tengah ia pinta. Mengenai hal ini Al-Quran sudah sangat jelas. Harus ada makna untuk berbagai hal-hal yang terjadi ini. Maryam as (ibunda Isa al-Masih as) sendiri harus lebih dulu mengguncang pohon kurma, karena buah kurma tidak akan jatuh tanpa ia guncangkan terlebih dulu.&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;*]&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kita harus melakukan sesuatu untuk rezeki kita (makanan atau minuman bergizi) agar ia juga datang kepada kita. Hal ini merupakan efisiensi maksimum ketika Anda mengetahui dengan tepat bagaimana cara melakukan hal itu dan ketika Anda melakukannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kesadaran seseorang atas harapannya mulai muncul dalam suatu kenyataan dan bergerak ke sesuatu yang subtil. Tidak ada salahnya dengan hal itu;Jika Anda menginginkan seorang teman dan Anda mempunyai suatu gagasan seperti apa teman yang Anda inginkan, maka Anda akan mencari-cari orang tersebut sampai Anda menemukan teman yang cocok. Ini merupakan janji yang alami. Kita dididik dalam hidup ini untuk memenuhi janji tersebut, dan kita belum memenuhinya. Kita sendiri yang menciptakan di dalam diri kita sendiri ketakterpenuhan itu. Kita terus-menerus berusaha untuk mengisi lubang di jalan yang kita gali dalam hati kita sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Doa dimulai dengan nyata dan diakhiri dalam kesunyian sebelum fajar (shalat subuh) pada akhir malam. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kita semua menginginkan lingkungan yang tepat di mana kita dapat bekerja dengan baik. Kita semua menginginkan jaminan keselamatan agar dapat memikirkan dan mempertimbangkan penyebab dan pengaruhnya di dalam “laboratorium” kita yang kecil di dalam kehidupan kita ini. Kita semua menginginkan perlindungan “luar” agar dapat bergerak di “dalam” untuk menemukan makna di balik yang termanifestasi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Doa dimulai dengan tuntutan luar. Kita menginginkan suatu suasana hati di mana “temperatur” tidak turun naik (&lt;em&gt;fluctuate&lt;/em&gt;) terlalu tajam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;a title="Excerpt2" name="Excerpt2"&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;Semakin Anda puas akan kebutuhan dasar manusia, maka Anda akan semakin dapat bergerak ke arah unsur-unsur yang subtil (halus), sampai di suatu titik, di mana bahasa tidak lagi dapat mengungkapkannya, dan di sanalah terjadi keterjagaan pengenalan bahwa tidak ada lagi “dua”. Itulah pemenuhan yang terakhir. &lt;/strong&gt;Kemudian ia mendorong untuk kembali ke kehidupan dengan kepercayaan penuh yang disebutnya sebagai diri (&lt;strong&gt;&lt;em&gt;nafs&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;) yang hanya merupakan keberadaan sekunder.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kita semua adalah binatang secara biologis, namun begitu Anda dapat merasakan kenikmatan yang sejati, yang tidak lain adalah membantu orang-orang yang membutuhkan pertolongan dan melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Jika kita tidak melakukan hal itu, maka kita akan menjadi galian lubang yang hanya akan memunculkan rasa tidak damai di dalam hati kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;Jika benar kedamaian hati bukan sifat alami kita yang nyata, mengapa kita mencari-carinya? Jika kebahagiaan bukan realitas kita, mengapa kita mendambakannya? &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;Jika kedamaian bukan sifat alami kita yang nyata, kenapa kita mencarinya?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Jika hubungan timbal balik dan pengetahuan hubungan timbal balik dari segalanya tidak siap ditanamkan di dalam tingkatan sub-genetik kita, kenapa kita berusaha untuk memahami ciptaan yang besar maupun yang kecil?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ini semua sudah &lt;em&gt;inherent&lt;/em&gt; (menjadi bawaan lahir) dalam diri kita dan tidak bisa dipisahkan. Semua mesti begitu, jika tidak, kita tidak akan “menyatu” (&lt;em&gt;unify&lt;/em&gt;) dengan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Seseorang yang mencari Allah, sebenarnya sedang memenuhi tuntutan alaminya. Ia mengatakan,”Aku ingin situasi yang lebih baik sedemikian sehingga aku dapat merenungkan dan menemukan.” Tetapi seringkali ia berhenti di situ. Sekali waktu rumah (yang didambakan) itu diperoleh, itu menjadi obyek pemujaan. Anda sering menemukan bahwa manusia itu bebas sebelum ia memperoleh kepemilikan tetapi sekali waktu mereka mempunyai sepotong dunia yang mereka tergoda olehnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Warisan Islam yang diajarkan oleh Imam Ja’far as bisa kita temukan pada doa, karena ia mempersatukan kita di dalam keinginan untuk meningkatkan sumber kita yang menyebabkan kita melakukan tindakan. Doa menyebabkan peningkatan motivasi-motivasi dasar kita. Doa juga mengangkat kita lebih tinggi dan semakin tinggi. Seseorang yang mengenali batasan-batasan yang ‘dipaksakan’ secara inheren di dalam berbagai sistem.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Suatu waktu batasan-batasan itu dapat dikenali, di mana tidak ada lagi kekecewaan. Hanya ada satu janji bagi kita untuk bisa bertahan hidup lebih dari satu jangka waktu tertentu. Itu semua bergantung kepada kita untuk memenuhi janji kita. Hal ini merupakan wawancara ke dalam di mana kita harus masuk, meninggalkan berbagai hal yang kita ciptakan dan kita anggap penting. Mereka membedakan seseorang dengan orang lain dan dari hari ke hari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;a title="Excerpt3" name="Excerpt3"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;Manusia terperangkap dalam perubahan waktu yang terus menerus, padahal dia berakar di nirwaktu; Itulah sebabnya kita senantiasa membayangkan sebuah cinta yang abadi namun dengan cara yang salah. Kita mencari makanan yang dapat membuat hidup kita lebih panjang, bukan mencari tahu penyebab sesungguhnya dan sumber kehidupan yang berada di luar waktu (&lt;em&gt;beyond time&lt;/em&gt;).&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Inilah yang sebenarnya dimohonkan (oleh manusia). Inilah yang membantu doa menjadi kenyataan, yang secara rutin, seorang buruh tani memperoleh alat cangkul yang lebih baik, sebidang tanah, atau bahkan seorang isteri. Hal ini juga membantu orang yang lebih dalam inteleknya untuk mencari makna di balik yang ‘tak bermakna’.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Itulah yang disebut “&lt;em&gt;shirat al-mustaqim&lt;/em&gt;.” Inilah yang merupakan sebuah garis, yang jika kita lihat dari titik permulaan, menjadi sejumlah titik-titik tanpa batas yang berlapis-lapis di atas titik-titik lainnya tetapi terjadi dari satu titik, dan satu titik itulah Sang Realitas!. Itulah satu titik yang tiada lagi titik di baliknya. Dan titik itulah manusia. Ia merupakan suatu tanda bukti tentangnya. Ia berisi makna tentang penyebab keberadaannya dan pengaruhnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Allah, &lt;em&gt;subhana wa ta’ala&lt;/em&gt; berfirman,”Langit dan bumi tak mampu “memenuhi”-Ku, tetapi hati seorang beriman dapat “memenuhi”-Ku.” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dia juga berfirman dalam Hadits Qudsi lainnya: &lt;em&gt;“Aku adalah khazanah tersembunyi dan Aku ingin dikenal, karena itulah Aku mencipta”&lt;/em&gt;. Itulah proses bagaimana dualitas terjadi. Kesadaran diri dari keduanya pun dimulai dan berakhir dengan peleburan ke dalam Yang Satu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;Laa hawla wa laa quwwata illa billah&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;___________________________________________________________________________&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sumber : &lt;strong&gt;Discourse on Du’a by Shaykh Fadhlallah Haeri&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Catatan kaki&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;*] Al-Qur’an Surah Maryam ayat 25&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber : qitori&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;                                                                             &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;                                                                             &lt;div&gt; &lt;/div&gt;                                                                              &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" face="arial" size="3"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-3114003769663116026?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/3114003769663116026/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/05/sufizone-apa-yang-kita-cari-didalam-doa_31.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/3114003769663116026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/3114003769663116026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/05/sufizone-apa-yang-kita-cari-didalam-doa_31.html' title='sufizone : Apa Yang Kita Cari didalam Do’a-Do’a Kita?'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-560301920512739835</id><published>2010-05-31T12:23:00.000+07:00</published><updated>2010-05-31T12:31:09.571+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Artikel 2'/><title type='text'>sufizone : 10 Penghalang Manusia dari Kebenaran</title><content type='html'>&lt;em class="info"&gt; 				&lt;/em&gt; 			   	&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ada banyak faktor yang menyebabkan manusia terhalang dari kebenaran. Umumnya, faktor internal-lah yang lebih dominan mempengaruhi manusia ketimbang faktor eksternal. Semua faktor-faktor penghalang itu saya ringkas menjadi 10.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;1. MENGANDALKAN PERSANGKAAN DARIPADA PENGETAHUAN DAN KEPASTIAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sebagian besar manusia di dunia ini menganut ajaran agamanya berdasarkan perolehan dari orangtuanya, lingkungannya dan guru-guru di sekolahnya. Mereka menerima agama yang mereka anut seperti sebuah warisan turun menurun, dari ayahnya, dari kakeknya dan seterusnya. Warisan keagamaan ini pun diperkuat dengan lingkungan yang homogen, seperti kita yang tinggal di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam tentulah memiliki lingkungan yang lebih banyak menganut agama Islam ketimbang agama yang lain. Atau di Amerika Serikat yang penduduknya mayoritas beragama Kristen tentulah memiliki lingkungan yang lebih banyak beragama Kristen ketimbang yang lain. Sehingga ajaran-ajaran yang disampaikan oleh guru-guru mereka di sekolah pun jelas-jelas semakin memperkuat kepercayaan yang sudah ada itu. Namun begitu tidak sedikit orang yang mempertanyakan kebenaran agama atau keyakinan yang selama ini mereka anut. Cukup banyak warga AS yang beralih menganut agama Islam setelah merasa tidak puas dengan agama yang mereka anut. Mereka menemukan banyak kejanggalan dan hal-hal yang bertentangan dengan nalar dan rasio mereka di dalam agama yang mereka anut selama ini sehingga mereka mencoba menyelidiki agama-agama lainnya sebagai agama alternatif yang ingin mereka jadikan sebagai keyakinan dan jalan hidup mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Bagaimana pun, tidak bisa dipungkiri bahwa jumlah orang-orang seperti ini jauh lebih sedikit ketimbang orang-orang yang hanya pasrah (taqlid buta) menerima keyakinan yang telah diperolehnya dari orangtua dan nenek moyang mereka. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;Dan apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak mendapat petunjuk?”&lt;/em&gt; (Al-Quran Surah Al-Maidah [5] ayat 104)&lt;/span&gt;&lt;span id="more-80"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kebanyakan manusia lebih mengandalkan persangkaan ketimbang pengetahuan yang bisa dipertanggung jawabkan. Tidak sedikit orang yang enggan menerima &lt;em&gt;hujjah&lt;/em&gt; atau argumen yang secara umum sebenarnya sudah disepakati bersama. Namun dengan cara yang aneh dan ganjil orang-orang tersebut tidak menerima argumen yang diajukan dan tetap bertahan pada persangkaan dan asumsinya semula, sehingga orang-orang seperti ini terjauhkan dari kebenaran. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;Dan &lt;strong&gt;kebanyakan mereka&lt;/strong&gt; (aktsarahum) tidak mengikuti kecuali persangkaan belaka. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran.”&lt;/em&gt; (QS Yunus [10] ayat 36)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;2. MENGIKUTI HASRAT HAWA NAFSU DAN BIAS PRIBADI&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kebanyakan manusia juga cenderung bersikukuh dengan pendapat dan keyakinannya hanya lantaran mengikuti hawa nafsu dan bias pribadi saja. Misalnya, jika disodorkan sebuah argumen atau dalil yang jelas dan kuat, maka secara spontan dia langsung menolaknya tanpa mau menyimak apalagi meneliti dalil tersebut karena rasa gengsi atau adanya prasangka buruk terhadap bentuk keyakinan yang disodorkan kepadanya. Padahal, seharusnya ia &lt;em&gt;terus menerus &lt;/em&gt;memelihara sikap tidak memihak ketika memikirkan sesuatu, yakni mesti mencoba secara sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran semata-mata dan mengakui bukti-bukti yang otentik. Hal ini juga bisa dicomtohkan dengan seorang hakim ketika ia menyelidiki suatu kasus; ia tidak boleh memihak kepada pihak mana pun yang terlibat dalam perselisihan. Jika sedikit saja hakim memiliki bias dan kecondongan pribadi kepada salah satu pihak maka secara tidak sadar mau pun sadar, ia akan tertarik kepada bukti-bukti yang menguatkan pihak yang ia bias kepadanya dan ia menjadi tidak lagi mampu melihat bukti-bukti pihak yang lainnya, dan hal inilah yang membuat keputusan hakim menjadi keliru dan tidak adil. Hawa nafsu telah mempengaruhi pikirannya sehingga ketika ia mengambil keputusan pun pastilah didasarkan oleh selera bukan lagi dengan logika yang jernih. Hawa nafsu yang telah menguasai hati lambat-laun membuat hati menjadi terbutakan. Yang benar menjadi salah, dan yang salah menjadi benar, yang baik menjadi buruk dan yang buruk menjadi baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran.” &lt;/em&gt;(Al-Quran Surah Al-Nisaa [4] ayat 135)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka.” (QS Al-Najm [53]:23)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;3&lt;/span&gt;. MENGIKUTI KEBANYAKAN MANUSIA.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Masih banyak sekali orang yang menjadikan jumlah atau kuantitas sebagai tolok ukur kebenaran. Pada masa sekarang ini pemikiran &lt;em&gt;demokrasi &lt;/em&gt;yang berdasarkan perhitungan mayoritas telah menjadi anutan masyarakat manusia termasuk Indonesia. Bagaimana pun demokrasi yang tidak dipimpin oleh kepemimpinan yang bersih dan penuh ketaqwaan hanya akan menghasilkan penyimpangan demi penyimpangan. Inilah yang terjadi di negeri kita. Coba siapa yang bisa menegur anggota DPR atau MPR jika mereka melakukan kesalahan? Lembaga ini sudah menjadi lembaga tertinggi di Indonesia, jadi tidak seorang pun yang bisa menegur mereka. Hal seperti ini pula yang menjadi batu sandungan manusia untuk mencapai kebenaran. Karena jika kita mengambil suara terbanyak dari sekelompok masyarakat, maka suara yang terbanyak dari mereka adalah suara orang-orang yang bodoh ketimbang orang-orang yang pandai. Kita semua tahu bahwa orang yang pandai jauh lebih sedikit ketimbang orang yang bodoh. Akibatnya suara orang-orang yang bodohlah yang&lt;em&gt; &lt;/em&gt;menjadi ukuran kebenaran. Inilah demokrasi Barat yang sedang diterapkan pada bangsa kita! Contoh lainnya adalah jika kita menghitung jumlah penganut agama terbanyak di dunia ini pastilah agama Kristen; lalu apakah kita bisa menyimpulkan bahwa agama inilah yang merupakan agama yang benar, karena penganutnya merupakan mayoritas penduduk dunia? Naif sekali bukan? &lt;em&gt;“Dan jika kamu menuruti &lt;strong&gt;kebanyakan (aktsar) &lt;/strong&gt;orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka menyesatkanmu dari jalan Allah” &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(Al-Quran Surah al_An’am [6] ayat 116)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;4. PEMUJAAN TERHADAP HERO ATAU IDOLA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Betapa banyak orang yang terbutakan dari kebenaran dikarenakan pemujaan mereka terhadap idola atau pahlawannya. Di dalam catatan sejarah Islam misalnya, ketika Imam Ali as dan pengikutnya berhadapan untuk bertempur melawan Thalhah, Zubair dan Ummul Mukminin Aisyah, beberapa pengikut Imam Ali as terlihat gelisah, sehingga salah seorang di antara mereka bertanya kepada Imam Ali as, “Wahai Amirul Mu’minin, mungkinkah Thalhah, Zubair, serta Aisyah bergabung dalam kesesatan? Bagaimana mungkin pribadi-pribadi besar ini, yang merupakan para sahabat Nabi dan isteri Nabi dapat bergabung (bersepakat) dalam kesesatan?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dengan lugas dan mantap Imam Ali as berkata kepada sahabatnya yang berada dalam keraguan itu, “Engkau telah tertipu! Kebenaran telah menjadi kekeliruan bagimu. Ketahuilah, kebenaran dan kebatilan tidak bisa diketahui dengan menjadikan kekuatan dan pribadi-pribadi individu sebagai tolok ukurnya. Tidak benar apabila mula-mula engkau menakar pribadi-pribadi lalu kemudian menimbang kebenaran dan kebatilan menurut ukuran ini. Tidak! Individu atau pribadi-pribadi tidak boleh dijadikan tolok ukur kebenaran dan kepalsuan. Kebenaran dan kebatilanlah yang menjadi tolok ukur bagi para individu dan pribadi-ribadi!” (Murtadha Muthahhari, Ali Bin Abi Thalib Di hadapan Kawan Dan Lawan, hal. 70-­71)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Seseorang yang sedemikian memuja-muja seorang tokoh kemerdekaan misalnya, tidak rela jika tokohnya tersebut dikritik, padahal sang tokoh bukanlah seseorang yang bebas dari dosa dan kesalahan. Sampai-sampai ada yang sedemikian fanatik terhadap tokoh tersebut menjadikan seluruh kata-kata dan tindakan sang tokoh sebagai tolok-ukur kebenaran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pertama-tama kenalilah kebenaran terlebih dahulu, baru setelah itu Anda bisa menilai si A atau si B melakukan tindakan yang benar atau salah berdasarkan tolok-ukur kebenaran yang telah Anda pahami sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;“&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;Dan mereka berkata : “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin kami dan pembesar-­pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar)” &lt;/em&gt;(Al-Quran Surah Al-Ahzab [33] ayat 67)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;5. PENGETAHUAN ATAU INFORMASI YANG TIDAK LENGKAP&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pengetahuan atau data informasi yang tidak lengkap mengakibatkan kebenaran menjadi tidak lagi utuh. Saya akan memberikan sebuah contoh yang cukup relevan. Sudah banyak orang yang mengetahui hadits yang redaksinya : &lt;em&gt;“Sesungguhnya aku telah meninggalkan bagi kalian apa-apa yang jika kalian berpegang teguh kepadanya maka kamu tidak akan sesat selama-lamanya, yaitu : Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya.&lt;/em&gt;” (Hadits Riwayat Hakim dan Malik di dalam al-Muwatha-nya) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Saya tidak mengabaikan hadits di atas ini namun mengapa banyak ulama yang entah sengaja atau tidak sengaja tidak menyampaikan hadits lainnya yang hampir serupa, padahal hadis ini diriwayatkan oleh Muslim, perawi yang sangat populer di kalangan Ahlus Sunnah seperti di Indonesia, yang hadis ini diriwayatkan dari Zaid bin Arqam, katanya : “Rasulullah Saw berdiri dan berkhutbah di hadapan kami dekat suatu sumur air yang dinamakan Khum, antara Makkah dan Madinah. Lalu beliau memuji dan menyanjung Allah, memberikan pelajaran dan peringatan. Kemudian beliau mengucapkan : &lt;em&gt;“Adapun kemudian dari itu ketahuilah, hai orang banyak, sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia yang sudah dekat datang Utusan Tuhanku (Malaikat Maut) dan nanti akan kuperkenankan. Aku meninggalkan untuk kamu dua yang berharga (Al-Tsaqalayn) yang pertama : Kitab Allah yang di dalamnya bimbingan dan cahaya terang. Sebab itu ambillah Kitab Allah dan berpegang teguhlah kepadanya! Beliau menganjurkan agar berpegang teguh dengan Kitab Allah dan menumbuhkan keinginan (untuk mengamalkannya).&lt;/em&gt; Kemudian beliau bersabda : &lt;em&gt;“(Dan yang kedua) &lt;strong&gt;Ahlul Bait-ku&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;aku ingatkan kalian tentang Ahlul Bait-ku ini, aku ingatkan kalian tentang Ahlul Bait-ku ini!&lt;/strong&gt;”&lt;/em&gt; (Shahih Muslim, Kitab Fadhail al-Shahabah, hadits no. 5920). &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;1]&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; Aneh bukan? Hadits ini jarang dikumandangkan di dalam dakwah-dakwah mereka. Padahal jika kita lihat kebiasaan kaum Muslim pada umumnya, mereka lebih mengutamakan hadits Bukhari dan Muslim, ketimbang hadits lainnya, tapi di dalam hal ini mengapa mereka mengabaikannya?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Itulah sebabnya perlu penelitian dan kelengkapan informasi agar kebenaran dapat kita terima seutuhnya, tidak sepenggal-sepenggal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;“&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;Yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna (lengkap) padahal belum datang kepada mereka penjelasannya”&lt;/em&gt; (QS Yunus [10] ayat 39)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;6. MENGIKUTI TRADISI DAN TEROBSESI MASA LAMPAU&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Tradisi cenderung dijadikan sebuah petunjuk yang memandu alam bawah sadar kebanyakan manusia. Hal ini karena sebuah tradisi ditanamkan secara sistematis dan terus-menerus ke dalam pikiran kita. Pada masa Bani Umayyah, sebuah dogma sesat telah ditanamkan Mu’awiyyah kepada umat Islam. Setiap khutbah Jumat, para khatib Jum’at diwajibkan untuk MENGUTUK SAYYIDINA ALI BIN ABI THALIB. Siapa pun yang menolak perintah ini ia akan dihukum mati. Dan sahabat Nabi, Hujur bin ‘Adi, menjadi martir pertama karena menolak dan menentang perintah pengutukan itu. Dan banyak lagi sahabat setia Imam Ali as yang dihukum mati karena menolak mengutuk kekasih Nabi, Ali bin Abi Thalib. Kebencian yang ditanamkan terhadap pribadi mulia ini sedemikian sistematis sehingga tak seorang pun berani menamakan anak mereka dengan nama-nama Ahlul Bait seperti: Ali, Hasan, atau pun Husayn. Tradisi ini terus berlanjut sampai-sampai tak seorang pun di Siria (Damaskus) yang mengenal siapa itu Ahlul Bait Nabi. Setelah masa pemerintahan Umar bin Abdul Azis, tradisi pengutukan ini dihentikan. Dengan kebijakan dan keberaniannya, Umar bin Abdul Azis menghapus tradisi pengutukan ini. Namun karena itu pula Umar bin Abdul Azis dibunuh oleh keluarga terdekatnya sendiri. Dia hanya berkuasa tidak sampai 2 tahun. (Baca : KH. Firdaus AN, Umar bin Abdul Azis)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kebanyakan manusia menerima suatu keyakinan dari generasi ke generasi tanpa mempertimbangkannya dengan akal sehat dan pemikiran yang kritis. Mereka cenderung menerima keyakinan tersebut tanpa mau menyelidiki kebenaran doktrin atau ajaran yang mereka terima secara turun temurun ini. Kepercayaan-kepercayaan dan gagasan dari para leluhur dan orang tua mereka terima tanpa pertimbangan akal dan pikiran yang sehat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;“&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;Maka apakah mereka tidak &lt;strong&gt;memperhatikan&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;perkataan&lt;/strong&gt;, atau apakah telah datang kepada mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka dahulu?”&lt;/em&gt; (QS 23 :68)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;7. KETERGESA-GESAAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Membuat penilaian dan komentar membutuhkan sejumlah bukti. Namun pada saat terdesak ataupun terjepit padahal bukti belum lagi mencukupi, sebagian besar manusia sering mengambil keputusan secara tergesa-gesa yang mengakibatkan timbulnya kesalahan fatal. Bagaimana pun ketergesa-gesaan adalah salah satu penyebab timbulnya ketidak cermatan dan ketidak telitian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;“&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;Karena sesungguhnya mereka mendapati bapak-bapak mereka dalam keadaan sesat. Lalu mereka sangat tergesa-gesa mengikuti jejak orang-orang tua mereka itu.”&lt;/em&gt; (QS 37 : 69-70)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.33in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;8. KEBENCIAN ATAUPUN KECINTAAN YANG BERLEBIHAN ATAU FANATIK BUTA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kebencian maupun kecintaan yang berlebihan	dapat	mengakibatkan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Rasulullah saw bersabda, &lt;em&gt;“Cintamu kepada sesuatu membutakan dan menulikanmu.”&lt;/em&gt; (Bihar al-Anwar 77: 164)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kecintaan atau pun kebencian yang tak berdasar dapat membutakan mata hati kita. Perasaan cinta atau benci yang tidak diimbangi dengan pemikiran yang rasional dapat menimbulkan apa yang disebut fanatik buta!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Di dalam sejarah Islam, kelompok Khawarij termasuk orang-orang seperti ini. Jika Anda yang hanya melihat simbol-simbol seperti: tanda hitam di kening, atau wajah yang terlihat sayu karena banyak shalat malam dan puasa di siang hari, misalnya, Anda pasti akan terkecoh dan kagum terhadap tampilan luar kaum Khawarij. Walaupun secara ritual mereka adalah orang-orang yang tampak shalih, tetapi pola berpikir mereka tidaklah sesuai dengan ajara-ajaran Nabi Saw. Mereka bahkan secara terang-terangan mengkafirkan Imam Ali as dan dengan sadar melakukan pembunuhan terhadap beliau. Cara berpikir mereka sangatlah dangkal, cenderung mengkafirkan semua orang, membunuh dan menteror banyak kaum Muslim pada masa kekhalifahan Imam Ali. Mereka menganggap hanya pemahaman mereka sajalah yang benar. Seorang Imam Ali as tidak sedikit pun tertipu dan terkecoh dengan tampilan luar mereka yang seolah shalih. Ucapan-ucapan mereka bisa membuktikan bahwa mereka hanyalah orang-orang bodoh yang tidak mengerti sedikit pun, bahkan sesungguhnya fanatisme buta mereka justru menunjukkan keraguan mereka belaka. Imam Ali as menyindir kaum Khawarij yang sedemikian rajin shalat malam saat itu dengan mengatakan, &lt;em&gt;”Tidur dengan keyakinan itu lebih baik daripada shalat dengan keraguan”&lt;/em&gt; (Syarah Nahjul Balaghah Ibn Abil Hadid 18 : 253)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Robertson Davies mengatakan, “&lt;em&gt;Fanaticism is overcompensation for doubt&lt;/em&gt;.” – Fanatisme merupakan kompensasi berlebihan karena keraguan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sejarah telah mencatat kerusakkan yang dilakukan oleh orang-orang bodoh yang fanatik. Lihatlah apa yang terjadi di Irak. Kebodohan dan kebencian Al-Qaeda terhadap kaum Muslim Syi’ah membuat mereka rela melakukan BOM BUNUH DIRI sambil membantai ribuan kaum Muslim yang tak berdosa. Sejumlah aliran dana yang sangat besar telah disalurkan kepada kelompok bodoh dan gila ini demi menjaga keutuhan beberapa Imperium di Timur Tengah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Louis Kronenberger juga mengatakan, &lt;em&gt;“In the history of mankind, fanaticism has caused more harm than vice”&lt;/em&gt; – Di dalam sejarah manusia, fanatisme lebih mengakibatkan kerusakan (penganiayaan) ketimbang (sekadar) keburukan.&lt;em&gt;”&lt;/em&gt; Ketika orang-orang Zionis Israel membantai ribuan kaum Muslim di Palestina, kelompok dungu, Al-Qaeda ini pun dengan senang hati melakukan hal yang sama terhadap kaum Muslim di Irak. Apa yang membedakan mereka berdua? Tidak ada! Mereka sama saja, mereka berdua adalah anak-anak Setan Besar Amerika Serikat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;9. KESOMBONGAN, MERASA SUDAH CUKUP SEMPURNA DAN KETIDAKJUJURAN TERHADAP DIRI SENDIRI&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kesombongan dan kebenaran bak minyak dan air, keduanya takkan pernah dapat bersatu selamanya. Orang-orang yang sombong takkan pernah dapat melihat kebenaran walau pun bukti-bukti dan argumen yang dipaparkan sudah tak dapat dipungkiri lagi. Bahkan jika mereka bisa melihat pun, kesombongan merekalah yang menahan mereka untuk menerima kebenaran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;“&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;padahal hati mereka meyakini (kebenaran) nya”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(Al-Quran Surah al-Naml [27] : 14)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Itulah yang terjadi pada Fir’aun dan pengikutnya. Mereka mengetahui bahwa apa yang dibawa Musa dan Harun as adalah kebenaran yang nyata. Namun kezaliman dan kesombongan telah membuat mereka enggan menerimanya. Ada perasaan gengsi atau “malu” untuk menerima kebenaran sebagaimana adanya. Mereka khawatir bahwa jika mereka menerima kebenaran tersebut, maka martabat dan harga diri mereka bisa jatuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Diriwayatkan bahwa suatu malam, dua pemuka Quraisy: Abu Jahal dan Walid bin Mughirah melakukan tawaf sambil ngobrol membicarakan Muhammad Saw. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Abu Jahal 	: Demi Tuhan! Muhammad itu seorang jujur dan benar!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Walid 			: Hei darimana kau tahu!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Abu Jahal 	: Kita semua tahu, dari masa kanak-kanak sampai &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;remaja, kita mengenalnya sebagai seorang yang jujur &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;dan terpercaya. Lantas bagaimana mungkin setelah dia &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;dewasa dan akalnya sempurna, tiba-tiba dia menjadi &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;seorang pendusta dan pengkhianat?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Walid			: Lalu kenapa engkau tidak membenarkan dan beriman &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;kepadanya?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Abu Jahal 	: Apakah engkau ingin wanita-wanita Quraisy berkata : &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 1.24in; text-indent: -0.99in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Wah Abu Jahal telah tunduk dan menyerah kepada &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 1.24in; text-indent: -0.99in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Muhammad karena takut kalah? Demi Latta dan Uzza, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 1.24in; text-indent: -0.99in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;aku takkan mengikutinya! &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;2]&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sebagian orang lagi merasa sudah “pintar” atau sudah cukup merasa puas dengan pengetahuan atau informasi yang dimilikinya, sehingga mereka merasa tidak perlu lagi melakukan &lt;em&gt;review&lt;/em&gt; atas keyakinan yang mereka anut selama ini. Mereka juga mengabaikan kata hati nurani mereka. Inilah yang kita namakan KETIDAKJUJURAN TERHADAP DIRI SENDIRI. Kesombongan telah mencegah mereka untuk berlaku jujur terhadap diri mereka sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;“&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup” &lt;/em&gt;(QS 96: 6-7)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;10. KECINTAAN KEPADA DUNIA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kecintaan kepada harta, wanita, serta kedudukkan duniawi sering membuat seseorang berpaling dari kebenaran. Kecintaan yang berlebihan kepada dunia dapat membuat mata hati kita menjadi buta, spiritualitas kita padam, tanpa disadari kita telah mengabaikan nilai-nilai kebenaran dan kebaikan. Kita sudah mengetahui bahwa salah satu sebab kehancuran negeri ini disebabkan karena tindakan para pengkhianat bangsa, yaitu orang-orang yang mengkhianati bangsanya, saudaranya bahkan agama mereka sendiri. Apa yang mereka lakukan, seperti korupsi, kolusi dan nepotisme benar-benar disebabkan oleh kecintaan mereka kepada dunia yang sudah sedemikian kuat. Kecintaan kepada dunialah yang menyebabkan mereka mengabaikan semua makna keabadian, keindahan dan cinta yang murni. Orang-orang yang cinta kepada dunia beranggapan bahwa mereka bisa hidup abadi dengan “dunia” yang mereka cintai itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Imam Ali as berkata, &lt;em&gt;”Barangsiapa yang sedang merindukan sesuatu niscaya pandangannya menjadi rabun, dan hatinya menjadi sakit, karena ia melihat dengan pandangan yang tidak benar dan mendengar bukan dengan pendengaran yang sebenarnya. Karena sesungguhnya syahwat telah membingungkan akalnya, dan dunia telah mematikan hatinya, dan cinta telah menjadikan dirinya bingung dan susah, karena ia telah menjadi budak baginya”&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;3]&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Mereka bahkan bertindak lebih jauh, berusaha menghalangi orang lain yang ingin menghampiri kebenaran. Mereka menipu manusia, membuat kebenaran-kebenaran semu demi mengelabui banyak orang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;“&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;Dan kecelakaan bagi orang-orang yang ingkar karena siksaan yang sangat pedih, (yaitu) orang-orang yang lebih mencintai kehidupam dunia dari kehidupan akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan jalan Allah itu bengkok.”&lt;/em&gt; (QS Ibrahim [14]: 2-3)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;Laa hawal wa laa quwwata illa billah.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Catatan Kaki&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1. Hadits Al-Tsaqalayn bukan saja shahih, bahkan sudah sampai ke tingkat mutawatir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2. Ali Sadaqat, 50 Kisah Teladan, hlm. 138, Penerbit Qarina, 2005&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;* Sebagian besar sumber tulisan ini merujuk kepada tulisan Al-Syahid Murtadha Muthahhari, Manusia dan Agama, Penerbit Mizan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3. Muhammad Ridha al-Hakimi, Al-Hayah Jil. 1, hlm. 156, hadits no. 3; Nahjul Balaghah Syarah Muhammad Abduh 1 : 229, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber : qitori&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;                                                                            &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;                                                                            &lt;div&gt; &lt;/div&gt;                                                                             &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" face="arial" size="3"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-560301920512739835?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/560301920512739835/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/05/sufizone-10-penghalang-manusia-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/560301920512739835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/560301920512739835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/05/sufizone-10-penghalang-manusia-dari.html' title='sufizone : 10 Penghalang Manusia dari Kebenaran'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-6050008152657064158</id><published>2010-05-31T12:22:00.000+07:00</published><updated>2010-05-31T12:31:09.579+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Artikel 2'/><title type='text'>sufizone : Keadilan Sebagai Dasar Prinsip Moral</title><content type='html'>&lt;em class="info"&gt; 				&lt;/em&gt; 			   	&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;&lt;a title="keadilan.jpg" href="http://qitori.files.wordpress.com/2007/06/keadilan.jpg"&gt;&lt;img src="http://qitori.files.wordpress.com/2007/06/keadilan.thumbnail.jpg?w=460" alt="keadilan.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.5pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;Satrio Pinandito Motinggo&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 37.5pt; text-align: center; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;&lt;a title="Click for further information about this quotation" href="http://www.quotationspage.com/quote/23879.html"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;There are seven sins in the world: Wealth without work,&lt;br /&gt;Pleasure without conscience, Knowledge without character,&lt;br /&gt;Commerce without morality, Science without humanity,&lt;br /&gt;Worship without sacrifice and Politics without principle.&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;~ &lt;a href="http://www.quotationspage.com/quotes/Mahatma_Gandhi/"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;Mahatma Gandhi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;Ada tujuh dosa di dunia ini, kata Mahatma Gandhi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt; :&lt;br /&gt;1. Kekayaan tanpa kerja &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;2. Bersenang-senang tanpa sadar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;3. Pengetahuan tanpa karakter&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;4. Perdagangan tanpa moralitas&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;5. Sains tanpa kemanusiaan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;6. Ibadah tanpa pengorbanan dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;7. Politik tanpa dasar yang kuat.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="more-176"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak bermaksud ingin membahas ke tujuh dosa yang disebutkan oleh Penyeru Anti Kekerasan ini satu per satu. Tetapi kami hanya ingin menekankan bahwa di dalam setiap aspek kehidupan manusia, agama apa pun menekankan pentingnya moral untuk dijadikan basis di dalamnya. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;Karena agama berbeda-beda, maka prinsip-prinsip moral yang diajarkan pun berbeda-beda, namun pada saat yang sama hanya ada satu manusia, dan semua prinsip moral tersebut didasarkan pada prinsip lainnya yang menjadi dasar seluruh prinsip moral yang ada, yaitu keadilan. Dan ini bukan berarti keadilan pada prinsip atau asas dan pada peraturan serta undang-undang, tetapi bahwa hukum relijius itu satu dan benar, yaitu yang membangunkan kesadaran manusia. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;Karena jiwa manusia tersingkap sendiri, hukum ini semakin jelas baginya; apa yang adil dan yang tidak adil. Yang menarik tentang hal ini adalah mengenai seorang pencuri atau seorang yang tidak baik yang berbuat zalim kepada orang lain. Tetapi jika orang lain berbuat zalim atau tidak adil terhadapnya, niscaya ia akan berkata, ‘Dia telah berlaku tidak adil padaku.’ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;Hal ini menunjukkan bahwa ia pun mengenal keadilan. Bila ia sedang berurusan dengan orang lain, ia melupakannya, tetapi jika hal itu menimpa dirinya, ia pun menjadi sangat mengenal keadilan. Kita semua bertanggung jawab terhadap diri kita sesuai dengan hukum agama tersebut. Jika kita tidak memperhatikannya, maka secara alamiah berakibat menjadi tidak bahagia. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;Segala kesalahan maka hanya ada satu alasan : yaitu kita tidak mau mendengarkan diri kita sendiri. Oleh karena itu prinsip keadilan ini teramat penting sampai-sampai Allah SwT meletakkannya setelah prinsip Keesaan Tuhan. Di dalam al-Qur’an, Allah SwT berfirman,”&lt;em&gt;Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan!” &lt;/em&gt;[al-Qur’an Surat Ali Imran (3) ayat 18] atau ayat lainnya, Dia memerintahkan orang-orang yang beriman,”&lt;em&gt;Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kalian orang-orang yang benar-benar penegak keadilan!”&lt;/em&gt; [al-Qur’an Surat An-Nisa (4) ayat 135]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt; Plato sendiri konon pernah mengatakan,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;”Pengetahuan tanpa ruh keadilan lebih pantas disebut sebagai kelicikan ketimbang kearifan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;” (Wisdom of Ages)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt; Albert Pike juga mengatakan,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;”Kejahatan moral (moral evil) merupakan kebohongan dalam perbuatan sebagaimana kebohongan merupakan kejahatan dalam kata-kata. Ketidakadilan merupakan esensi dari kebohongan. Karena setiap kebohongan adalah ketidakadilan. Ketidak adilan atau kezaliman adalah kematian bagi keberadaan moral, sebagaimana kebohongan merupakan racun bagi intelijensia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;Bagaimana pun, keadilan merupakan dasar dari seluruh moralitas agama. Hanya agama-agama palsu saja yang mengabaikan pentingnya penegakan keadilan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;Namun sayangnya, akhir-akhir ini, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;masih &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;banyak orang yang menjadikan keadilan hanya sebagai propaganda atau sekadar slogan-slogan kosong tanpa aksi dan tanpa dasar ketulusan, sehingga semua itu berujung pada kebohongan pula. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;Oleh karena itu Horace mengatakan,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;”Kesetiaan (kepada kebenaran) adalah saudara perempuan keadilan!&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;” Mungkin yang dimaksud kesetiaan oleh Horace di sini adalah kejujuran terhadap diri sendiri, sehingga hanya orang-orang yang jujur terhadap diri mereka sendirilah yang bisa menegakkan keadilan dengan sebenar-benarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Hamid Algar&lt;/strong&gt;, di dalam &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;bukunya: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Islam and Revolution, A Warning to the Nation&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, menyebutkan bahwa Imam Khomeini (qs), pemimpin spiritual Islam dari Iran pernah mengatakan,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;”Apakah Anda tahu apa itu keadilan? Jika Anda tidak tahu, tanyakan pada akal Anda, karena tindakan yang didasarkan akal itu seumpama mata bagi seseorang”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;Catatan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;* Mohandas Karamchand Gandhi, 1869-1948, pemimpin nasional India, yang membentuk negerinya dengan revolusi anti kekerasan.&lt;br /&gt;** Episcopal bishop, James Albert Pike, 1809-1891, bekerja dengan pendiri&lt;span&gt; &lt;/span&gt;the Disciples of Christ dan tercatat di media Arthur A. Ford.&lt;br /&gt;*** Horace, seorang penyair dan satiris Romawi yang karya-karyanya menjadi masterpieces dalam sastra Latin Golden Age. Dia dilahirkan di Quintus Horatius Flaccus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber : qitori&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;                                                                          &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;                                                                          &lt;div&gt; &lt;/div&gt;                                                                           &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" face="arial" size="3"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-6050008152657064158?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/6050008152657064158/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/05/sufizone-keadilan-sebagai-dasar-prinsip.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/6050008152657064158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/6050008152657064158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/05/sufizone-keadilan-sebagai-dasar-prinsip.html' title='sufizone : Keadilan Sebagai Dasar Prinsip Moral'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-995058104661465958</id><published>2010-05-31T12:20:00.001+07:00</published><updated>2010-05-31T12:31:09.585+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Artikel 2'/><title type='text'>sufizone : Jangan Sekali-kali Memfitnah</title><content type='html'>&lt;em class="info"&gt; 				&lt;/em&gt; 			   	&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;&lt;a title="ilpleut1.jpg" href="http://qitori.files.wordpress.com/2007/07/ilpleut1.jpg"&gt;&lt;img src="http://qitori.files.wordpress.com/2007/07/ilpleut1.thumbnail.jpg?w=460" alt="ilpleut1.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a title="ilpleut1.jpg" href="http://qitori.files.wordpress.com/2007/07/ilpleut1.jpg"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;“&lt;em&gt;Hai orang-orang yang beriman,&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita,&lt;br /&gt;maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah&lt;br /&gt;kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya&lt;br /&gt;yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;” *)&lt;/span&gt;&lt;span id="more-178"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;Informasi adalah hal penting, namun yang lebih penting lagi adalah ketelitian di dalam memeriksa informasi apa pun yang datang kepada kita. Pada abad informasi ini, ketelitian menjadi salah satu prasyarat keabsahan suatu informasi. Sayangnya umat Islam sering mengabaikan faktor pemeriksaan yang teliti.&lt;br /&gt;“One must exercise proper deliberation, plan carefully before making a move.” &lt;em&gt;1]&lt;/em&gt; – &lt;em&gt;Seseorang harus mengadakan pertimbangan yang tepat, merencanakan dengan hati-hati sebelum membuat satu langkah&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;Walau hanya satu langkah saja, namun salah, Anda bisa terperosok ke jurag kehancuran. Apalagi jika langkah itu berhubungan dengan sebuah ikatan persahabtan, persuadaraan atau silaturrahim yang selama ini suadh terjalin indah.&lt;br /&gt;Semuanya bisa menjadi rusak dan hancur akibat hanya satu langkah, satu kata atau satu sikap yang tidak diperhitungkan dengan matang.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;Al-Quran dengan sangat bijak telah mengajarkan umat Islam untuk bersikap hati-hati, teliti dan penuh pertimbagan. Ayatullah Ja’far Subhani (semoga Allah senantiasa merahmatinya) mengomentari ayat tersebut : &lt;em&gt;“Membuat rumor (kabar angin) atau dusta atas orag lain merupakan salah satu dosa besar yang dapat terjadi di dalam suatu masyarakat dan kadang-kadang dapat mengancam nyawa orang lain atau suatu masyarakat. Tindakan ini juga dapat merusak kehormatan dan martabat seseorang sehingga dapat melumpuhkan hidup seseorang atau pun suatu masyarakat. Betapa sering informasi yang tidak berdasar dapat menyulut suatu peperangan antar dua masyarkat (negara) yang mengakibatkan kerugian besar dan derita tak terkita bagi kedua belah pihak.&lt;/em&gt;” &lt;em&gt;2]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;Untuk menghindari kejadian seperti ini terjadi, Islam telah memerintahkan kaum Muslim untuk tidak menggubris walau satu potong pun berita atau informasi dari orang-orang yang berpikiran kotor, busuk dan tak bermoral. Orang-orang seperti ini banyak beredar di sekitar kita. Betapa sering kita temui orang-orang yang berpakaian bagus dan bermulut manis, tetapi hati mereka sekotor sampah dan sebusuk bangkai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;Ja’far Subhani menambahkan, “&lt;em&gt;Di dalam beberapa isu penting yang berkaitan dengan agama dan suatu masyarakat di mana kehormatan dan martabatnya dipertaruhkan, kita telah diperintahkan untuk tidak mengambil saksi hanya dari SATU ORANG YANG ADIL DAN TERPERCAYA, sampai kita mendapatkan 3 ORANG lainnya yang juga ADIL DAN BERTAQWA untuk mendukung kesaksian orang pertama, baru kemudian kita dibolehkan menerima informasi tersebut. Jadi, kita mesti bisa memastikan bahwa pernyataan 3 orang tadi tepat sesuai dengan pernyataan orang pertama. Jika suatu kasus tidak sedemikian penting seperti kasus di atas, kita diperintahkan untuk memastikan bahwa informasi yang didapat paling tidak dari 2 orang yang adil (adil menurut pandangan Islam)&lt;/em&gt;.” &lt;em&gt;3]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;Islam juga menetapkan beberapa syarat atas orang yang menjadi saksi. Jika syarat ini tidak terpenuhi maka kesaksian (informasi) orang tersebut dianggap tidak bernilai dan tidak berharga. Beberapa syarat tersebut termasuk :&lt;br /&gt;1. Pemberi saksi (informasi) mesti memiliki penglihatan (mata) yang baik dan mesti memiliki ketelitian, atentif, ketaatan kesadaran beragama, juga visi yang baik serta ingatan yang kuat, artinya dia tidak boleh menambah-nambahi informasi atau mengurangi (lupa) tentang apa yang dia informasikan.&lt;br /&gt;2. Dengan syarat-syarat di atas itu seseorang bisa membedakan dengan pancainderanya, di mana salah satu atau lebih dari pancainderanya telah menyimpan informasi tersebut. Jadi, tidak dibenarkan seorang saksi (pemberi informasi) membuat kesaksiannya atas dasar : perkiraan atau estimasi, dugaan atau asumsi. Seperti yang dikatakan oleh Imam as :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;“Syarat sebuah kesaksian adalah : harus seperti matahari – terang dan jelas. Jika tidak seperti ini, maka Anda tidak boleh menyebarkan satu informasi pun!&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;”&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;3. Orang yang menjadi saksi (yang memberikan informasi) tanpa dasar dan tanpa mengkonfirmasikan informasi tersebut, harus ditolak dan orang seperti ini harus diajukan ke pengadilan karena telah memebrikan kesaksian (informasi) palsu dan di lain waktu, orang ini tidak boleh lagi diambil kesaksiannya. (al-Khilaf, page 235) &lt;em&gt;4]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;Syarat-syarat seperti ini harus ada sehingga seseorang atau suatu masyarakat tertentu tidak menjadi korban kejahatan atau kedengkian seseorang atau pihak tertentu yang ingin memanfaatkan orang-orang yang berpikiran lemah dan mudah dihasut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;Sesungguhnya dengki itu memakan iman&lt;br /&gt;sebagaimana api memakan kayu bakar.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;~ Imam al-Baqir as&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;5]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;Laa hawla wa laa quwwata illa billah.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;Catatan Kaki :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;*) &lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;QS Al-Hujurat [49] ayat 6&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;1. I Ching. Juga disebut Yi Jing atau Book of Changes, buku Cina Kuno, salah satu ajaran Konfu Cu kalsik&lt;span&gt; &lt;/span&gt;(the classics of Confucianism), yang secara tradisi digunakan sebagai ajaran-ajaran moral, filsafat, dan kosmologi.&lt;br /&gt;2. Ayatullah Ja’far Subhani, The Islamic Moral System : Commentary of Surah al-Hujurat, page 81, Islamis Humanitarian Service, Ontario Canada.&lt;br /&gt;3. Ibid, page. 83.&lt;br /&gt;4. Ibid.&lt;br /&gt;5. Mizan al-Hikmah Jil.2 hlm. 426&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber : qitori&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;                                                                                             &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;                                                                                             &lt;div&gt; &lt;/div&gt;                                                                                              &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" face="arial" size="3"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-995058104661465958?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/995058104661465958/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/05/sufizone-jangan-sekali-kali-memfitnah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/995058104661465958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/995058104661465958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/05/sufizone-jangan-sekali-kali-memfitnah.html' title='sufizone : Jangan Sekali-kali Memfitnah'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-1783852800524321897</id><published>2010-05-31T12:18:00.002+07:00</published><updated>2010-05-31T12:31:09.605+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Artikel 2'/><title type='text'>sufizone : Apakah Setiap Rasa Sakit Memicu Kemarahan?</title><content type='html'>&lt;em class="info"&gt; 				&lt;/em&gt; 			   	&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;&lt;a title="anger.jpg" href="http://qitori.files.wordpress.com/2007/09/anger.jpg"&gt;&lt;img src="http://qitori.files.wordpress.com/2007/09/anger.thumbnail.jpg?w=460" alt="anger.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana; color: black;"&gt;Berkowitz&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana; color: black;"&gt; menyatakan bahwa semua jenis rangsangan yang tak menyenangkan (&lt;em&gt;unpleasant stimuli&lt;/em&gt;) menumpuk dan menggumpal, tidak hanya mengakibatkan rasa sakit atau frustrasi, bahkan memunculkan kecenderungan melakukan agresi secara mendadak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt; (&lt;em&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;impulsively aggressive&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;). Suatu variasi kejadian yang menakjubkan tampak meningkatkan kemarahan kita. Misalnya : bau busuk, suhu ruangan yang tinggi –panas-, asap rokok, peristiwa-peristiwa menjijikkan, interaksi tak menyenangkan dengan orang lain, ketakutan, depresi,&lt;span&gt; &lt;/span&gt;ketidaktertarikan atau halangan-halangan dari pihak lain, ketidaknyamanan, dan melulu berpikir tentang menghukum seseorang. (Berkowitz, 1983)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="more-316"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana; color: black;"&gt; Sungguhpun kognisi (kemampuan untuk memperoleh pengetahuan) dapat menghentikan suatu dorongan agresif, sebagian besar hubungan antara keadaan yang tak mengenakkan dengan agresi dapat melepaskan kesadaran kita. Kita semua pernah mengalami rasa sakit, frustrasi, dan banyak kejadian yang tidak menyenangkan, dan barangkali, sebagaimana kita menderita, kita cenderung menjadi agresif secara serampangan atau tidak pandang bulu (&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;indiscriminately aggressive&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana; color: black;"&gt;Walaupun demikian, kita mungkin masih bisa mengenali bagaimana kemarahan kita menjadi tidak beralasan.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Kita juga bisa mengenali bahwa semua sumber ketidaksenangan itu sangat berperan dalam kemarahan kita, bahkan membentuk sebagian besar dari kejengkelan kita, dan mendorong kita untuk menghukum tanpa alasan, seperti&lt;span&gt; &lt;/span&gt;tikus yang menyerang temannya yang tidak bersalah. (George W. Bush menyerang Irak?)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;Contoh lain yang diberikan oleh Berkowitz, adalah ketika kita sedang menderita akibat depresi, kita mungkin menjadi lebih bersikap bermusuhan. Mungkin meningkatnya kesadaran kita atas ketidakrasionalan kita akan membantu mengurangi dorongan-dorongan tersebut: mengurangi kecenderungan menyalahkan orang terdekat karena penderitaan kita, dan kita juga lebih bisa mengontrol pikiran-pikiran kita dari fantasi balas dendam dan kejengkelan, tindakan-tindakan kita, dan agresi kelompok kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;Kadang kala, kita menjadi terheran-heran ketika rasa sakit agresi menghubungkan kepada rating yang tinggi atas perceraian, pelecehan seks terhadap anak-anak, dan kejahatan-kejahatan lainnya yang terus meningkat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;DINAMIKA INTERNAL DARI AGRESI&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;“Jika kita tidak mengetahui apa itu hidup, bagaimana kita dapat mengetahui apa itu kematian&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;” Confucius. [Confucius (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;China&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;'s most famous teacher, philosopher, and political theorist, 551-479 BC]&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;Freud &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;percaya bahwa naluri kematian (&lt;em&gt;the death instinct&lt;/em&gt;) kadang-kadang mengambil alih keluar, dan kemudian kita terluka dan melukai yang lainnya dan pergi berperang (lawan dari bunuh diri), kata &lt;strong&gt;Rochlin &lt;/strong&gt;(1973).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt; Psikoanalis lainnya percaya bahwa agresi merupakan cara kita untuk menutupi atau melindungi harga diri kita yang hilang. Memenuhi kebutuhan manusia umumnya&lt;span&gt; &lt;/span&gt;untuk merasa kuat dan menganggap tinggi harga diri kita sendiri, apa pun yang mengancam &lt;em&gt;self-esteem&lt;/em&gt; kita, kita anggap sebagai sebuah serangan permusuhan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt; Ketika harga diri kita dilecehkan, kita sering mencoba mengembalikan status dan self esteem kita dengan melukai balik orang yang telah menyerang kita. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;Toch &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;(1969) telah menemukan bahwa 40% dari narapidana yang agresif pernah merasa “tidak aman” (&lt;em&gt;insecure&lt;/em&gt;) dan membutuhkan beberapa “kemenangan” (&lt;em&gt;victory&lt;/em&gt;) untuk membuktikan bahwa mereka adalah orang-orang yang istimewa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt; Penjahat-penjahat lainnya bersegera mempertahankan “reputasi” yang mereka banggakan, yaitu sebagai penjahat berkelas (&lt;em&gt;tough guy&lt;/em&gt;). Kami, kata Toch, (bangsa Amerika) adalah masyarakat yang percaya pada kekuatan militer, yang butuh mengetahui lebih banyak tentang ego-ego kami, yang dengan mudah menyerang dan menjadi sedemikian kejam dan bengis, memompakan ego-ego yang sakit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;Erich Fromm&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt; (1973) mendefinisikan agresi yang tidak berbahaya (&lt;em&gt;benign aggression&lt;/em&gt;) sebagai sebuah reaksi singkat untuk melindungi diri kita sendiri dari bahaya. Kebalikannya, agresi yang berbahaya (&lt;em&gt;malignant aggression&lt;/em&gt;) adalah semata-mata melukai orang lain&lt;span&gt; &lt;/span&gt;demi kesenangan sadistis (&lt;em&gt;the sadistic pleasure&lt;/em&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt; Fromm percaya bahwa orang-orang yang putus asa dipaksa untuk menyesuaikan diri mereka dengan aturan-aturan di masyarakat, di tempat mereka bekerja, dan dengan otoritas di mana pun mereka berada. Tidak adanya (rasa) kebebasan ini membuat keputusan-keputusan dan ketidakmampuan untuk menemukan &lt;strong&gt;MAKNA&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;CINTA&lt;/strong&gt; dalam hidup mereka yang menyebabkan kemarahan, dendam, kebencian dan kadang-kadang kejahatan, agresi yang sadis. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt; Bagaimana dan di mana rasa permusuhan ini memperlihatkan dirinya sendiri? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;Beberapa orang memperoleh kesenangan dengan melukai, membunuh dan membinasakan orang-orang. Hitler mungkin merupakan salah satu contoh yang paling jelas: dia telah membunuh jutaan orang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Dilaporkan, dia merencanakan akan menghancurkan negerinya sendiri sebelum ia menyerahkan diri. Erich Fromm melukiskan kehidupan Hitler dengan mengatakan, ”&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt; seratus Hitler di antara kita yang akan datang dari waktu ke waktu jika detik-detik sejarah mereka tiba&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt; Dalam kasus lainnya, ada sebuah perasaan yang didasari ketakberdayaan, yang menghasilkan suatu kebutuhan untuk bisa mengontrol penuh atas orang yang tak berdaya. Umumnya, mereka ini adalah orang-orang yang sadis dan pemerkosa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt; Joseph Stalin, diktator dari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt;Russia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt; dari 1929 sampai 1953, sebuah contoh yang terkenal. Dia menikmati penyiksaan yang dia lakukan atas tahanan politiknya dan membunuh jutaan orang-orangnya sendiri (ketika mereka melawan kebijakan-kebijkannya); dia mengirim istri-istri ajudannya yang setia ke penjara (ajudan-ajudannya tidak – berani – memprotesnya); dia menikmati ketika ia memperdaya banyak orang dan tak bisa diduga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;"&gt; Dalam bentuk yang lebih halus, &lt;em&gt;chauvinistis&lt;/em&gt; bisa menjadi permusuhan, contohnya, seorang lelaki yang menekan istrinya dan berharap agar istrinya menuruti apa yang diinginkannya: marah, dan mengancam. Atau contoh lainnya : bos atau guru yang dikritik senang melihat bawahannya atau siswanya “jatuh” dan berkeringat dingin. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber : qitori&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;                                                                                            &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;                                                                                            &lt;div&gt; &lt;/div&gt;                                                                                             &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" face="arial" size="3"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-1783852800524321897?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/1783852800524321897/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/05/sufizone-apakah-setiap-rasa-sakit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/1783852800524321897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/1783852800524321897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/05/sufizone-apakah-setiap-rasa-sakit.html' title='sufizone : Apakah Setiap Rasa Sakit Memicu Kemarahan?'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-1451128470154218553</id><published>2010-05-31T12:18:00.001+07:00</published><updated>2010-05-31T12:31:09.614+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Artikel 2'/><title type='text'>sufizone : Makanan Pertama</title><content type='html'>&lt;em class="info"&gt; 				&lt;/em&gt; 			   	&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;a title="Tautan langsung ke berkas" href="http://qitori.files.wordpress.com/2007/09/bilik-renungan_01.JPG"&gt;&lt;img src="http://qitori.files.wordpress.com/2007/09/bilik-renungan_01.thumbnail.JPG?w=128&amp;amp;h=128" alt="bilik-renungan_01.JPG" height="128" width="128"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Di dalam kitab Risalah Qusyairiyah disebutkan bahwa ketika Fatimah as, putri kesayangan Nabi Saw memberikan sepotong roti kepada ayahnya, Nabi Saw bertanya kepada Fatimah, “Apa ini ya Fatimah?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Fatimah menjawab, “Sepotong roti yang saya masak sendiri. Hati saya tidak bisa tenang sebelum saya memberikan roti ini kepada ayah.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Nabi saw yang mulia menjawab, “Ini adalah sepotong makanan pertama yang masuk ke dalam mulut ayahmu sejak tiga hari ini!”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(Risalah Quyairi, hlm. 78) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber : qitori&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;                                                                                           &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;                                                                                           &lt;div&gt; &lt;/div&gt;                                                                                            &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" face="arial" size="3"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-1451128470154218553?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/1451128470154218553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/05/sufizone-makanan-pertama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/1451128470154218553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/1451128470154218553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/05/sufizone-makanan-pertama.html' title='sufizone : Makanan Pertama'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-7512315574113428820</id><published>2010-05-31T12:16:00.000+07:00</published><updated>2010-05-31T12:31:09.622+07:00</updated><title type='text'>sufizone : Berubah Dan Tumbuh, Tapi Kemana?</title><content type='html'>&lt;em class="info"&gt; 				&lt;/em&gt; 			   	&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;&lt;a title="berubah-dan-tumbuh.JPG" href="http://qitori.files.wordpress.com/2007/09/berubah-dan-tumbuh.JPG"&gt;&lt;img src="http://qitori.files.wordpress.com/2007/09/berubah-dan-tumbuh.thumbnail.JPG?w=460" alt="berubah-dan-tumbuh.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;“Setiap waktu Dia dalam kesibukkan”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;(Al Qur’an Surah Al-Rahman [55] ayat&lt;span&gt; &lt;/span&gt;29)&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Di dalam dunia penciptaan, segala sesuatu senantiasa berubah, tumbuh dan berkembang, atau dengan kata lain, bahwa setiap makhluk Tuhan senantiasa berubah, baik fisik mau pun rohaninya. Tak satu maujud pun yang tetap berada dalam kondisi yang sama setelah melalui perjalanan waktu, detik demi detik bahkan sekian perdetik demi sekian perdetik!&lt;/span&gt;&lt;span id="more-374"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Kita pun selalu melihat proses perubahan dan pertumbuhan tersebut di sekitar kita, akan tetapi kita justru sering tidak sadar bahwa diri kita pun sedang mengalami perubahan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Sebuah ilustrasi filsafat yang klise mungkin berhubungan dengan ini.&lt;br /&gt;Seseorang filosof bertanya kepada saya,”Siapakah Anda?”&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;“Saya Ito”Jawab saya. Setelah mendengar jawaban saya, sang filosof pergi meninggalkan saya begitu saja. Esoknya saya berjumpa lagi dengan sang filosof dan dia bertanya lagi kepada saya,”Siapakah Anda?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;“Saya Ito” Jawab saya sambil tersenyum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;“Apakah Ito yang sekarang sama dengan Ito yang kemarin?” Tanyanya lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;“Ya!” Jawab saya agak ragu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;“Jadi, Anda tidak berubah?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;“Tentu saja saya berubah!”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;“Jika Anda berubah, berarti Ito yang sekarang berbeda, dong, dengan Ito yang kemarin?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;“Fisik saya memang berubah tetapi esensi saya tidak berubah!” Jawab saya sekenanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;“Benarkah?” Tanya sang filosof sambil tersenyum lebar dan seperti biasa ia pun &lt;em&gt;ngeloyor&lt;/em&gt; pergi meninggalkan saya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; Saya tidak bermaksud ingin berfilsafat di dalam tulisan sederhana ini, akan tetapi setidaknya ingin mengajak Anda untuk bersama-sama merenung, bahwa sejatinya, seluruh makhluk Tuhan berada dalam perubahan yang terus menerus dengan proses yang sedemikian cepat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Sebuah contoh menarik diberikan Muhyiddin Ibn ‘Arabi kepada kita, bahwa ketika kita melihat &lt;strong&gt;nyala api&lt;/strong&gt; lilin, kita beranggapan bahwa nyala api tersebut tetap dan tidak berubah, padahal sebenarnya nyala api muncul dan lenyap susul menyusul dengan proses yang sangat begitu cepat sehingga mata kita tak mampu melihat &lt;strong&gt;perubahan muncul-lenyap&lt;/strong&gt; dari nyala api lilin tersebut; yang tampak oleh kita hanya sepotong api yang bergerak melenggok-lenggok tanpa mengalami perubahan yang berarti. (Lihat : Dr. Kautsar Azhari Noer, Ibn Al-‘Arabi Wahdatul Wujud Dalam Perdebatan, h. 53)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Begitu pun jika kita melihat ke sebuah dinding atau ke diri kita, apabila kita perhatikan sebidang dinding yang berada di hadapan kita dengan seksama seolah-olah ia tetap dan tidak sedang mengalami perubahan, padahal jika kita ambil sebuah mikroskop dan kita letakkan di atas dinding niscaya akan tampak oleh kita bahwa telah terjadi penggerogotan terhadap dinding oleh mikroorganisme-mikroorganisme yang jumlahnya sedemikian banyak dan sedemikian cepat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Ini pun terjadi pada diri kita! Sekian perdetik demi sekian perdetik usia kita semakin berkurang dan tubuh kita semakin renta. Perubahan ini hanya kita sadari apabila tubuh mulai terasa cepat lelah dan lemah atau mulai sakit-sakitan. Tetapi, ketika kita masih muda, sehat dan segar, perubahan-perubahan ini tidak sedikit pun kita rasakan. Namun selang beberapa waktu, tiba-tiba saja kita tersentak dan sadar begitu kita melihat ke cermin dan terlihatlah wajah kita yang mulai tumbuh uban atau kulit &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;kita yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;sudah mulai berkerut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;DUA MACAM PERUBAHAN DAN PERTUMBUHAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Jika fisik kita berubah, tumbuh dan berkembang secara linear menuju kepada kemusnahan dan kehancuran, maka tidak demikian yang terjadi pada jiwa dan ruhani kita. Jiwa dan ruhani kita tidak selalu berubah secara linear. Sebagian jiwa orang tumbuh menuju kepada kehancuran – bahkan lebih cepat ketimbang fisiknya – dan sebagiannya lagi tumbuh berkembang menuju kepada keindahan dan keabadian. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; Jika mata fisik kita – yang sangat terbatas ini – melihat ke wajah George W Bush, misalnya, kita melihat dengan jelas fisik Presiden Amerika Serikat ini sedang berada dalam proses penuaan dan beranjak tua atau bahkan pengagumnya akan mengatakan ia sedang berada di puncak-puncak staminanya. Lalu kita langsung menoleh menatap wajah Imam Ali Khamane’i, maka kita melihat proses perubahan yang sama juga terjadi pada beliau. Hanya saja jika mata batin kita terbuka, sebenarnya ada perbedaan yang sangat tajam, dimana yang pertama sedang berada dalam proses kehancuran baik fisik mau pun jiwanya, sedangkan yang kedua justru sedang tumbuh berkembang menuju kepada keindahan dan keabadian. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu &lt;strong&gt;HIDUP&lt;/strong&gt; di sisi Tuhan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;mereka dengan memperoleh rezki” &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;(QS Ali Imran [3] ayat 169)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; Kita juga tahu bahwa Sayyid Ali Khamene’i memperoleh julukan dari Imam Khomeini qs sebagai &lt;strong&gt;syahid yang hidup, &lt;/strong&gt;karena beliau pernah mengalami percobaan pembunuhan tetapi beliau selamat walau tangan kanannya putus akibat bom yang meledak dekat dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; Melihat kenyataan ini, kita menjadi tersadarkan bahwa kebanyakan dari kita hidup seperti mesin, tidak menyadari apa yang ada dalam pikiran, perasaan dan tindakan-tindakan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;kita, tidak peduli kalau kita tetap melakukan kesalahan yang sama, tiga kali, empat kali dan seterusnya. Itulah sebabnya mengapa kita diminta untuk berpikir, merenung, dan bercermin pada segala yang ada di sekitar kita untuk belajar dari apa yang kita lihat, kita dengar dan kita rasakan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; Sama halnya dengan seringnya kita memilih makanan dan minuman yang bergizi untuk tubuh kita, namun dalam waktu yang sama kita lalai memberi perhatian pada kebutuhan-kebutuhan, gizi-gizi bagi jiwa dan ruhani kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; Imam Hasan as berkata, &lt;em&gt;”Aku&lt;span&gt; &lt;/span&gt;heran&lt;span&gt; &lt;/span&gt;pada&lt;span&gt; &lt;/span&gt;orang yang&lt;span&gt; &lt;/span&gt;hanya&lt;span&gt; &lt;/span&gt;memikirkan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;(kebutuhan) perutnya namun&lt;span&gt; &lt;/span&gt;tidak memikirkan (kebutuhan) akalnya.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Ia&lt;span&gt; &lt;/span&gt;berusaha menjauhkan sesuatu yang dapat membuat perutnya sakit, tetapi membiarkan sesuatu yang dapat menjerumuskannya (ke Neraka)&lt;/em&gt;” (Safinah al-Bihar 2:84). Manusia sedemikian peduli dengan kesehatan jasmaninya, tetapi lalai memperhatikan kesehatan ruhaninya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;Untuk berbicara&lt;br /&gt;orang harus lebih dulu&lt;br /&gt;mendengarkan&lt;br /&gt;Maka belajarlah bicara&lt;br /&gt;dengan mendengarkan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;~ Rumi, Matsnawi I : 1627&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;"&gt;Laa hawla wa laa quwwata illa billah.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber : qitori&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;                                                                                          &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;                                                                                          &lt;div&gt; &lt;/div&gt;                                                                                           &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" face="arial" size="3"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-7512315574113428820?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/7512315574113428820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/05/sufizone-berubah-dan-tumbuh-tapi-kemana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/7512315574113428820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/7512315574113428820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/05/sufizone-berubah-dan-tumbuh-tapi-kemana.html' title='sufizone : Berubah Dan Tumbuh, Tapi Kemana?'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-8068267782788320973</id><published>2010-05-31T12:15:00.000+07:00</published><updated>2010-05-31T12:31:09.634+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Artikel 2'/><title type='text'>sufizone : 18 Hal Yang Membuat Dosa Dapat Diampuni Dan Dihapuskan</title><content type='html'>&lt;em class="info"&gt; 				&lt;/em&gt; 			   	&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;&lt;a title="18-hal.jpg" href="http://qitori.files.wordpress.com/2007/11/18-hal.jpg"&gt;&lt;img src="http://qitori.files.wordpress.com/2007/11/18-hal.thumbnail.jpg?w=460" alt="18-hal.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Allah Swt berfirman :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;“Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dan memohon ampun kepada-Nya? Padahal Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;(QS Al-Maidah [5] ayat 74)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas&lt;br /&gt;terhadap diri mereka sendiri,&lt;br /&gt;janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa&lt;span&gt; &lt;/span&gt;semuanya.&lt;br /&gt;Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;.”&lt;br /&gt;(QS Al-Zumar [39] ayat 53)&lt;/span&gt;&lt;span id="more-479"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;1. BERTAUBAT&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran yang suci mengatakan :”&lt;em&gt;Dan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri , mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui&lt;/em&gt;.” (QS Ali Imran [3] ayat 135)&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;“Maka barangsiapa bertaubat&lt;span&gt; &lt;/span&gt;sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;. (QS Al-Maidah [5] ayat 39)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;2. BERBAKTI DAN MENDOAKAN KEDUA ORANGTUA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Al-Quran yang mulia mengatakan : “&lt;em&gt;Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah. Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka.” &lt;/em&gt;(QS Al-Ahqaf [46] : 15-16)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;2. MENGIKUTI PETUNJUK, DAN WASIAT RASULULLAH SAW SERTA MEMULIAKANNYA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Al-Quran yang mulia mengatakan: “&lt;em&gt;Katakanlah: “Jika kamu&lt;span&gt; &lt;/span&gt;mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad Saw), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang&lt;/em&gt;.” (QS Ali Imran [3] ayat 31) &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;“&lt;em&gt;Sesungguhnya orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar&lt;/em&gt;.” (QS Al-Hujurat [49] ayat 3)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;3. INFAQ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Allah Swt berfirman : “&lt;em&gt;Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan balasannya kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun.&lt;/em&gt;” (QS Al-Taghabun [64] ayat 17)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;4. BALASAN DI DUNIA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Imam Ja’far al-Shadiq as berkata, “&lt;em&gt;Apabila Allah menghendaki kebaikan atas seseorang hamba maka Allah segerakan balasannya di dunia. Sebaliknya jika Allah menghendaki keburukkan atas seorang hamba maka ditundalah balasannya sehingga ia mendapatkannya di Hari Qiyamat&lt;/em&gt;.” (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Bihar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; al-Anwar 81:177)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;5. SABAR ATAS UJIAN HIDUP&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Al-Quran suci mengatakan : &lt;em&gt;“..kecuali orang-orang yang sabar, dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar.&lt;/em&gt; (QS Hud [11] ayat 11)&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Rasulullah saww bersabda, “&lt;em&gt;Sesungguhnya seorang mu’min itu apabila melakukan dosa&lt;span&gt; &lt;/span&gt;maka diujilah dia dengan kefakiran maka apabila ia sabar niscaya hal&lt;span&gt; &lt;/span&gt;itu&lt;span&gt; &lt;/span&gt;menjadi&lt;span&gt; &lt;/span&gt;penghapus dosanya. Atau diuji ia dengan penyakit, maka apabila ia sabar niscaya&lt;span&gt; &lt;/span&gt;hal&lt;span&gt; &lt;/span&gt;itu menjadi penghapus dosanya atau ia diuji dengan rasa&lt;span&gt; &lt;/span&gt;ketakutan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dari Sultan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;(raja) yang&lt;span&gt; &lt;/span&gt;menuntutnya, maka&lt;span&gt; &lt;/span&gt;hal itupun&lt;span&gt; &lt;/span&gt;menjadi penghapus&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dosanya atau ia dicoba sehingga ia&lt;span&gt; &lt;/span&gt;menemui kematiannya maka ketika ia berjumpa dengan Allah maka tidak ada lagi dosa-dosanya dan Allah memasukkannya ke dalam surga&lt;/em&gt;.” (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Bihar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; al-Anwar 81 : 199) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;6. MUSIBAH &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Rasulullah saww bersabda, “&lt;em&gt;Tidaklah menimpa musibah kepada seorang mu’min laki-laki dan perempuan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;atas dirinya dan hartanya serta&lt;span&gt; &lt;/span&gt;anaknya&lt;span&gt; &lt;/span&gt;sehingga ketika&lt;span&gt; &lt;/span&gt;ia&lt;span&gt; &lt;/span&gt;menjumpai&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Allah maka tidak ada&lt;span&gt; &lt;/span&gt;lagi&lt;span&gt; &lt;/span&gt;kesalahan padanya&lt;/em&gt;.”&lt;br /&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Bihar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; al-Anwar 67 : 236)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;7. SIKSA KUBUR DI ALAM BARZAKH&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Imam Ali ar-Ridha as berkata, “[Di&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dalam firman-Nya : “&lt;em&gt;Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya&lt;/em&gt;.” (QS Al-Rahman [55] ayat 39)], “&lt;em&gt;Sesungguhnya barangsiapa yang memiliki keyakinan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;yang benar lalu dia berbuat dosa dan dia tidak sempat bertaubat di dunia, maka diazablah ia di Alam Barzakh sampai ketika ia&lt;span&gt; &lt;/span&gt;di hari Qiyamat tidak ada lagi dosanya dan tidak pula ia ditanya tentang itu&lt;/em&gt;” (Tafsir Nur ats-Tsaqalain 5 : 155)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;8. PENYAKIT&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Imam Ali ar-Ridha as berkata, “&lt;em&gt;Sakit&lt;span&gt; &lt;/span&gt;bagi orang mu’min merupakan penyucian (atas&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dosanya) dan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;juga&lt;span&gt; &lt;/span&gt;rahmat. Tetapi bagi orang yang ingkar, sakit adalah&lt;span&gt; &lt;/span&gt;’azab&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dan laknat&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dan sesungguhnya penyakit bagi seorang mu’min&lt;span&gt; &lt;/span&gt;adalah penghapus dosa&lt;/em&gt;.” (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Bihar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; al-Anwar 81 : 183)&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Rasulullah saww bersabda, “&lt;em&gt;Sesungguhnya penyakit itu membersihkan jasad dari&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dosa-dosa sebagaimana&lt;span&gt; &lt;/span&gt;alat peniup pandai besi membersihkan karat&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dari besi&lt;/em&gt;.”&lt;span&gt; &lt;/span&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Bihar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; al-Anwar 81 : 197)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Ditanyakan kepada Amirul Mu’minin as tentang penyakit yang menimpa seorang bayi, beliau menjawab, “&lt;em&gt;Itu merupakan penghapus dosa (kafarat) bagi orang tuanya&lt;/em&gt;.” (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Bihar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; al-Anwar 81 : 186)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Allah Ta’ala berfirman (di dalam hadits Qudsi), “&lt;em&gt;Ahli taat-Ku dalam jamuan-Ku, dan ahli syukur-Ku dalam limpahan-Ku, dan ahli dzikir-Ku dalam nikmat-Ku, tapi ahli&lt;span&gt; &lt;/span&gt;maksiat kepada-Ku tidak ada bagian untuk&lt;span&gt; &lt;/span&gt;mereka&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dari rahmat-Ku. Tetapi jika mereka bertaubat maka Aku&lt;span&gt; &lt;/span&gt;adalah kekasihnya,&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;apabila mereka berdoa maka Aku&lt;span&gt; &lt;/span&gt;akan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;jawab doanya&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;apabila mereka sakit, Aku yang&lt;span&gt; &lt;/span&gt;akan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;menyembuhkannya dan Aku akan mengobati mereka dengan ujian dan musibah untuk membersihkan mereka dari dosa-dosa dan cela&lt;/em&gt;.”&lt;br /&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Bihar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; al-Anwar 77 : 42)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;9. KESEDIHAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Rasulullah saww bersabda, “&lt;em&gt;Apabila seorang mu’min telah banyak&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dosa-dosanya&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dan ia belum mengamalkan apa-apa yang dapat menghapus dosa-dosanya maka Allah akan mengujinya dengan kesedihan demi menghapus dosa-dosanya&lt;/em&gt;.”&lt;span&gt; &lt;/span&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Bihar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; al-Anwar 73 : 157)&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Imam Ja’far ash-Shadiq as berkata, “&lt;em&gt;Sesungguhnya kesedihan itu menghapus dosa orang muslim&lt;/em&gt;.” (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Bihar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; al-Anwar 73 : 157)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;10. KESUSAHAN DI DALAM MENCARI PENGHIDUPAN (NAFKAH)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Rasulullah saww bersabda, “&lt;em&gt;Sesungguhnya ada dosa di antara dosa-dosa&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; yang tidak dapat dihapus dengan shalat dan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;tidak juga&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dengan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;sedekah.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;”, maka ditanyakan kepada&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Nabi&lt;span&gt; &lt;/span&gt;saww, “Apakah yang dapat menghapusnya wahai Rasulullah?”, jawab&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Nabi, “&lt;em&gt;Kesusahan di dalam mencari penghidupan&lt;/em&gt;.”&lt;br /&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Bihar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; al-Anwar 73 : 157)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;11. TAQWA, KEJUJURAN, PERBUATAN BAIK, DAN AMAL SHALIH&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Allah SwT berfirman, “&lt;em&gt;Dan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;barangsiapa&lt;span&gt; &lt;/span&gt;yang&lt;span&gt; &lt;/span&gt;bertaqwa kepada&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Allah&lt;span&gt; &lt;/span&gt;niscaya&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Dia menutupi&lt;span&gt; &lt;/span&gt;kesalahan-kesalahannya&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dan akan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;melipat&lt;span&gt; &lt;/span&gt;gandakan pahala baginya&lt;/em&gt;.”&lt;br /&gt;(QS Al-Thalaq [65] ayat&lt;span&gt; &lt;/span&gt;5)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;“&lt;em&gt;Sesungguhnya&lt;span&gt; &lt;/span&gt;perbuatan-perbuatan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;baik&lt;span&gt; &lt;/span&gt;itu&lt;span&gt; &lt;/span&gt;menghapuskan (dosa)&lt;span&gt; &lt;/span&gt;perbuatan-perbuatan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;buruk. Itulah&lt;span&gt; &lt;/span&gt;peringatan bagi orang-orang yang ingat&lt;/em&gt;”&lt;br /&gt;(QS Hud [11] ayat&lt;span&gt; &lt;/span&gt;114)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min , laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta’atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;.”&lt;br /&gt;(QS Al-Ahzab [33] ayat 35)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar,&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menta’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;.”&lt;br /&gt;(QS Al-Ahzab [33] 70-71)&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Lihat ayat-ayat lainnya : QS 34:4; 35:7; 36:11, 67:12&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;12. AKHLAQ YANG BAIK&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Imam Ja’far ash-Shadiq as berkata, “&lt;em&gt;Sesungguhnya akhlaq yang baik itu menghapus kesalahan (dosa) sebagaimana&lt;span&gt; &lt;/span&gt;matahari mencairkan es dan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;sesungguhnya&lt;span&gt; &lt;/span&gt;akhlaq yang&lt;span&gt; &lt;/span&gt;buruk itu merusak amal (baik) sebagaimana cuka&lt;span&gt; &lt;/span&gt;merusak madu&lt;/em&gt;.” (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Bihar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; al-Anwar 71 : 356)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Rasulullah saww bersabda,“&lt;em&gt;4&lt;span&gt; &lt;/span&gt;hal&lt;span&gt; &lt;/span&gt;yang&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dapat menghapus dosa&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Allah&lt;span&gt; &lt;/span&gt;gantikan dengan kebaikan : 1. Shadaqah, 2. Malu, 3. Akhlaq yang baik, 4. Rasa syukur&lt;/em&gt;.” (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Bihar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; al-Anwar 71 : 332)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;13. MEMPERBANYAK SUJUD&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Imam Ja’far ash-Shadiq as berkata, “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saww dan berkata,“Wahai&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Rasulullah, telah banyak dosa-dosaku tapi sedikit amalku,” maka Rasul saww bersabda, “&lt;em&gt;Perbanyaklah sujud karena sujud&lt;span&gt; &lt;/span&gt;itu menggugurkan dosa sebagaimana angin menggugurkan dedaunan dari pohon&lt;/em&gt;”&lt;span&gt; &lt;/span&gt;(Bihar al-Anwar 85 : 162)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;14. HAJJI DAN UMRAH&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Imam Ali bin Abi Thalib as berkata, “Sesungguhnya Rasulullah saww telah&lt;span&gt; &lt;/span&gt;bersabda,&lt;span&gt; &lt;/span&gt;”&lt;em&gt;Dari&lt;span&gt; &lt;/span&gt;satu umrah&lt;span&gt; &lt;/span&gt;ke umrah berikutnya merupakan penghapus dosa yang&lt;span&gt; &lt;/span&gt;ada di antara keduanya dan hajji yang diterima (Allah) balasannya adalah&lt;span&gt; &lt;/span&gt;surga&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dan ada suatu dosa di&lt;span&gt; &lt;/span&gt;antara&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dosa-dosa&lt;span&gt; &lt;/span&gt;yang tidak dapat diampuni kecuali dengan wukuf di ‘Arafah.&lt;/em&gt;” (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Bihar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; al-Anwar 99 : 50)&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Imam Ali as berkata, ”&lt;em&gt;Menjalani hajji ke Bait Allah dan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;umrahnya,&lt;span&gt; &lt;/span&gt;keduanya menghapus kefakiran dan mencuci dosa&lt;/em&gt;.” (Nahjul Balaghah, Khutbah ke 110)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;15. BERDOA, BERISTIGHFAR DAN BERZIKIR&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Al-Quran yang mulia mengatakan : “&lt;em&gt;Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang&lt;/em&gt;.”&lt;br /&gt;(QS Al-Nisa [4] ayat 110)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;16. BANYAK MEMBACA SHALAWAT KEPADA NABI MUHAMMAD DAN KELUARGANYA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Imam Ali Ar-Ridha as berkata, “&lt;em&gt;Barangsiapa&lt;span&gt; &lt;/span&gt;yang belum mampu untuk menghapus&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dosa-dosanya maka&lt;span&gt; &lt;/span&gt;perbanyaklah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya, karena&lt;span&gt; &lt;/span&gt;yang&lt;span&gt; &lt;/span&gt;demikian itu dapat merontokkan dosa serontok-rontoknya&lt;/em&gt;” (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Bihar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; al-Anwar 94 : 47)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;17. HIJRAH, BERJIHAD DI JALAN ALLAH &amp;amp; MENAMPUNG KAUM MUHAJIRIN &lt;em&gt;*&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Al-Quran yang mulia mengatakan :”&lt;em&gt;Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya : “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan,&lt;span&gt; &lt;/span&gt;sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain . Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik&lt;/em&gt;.” (QS Ali Imran [3] ayat 195)&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;“&lt;em&gt;Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan , mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki&lt;span&gt; &lt;/span&gt;yang mulia&lt;/em&gt;.” (QS Al-Anfal [8] ayat 74)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Lihat juga ayat-ayat : QS Al-Shaff [61] : 11-12; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;18. KEMATIAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Rasulullah saww bersabda, “&lt;em&gt;Kematian&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dapat menjadi penebus dosa-dosa orang-orang&lt;span&gt; &lt;/span&gt;beriman&lt;/em&gt;.” (Amali lil-Mufid, h. 166)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;“Tidak ada do’a mereka selain ucapan:&lt;br /&gt;“Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami&lt;br /&gt;dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan&lt;br /&gt;dalam urusan kami&lt;br /&gt;dan tetapkanlah pendirian kami,&lt;br /&gt;dan tolonglah kami terhadap kaum yang ingkar.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;”&lt;br /&gt;(QS Ali Imran [3] ayat 147)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;“Ya Tuhan kami,&lt;br /&gt;sesungguhnya kami mendengar&lt;br /&gt;(orang) yang menyeru kepada iman :&lt;br /&gt;“Berimanlah kamu kepada Tuhanmu”,&lt;br /&gt;maka kamipun beriman.&lt;br /&gt;Ya Tuhan kami,&lt;br /&gt;ampunilah bagi kami dosa-dosa kami&lt;br /&gt;dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami,&lt;br /&gt;dan wafatkanlah kami beserta&lt;br /&gt;orang-orang yang banyak berbakti.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;(QS Ali Imran [3] ayat 193)&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; Amin ya Ilahi Rabbi…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Catatan Kaki&lt;/span&gt; :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;*] Tentu saja Jihad yang dimaksud dalam ayat ini tidak seperti yang dipahami oleh kaum Wahabi-Salafy dan kelompok teroris lainnya.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber : qitori&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;                                                                                         &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;                                                                                         &lt;div&gt; &lt;/div&gt;                                                                                          &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;font style="" face="arial" size="3"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;a href="http://sufi-zone.blogspot.com/"&gt;Sufizone&lt;/a&gt;      &amp;amp;  Hikamzone    By    Pondok   Pesantren Subulus Salam : &lt;a href="http://www.ppsubulussalam.co.cc/"&gt;www.ppsubulussalam.co.cc&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2376889273883873730-8068267782788320973?l=sufi-zone.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sufi-zone.blogspot.com/feeds/8068267782788320973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/05/sufizone-18-hal-yang-membuat-dosa-dapat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/8068267782788320973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2376889273883873730/posts/default/8068267782788320973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sufi-zone.blogspot.com/2010/05/sufizone-18-hal-yang-membuat-dosa-dapat.html' title='sufizone : 18 Hal Yang Membuat Dosa Dapat Diampuni Dan Dihapuskan'/><author><name>Sufi Zone</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_T6Ot90W8Z6w/Ss1kcYVuGdI/AAAAAAAAADo/JTZA_v6MLoQ/S220/tri+(Custom)+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2376889273883873730.post-7859372199934574847</id><published>2010-05-31T12:14:00.001+07:00</published><updated>2010-05-31T12:31:09.646+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zona Artikel 2'/><title type='text'>sufizone : Apa Itu Ibadah Yang Ikhlas?</title><content type='html'>&lt;em class="info"&gt; 				&lt;/em&gt; 			   	&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://qitori.files.wordpress.com/2008/01/ibadah-ikhlas.jpg" title="ibadah-ikhlas.jpg"&gt;&lt;img src="http://qitori.files.wordpress.com/2008/01/ibadah-ikhlas.thumbnail.jpg?w=460" alt="ibadah-ikhlas.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Allah Swt berfirman :&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;&lt;span&gt;Al-Ikhlas&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;i&gt;itu adalah salah satu dari rahasia-rahasia-Ku,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;yang telah Aku titipkan ke dalam hati&lt;br /&gt;orang yang Aku cintai dari hamba-hamba-Ku.&lt;/i&gt;”&lt;br /&gt;(Hadits Qudsi, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Bihar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; al-Anwar 70 : 249) &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Menurut bahasa, kata &lt;i&gt;ikhlash&lt;/i&gt; berasal dari akar kata : &lt;i&gt;khalasha – yakhlushu – khulushan – khalashan&lt;/i&gt;, yang artinya : murni, atau tidak bercampur (dengan unsur lainnya). Dari akar kata ini banyak makna lainnya di antaranya : bersih, jernih, khusus, menyendiri, yang dipilih, sampai, lepas, bebas, terhindar, selamat, memisahkan, habis, mencintai, tulus, membalas, selesai, inti, sari, jalan keluar, penolong, dan jujur. 16]&lt;/span&gt;&lt;span id="more-609"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Keikhlasan adalah anugerah misterius yang dikaruniakan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang berhati suci, dan selalu meningkatkan dan memperdalam iman serta penghambaannya. 17] &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Di dalam &lt;i&gt;irfan &lt;/i&gt;atau tasawwuf, &lt;i&gt;ikhlas &lt;/i&gt;memiliki istilah tersendiri. Khwajah Abdullah al-Anshari qs mengatakan, ”&lt;i&gt;Arti ikhlas adalah membersihkan perbuatan dari segala ketidakmurnian” Dan ketidakmurnian di sini adalah ketidakmurnian umum, termasuk apa yang timbul dari keinginan untuk menyenangkan diri sendiri dan makhluk lain&lt;/i&gt;.” 18] &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Ikhlash juga berarti : membebaskan perbuatan dari selain Tuhan yang berperan dalam perbuatan tersebut, atau suatu motivasi perbuatan yang tidak menginginkan balasan dunia mau pun akhirat. 19] &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Penulis &lt;i&gt;Gharaib al-Bayan &lt;/i&gt;menyebutkan bahwa : orang ikhlas itu adalah orang yang beribadah kepada Allah sedemikian rupa sehingga tidak memperhatikan kalau dirinya itu sedang beribadah, juga tidak memperhatikan dunia atau penghuninya, juga tidak melebihi batas-batas hamba dalam melihat Tuhan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Syaikh al-Muhaqqiq Muhyiddin Ibn al-‘Arabi mengatakan, ”&lt;i&gt;Bagi Allah-lah kesetiaan yang tulus, yang bersih dari semua noda dan egoisme. Dan kamu harus sepenuhnya sirna (fana) dalam Dia agar Dia tersambung dengan esensi, perbuatan dan agamamu. Selama kesetiaan belum disucikan secara hakiki, kesetiaan itu bukanlah untuk Allah&lt;/i&gt;.” 20]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Ibadah orang-orang yang tulus merupakan jejak manifestasi (&lt;i&gt;tajaliyyat&lt;/i&gt;) Sang Kekasih, dan yang senantiasa ada di hatinya hanyalah Zat Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoPlainText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Imam Ali as mengatakan, “&lt;i&gt;Beruntunglah orang yang telah memurnikan (akhlash) penghambaan dan do’anya hanya kepada Allah dan hatinya tidak disibukkan oleh apa-apa yang dilihat matanya, dan ia tidak lupa dari berzikir kepada Allah karena apa-apa yang didengar telinganya, dan hatinya tidak sedih karena karunia yang diberikan kepada selain dirinya&lt;/i&gt;.” 21] &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Rasulullah saww bersabda, “&lt;i&gt;Semua orang yang berilmu itu (al-‘ulama) celaka kecuali yang beramal dan semua orang yang beramal itu celaka kecuali orang yang ikhlas dan orang ikhlas itu senantiasa dalam kekhawatiran&lt;/i&gt;.” 22]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Manusia tidak pernah aman dari kejahatan setan dan egonya sampai akhir hayatnya. Dia tidak boleh membayangkan bahwa setelah ia berbuat ikhlas semata-mata demi Allah tanpa adanya keinginan untuk menyenangkan makhluk, kemurniann perbuatannya akan selalu aman dari kejahatan godaan setan, lintasan-lintasan ego dan hawa nafsu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Jika ia tidak senantiasa waspada, niscaya suatu waktu ia akan tergelincir ke dalam bentuk &lt;i&gt;riya&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;‘ujub&lt;/i&gt; yang sedemikian halus sehingga ia tidak menyadarinya. Sebentar saja manusia lalai, maka kendali egonya pun akan terlepas dan menyeretnya kepada perbuatan buruk dan tercela.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;“&lt;i&gt;Sesungguhnya nafs (ego) manusia itu senantiasa mengajak kepada kejahatan, kecuali kalau Tuhan mengasihi&lt;/i&gt;” (QS &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;12 : 53&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;HAKIKAT IKHLAS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Rasulullah saww bersabda, ”&lt;i&gt;Setiap kebenaran itu ada hakikatnya dan tidaklah seorang hamba dapat mencapai hakikat keikhlasan sampai ia merasa tidak suka dipuji atas amal (ibadah) yang ditujukannya kepada Allah&lt;/i&gt;.” &lt;i&gt;23]&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Imam Ali as berkata, ”&lt;i&gt;Barangsiapa yang tidak bertentangan apa yang ada dalam hatinya dengan apa yang ia nyatakan, dan tidak bertentangan pula perbuatan dan perkataannya, maka sungguh ia telah menunaikan amanah dan telah memurnikan (akhlas) penghambaannya&lt;/i&gt;.” &lt;i&gt;24]&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Amal yang bernilai dalam pandangan Allah adalah amal yang dilakukan semata-mata untuk ‘menyenangkan’-Nya, betapa pun kecilnya amal itu. Amal sedikit yang dilakukan dengan ikhlas lebih disukai-Nya ketimbang banyak tetapi tidak ikhlas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Rasulullah saww bersabda, ”&lt;i&gt;Ikhlas-kanlah hatimu, niscaya mencukupimu walau dengan sedikit amal&lt;/i&gt;.” &lt;i&gt;25]&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Amal perbuatan merupakan gambaran yang tidak hidup, namun keikhlasan di dalamnya memberikan ruh kehidupan padanya. &lt;i&gt;26] &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Secara lahiriah, shalat Ali bin Abi Thalib as tidak berbeda dengan shalat orang-orang munafik. Namun secara batini, shalat Ali bin Abi Thalib memiliki nilai spiritual tertinggi yang mampu mengangkat ruhnya terbang ke langit, bermi’raj menghadap Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0pt 0pt 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;sp
